BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Kamis, 13 September 2018

Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan di Kecamatan Sambung Makmur

Kualitas perempuan dalam pembangunan sejauh ini masih sangat rendah, hal ini yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal, maka untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan dan menghilangkan faktor kendala yang dihadapi perempuan dalam pembangunan dengan melakukan kegiatan analisis dan evaluasi sejauh mana perempuan terlibat dalam program-program pembangunan, sejauh mana kualitas tenaga kerja perempuan, hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi perempuan dalam kegiatan pembangunan, upaya-upaya apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan peran perempuan, faktor apa sajakah yang dominan berpengaruh terhadap hubungan gender dan serta bagaimana pemecahan masalah yang dihadapi perempuan, maka dengan kerangka ini tentunya akan dapat dihasilkan suatu identifikasi sejauh mana peranan perempuan dalam pembangunan dewasa ini.

Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah dengan menggencarkan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan, dimana para perempuan didaerah masih banyak yang hanya berkecimpung sebagai ibu rumah tangga, seperti kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar, bidang Pemberdayaan Perempuan pada hari Kamis 13 September 2018, yang bertempat di aula Kecamatan, desa Madurejo Kecamatan Sambung Makmur, acara sosialisasi ini dihadiri oleh Camat Sambung Makmur, para pembakal desa setempat, ibu-ibu PKK serta ibu-ibu rumah tangga.

Sebelum Sosialisasi tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan dibuka oleh Camat Sambung Makmur Sukasto, SP. Ir, Rusydah selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A menyampaikan Jutaan kesempatan terbuka lebar bagi setiap warga untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam segala bidang, dengan tidak hanya berorientasi gender belaka. Bahkan di zaman dulu tidak sedikit perempuan yang dipilih sebagai pemimpin perang, akan tetapi, yang menjadi permasalahan sekarang adalah bagaimana caranya bagi kita untuk membangkitkan kembali kesadaran bagi setiap pemudi, akan peran mereka sebagai kader pembangun bangsa.

Pentingnya peranan seorang perempuan, namun yang terlebih pentingnya lagi yaitu suatu proses perubahan pandangan yang bersifat objektif dan menyeluruh. Pandangan yang tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan serta satu penilaian bahwa semua manusia memiliki hak dan kesempatan yang sama, tambah beliau.

Acara dilanjutkan pembukaan Sosialisasi oleh Camat Sambung Makmur, Sukasto SP, dalam sambutannya beliau mengharapkan kepada para pembakal yang hadir dalam acara tersebut agar bisa melibatkan para perempuan dalam setiap kegiatan, tetapi untuk Sambung Makmur sendiri para wanita sudah terbiasa ikut andil dalam usaha membantu suami mencari nafkah, jadi dalam hal ini tinggal meningkatkan peran mereka yang lebih kearah pembangunan, tegas beliau.

Acara tersebut juga menghadirkan narasumber dari MUI, Hayazabidi M. Ag yang memaparkan tentang peran orang tua dalam keluarga ditinjau dari pandangan islam, dengan adanya sosialisasi tentang peran serta perempuan dalam pembangunan ini diharapakn dapat menghapuskan segala bentuk diskriminasi yang membatasi ruang gerak perempuan dan digantikan dengan pandangan yang memperluas ruang gerak kaum perempuan. Lebih dari itu, perlu pula dikembangkan suatu pandangan yang menempatkan kaum perempuan tetap sebagai kaum perempuan, tapi mampu bersaing dan berjuang bersama dalam pembangunan tanpa adanya perbedaan gender, (DP2KBP3A-Kab.Banjar).




Kamis, 06 September 2018

Integritas dan Sinergitas Lintas Sektor Penentu Keberhasilan Kampung KB di Kabupaten Banjar

Dalam rangka meningkatkan integrasi dan sinergitas program pembangunan lintas sektor di Kampung Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Banjar agar berjalan intensif, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar melaksanakan Sosialisasi Kampung KB pada hari rabu 5 september 2018 yang bertempat di Hotel Aston Grand Banua Kertak Hanyar.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah, Camat se-Kabupaten Banjar, SKPD Se-Kabupaten Banjar, BKKBN Prov. Kal-Sel, Polres, Kodim 1006 Martapura dan Instansi Terkait Lainnya.

Dalam sambutan beserta laporannya, Plt Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar, Ir. Rusmini, MM menjelaskan bahwa kampung KB adalah amanat langsung dari Presiden RI sebagai bentuk optimalisasi program KB yang banyak terkendala. Maka dalam proses perwujudannya diperlukan dukungan, komitmen, koordinasi, integrasi, dan sinergitas dari semua pihak terkait dalam penerapan kebijakan dan strategi Program KKBPK di seluruh Kabupaten Banjar, terutama di wilayah-wilayah yang tingkat capaian Program KKBPK-nya belum optimal, imbuh beliau.

Di lanjutkan sambutan Bupati Banjar yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir. H. Nasrunsyah, MP sekaligus membuka acara tersebut, beliau menambahkan melihat dari kasus pernikahan anak usia dini yang memiliki dampak berantai, salah satunya mengakibatkan keturunan yang dihasilkannya mengalami stunting (kerdil), bukan sekadar kerdil tubuhnya, tapi juga kecerdasannya. Generasi dengan kecerdasan yang kerdil tentu akan membuat hidupnya tidak berkualitas, karena ini beliau juga menghimbau targetkan kampung KB di desa yang banyak terdapat anak-anak yang stunting, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tambahnya.

Kemudian disambung dengan materi yang disampaikan oleh Ir. Hj. Mila Rahmawati, MS dari BKKBN Provinsi Kal-Sel tentang integrasi dan sinergitas Kampung KB program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Serta sesi diskusi dan tanya jawab yang dibawakan oleh staff Ahli Bupati Banjar Bidang Pemasyarakatan dan SDM, Drs. H. Masruri, mengingat pembangunan kampung KB bersifat lintas sektoral dan lembaga, maka dalam hal ini beliau berharap koordinasi dan sinergitas lintas sektoral dapat berjalan lancar dan optimal, sehingga program Kampung KB dapat berjalan sesuai harapan, (DP2KBP3A-Kab.Banjar).







Minggu, 26 Agustus 2018

Kabupaten Banjar Gelar Temu Forum Anak Daerah th.2018

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar menggelar Temu Forum Anak Daerah 2018, Sabtu, 25 Agustus 2018 yang bertempat di aula Barakat Kantor Pemda Kab. Banjar. Dengan mengusung tema “GENIUS” yakni Gesit-Empati-Berani-Unggul-Sehat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar Ibu Ir. Rusmini, MM. Temu Forum Anak menghadirkan 100 perwakilan Sekolah se-Kabupaten Banjar, dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa Temu Forum Anak tujuannya adalah wadah partisipasi anak di Indonesia sekaligus organisasi penegakan hak anak di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Banjar khususnya.

"Tugas pemerintah salah satunya adalah untuk menyediakan sarana wadah bagi anak-anak sebagai tempat berekpresi dan menegakan hak anak-anak," jelas beliau.

Temu Forum Anak juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Bapak Ir. H. Nasrunsyah beserta Kepala SOPD terkait se-Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini berisi dialog dan diskusi dari anak-anak bersama para pejabat pemerintah seputar program kegiatan Forum Anak Daerah, disana mereka juga menampilkan berbagai hasil karya seperti lukisan pohon harapan dan kerajinan tangan lainnya. Tak hanya itu Kegiatan ini juga di isi dengan pelatihan-pelatihan, bimbingan teknis, edukasi yang dikemas dalam permainan.

Pembahasan dialog sendiri berisi tentang cara positif penggunaan internet, pengenalan hoax, sosmed, kesehatan, bahaya narkoba sampai kesenian.

Anak-anak pun antusias untuk bertanya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar menambahkan dan menghimbau bahwa dalam hal ini anak-anak tidak usah segan untuk berkonsultasi kepada tiap-tiap SOPD sesuai dengan tupoksinya karena terciptanya kota layak anak adalah tanggung jawab bersama, tambahnya.

Kegiatan berlanjut pada hari minggu 26 Agustus 2018, di RTH Ratu Zalecha Martapura dalam rangka hari anak Nasiona, kembali Forum Anak Daerah bersama Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar mengumpulkan sedikitnya seribu anak dilapangan tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Ketua DPRD beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Banjar, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kal-Sel, Plt Kadis P2KBP3A Kabupaten Banjar, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjar, Kepala SOPD se-Kabupaten Banjar serta Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar.

Sekretaris Daerah Ir. H. Nasrunsyah membacakan sambutan Wakil Bupati sekaligus membuka acara tersebut, dalam sambutannya beliau menghimbau dan mengajak kepada para orang tua maupun masyarakat untuk mengajarkan segala kebaikan kapada anak-anak kita, agar kelak mereka menjadi SDM yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada saat itu diantaranya penyerahan akte kelahiran secara simbolis, pengambilan sumpah pengurus FAD Kabupaten Banjar, beserta hiburan.

Kegiatan seperti ini dilaksanakan juga bertujuan agar anak-anak daerah bisa menjadi lebih solid dengan pemerintah, untuk menciptakan kota layak anak di Kabupaten Banjar, yang mana kedepannya di Kabupaten Banjar akan menghasilkan para generasi penerus yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang.











Rabu, 15 Agustus 2018

Life Skill bersama Ibu-ibu di Kecamatan Sungai Pinang

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar terus melancarkan program kegiatan, salah satunya kegiatan Keterampilan/Life Skill berupa pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari kain perca, manik dan sasirangan dari bidang Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP3A) Kab. Banjar yang dilaksanakan pada hari senin 13 Agustus 2018 di Aula Kecamatan Sungai Pinang. Acara pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari ini dibuka langsung oleh Camat Sungai Pinang, Anto Setyawan, S.Sos, MA. Dalam sambutannya beliau menghimbau dan menyampaikan kepada para peserta agar dapat memperhatikan dengan baik pelajaran yang diberikan agar selepas pelatihan ini para peserta dapat mempunyai wawasan luas dan dapat berperan serta dalam pembangunan nantinya. Tidak lupa ucapan terimakasih atas kehadiran tim DP2KBP3A Kab. Banjar yang sudah berhadir untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Ir. Rusydah, selaku kabid Pemberdayaan Perempuan dalam sambutannya juga menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dari masyarakat khususnya Kabupaten Banjar dimana para perempuan juga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga, memberiakan peluang untuk para ibu-ibu rumah tangga agar mempunyai kreatifitas yang menghasilkan. Tak hanya itu beliau juga menambahkan kegiatan ini dapat mencapai tujuan tanpa kemauan dan usaha dari masyarakat untuk kemajuan masyarakat itu sendiri.

Kegiatan Peningkatan Keterampilan dan Life Skill di kecamatan sungai pinang ini sendiri dihadiri oleh 20 orang peserta yang mayoritas ibu rumah tangga, mereka antusias mengikuti arahan dan pelajaran yang disampaikan dan dipraktekan oleh Aprida Maila dan Farida selaku Narasumber dengan materi Tas Anyam Hias, pembuatan sarung tissue, sarung gelas dan bross dari kain perca.

Salah seorang peserta mengatakan senang mengikuti kegiatan ini, karena dapat ilmu tambahan dari yang dulunya membeli sekarang sudah bisa membuat sendiri, tuturnya. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga masyarakat yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat nantinya .




Selasa, 14 Agustus 2018

DP2KBP3A Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan di era Globalisasi. Oleh karenanya anak harus dipersiapkan melalui pendidikan. Sekolah ramah anak merupakan salah satu model manajemen pendidikan yang relevan guna menciptakan sumberdaya manusia yang potensial dan andal untuk menjawab tantangan zamannya. Maka dalam dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar, melalui bidang Perlindungan Anak melaksanakan Sosialisasi Ramah Anak pada hari jum’at 10 Agustus 2018 di Guest House Sultan Sulaiman.

Acara ini dihadiri Kepala Sekolah SD/MTS/SMP, Guru Bimbingan Konseling, perwakilan Kecamatan, Lurah serta Anak-anak FAD (Forum Anak Daerah). Kegiatan sosialisasi Sekolah Ramah Anak dibuka oleh Ir. Rusmini , MM selaku Plt. Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar, dalam sambutannya beliau mendukung penuh sosialisasi Sekolah ramah anak ini, demi terpenuhinya hak-hak anak hingga mereka mendapatkan bekal maksimal dimasa depan nantinya, ucapnya .

Sementara ketua pelaksana Dra. Hj. Siti Hamidah ,M.Si selaku Kabid Perlindungan Anak DP2KBP3A Kab. Banjar dalam sambutannya mengatakan saat Hari Anak Nasional Tanggal 23 Juli 2018 Kabupaten Banjar mendapatkan penghargaan dari Menteri PPPA dengan predikat Kabupaten Banjar sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama, namun disisi lain tentulah terdapat kekurangan yang harus kita perbaiki mulai dari sekarang. Sehingga apa yang kita semua cita – citakan yang berhadir di dalam sosialisasi Sekolah Ramah Anak ini menjadikan Kabupaten Banjar betul – betul menjadi Kabupaten Layak Anak. “Dengan adanya Sosialisasi ini saya berharap agar baik peserta maupun Dinas Terkait, Tenaga Pendidikan, Kepala sekolah dan seluruh yang hadir di ruangan ini agar dapat menerapkan dan saling bahu membahu membantu dan peduli pada anak – anak di sekitar kita, karena mereka adalah generasi masa depan Kabupaten Banjar”. Tambahnya. kegiatan sosialisasi Sekolah Ramah Anak sendiri diisi oleh narasumber yaitu Bapak Andrian Anwary dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kasat Binmas Polres Banjar Ibu Hj. Amalia Afifi, SH. Dengan dilaksanakannya Sosialisasi sekolah Ramah Anak diharapkan dapat memberikan manfaat untuk para peserta agar dapat lebih peduli terhadap pemenuhan Hak – hak Anak dalam hal Pendidikan yang ada di Kabupaten Banjar untuk menjadikan Kabupaten Banjar sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak dan Barokah.




Rabu, 08 Agustus 2018

Muyen KB Hadir di Penutupan TMMD ke-102 Kodim 1006 Martapura

Mobil unit Pelayanan (MUYAN) KB dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Banjar, tampil sampai akhir dalam acara penutupan TMMD ke-102 Kodim 1006 desa Penyiuran Kecamatan Pengaron, pada Rabu (8/8/2018).

Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat Mayjend TNI Johny Lumban Tobing menutup pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-102 Kodim 1006/Martapura, Korem 101/Antasari.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Banjar, Wakil Bupati Banjar, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar ini melibatkan berbagai Dinas terkait dengan basis pelayanan masyarakat, seperti Dinas Kesehatan, Puskes, Capil serta DP2KBP3A Kabupaten Banjar.

Penyuluh KB Desa Pengaron bapak Syafullah yang juga berhadir mendampingi pelayanan KB pada acara tersebut serta mengucapkan terimakasih pada tim pelayanan DP2KBP3A Kabupaten Banjar yang bersedia menunggu akseptor sampai acara bubar, berjumlah 14 akseptor terlayani baik bongkar maupun bongkar pasang implant.

Para akseptor KB datang satu persatu untuk pelayanan KB dengan media MUYAN, salah satu dari akseptor mengatakan sebelum minta pasang alat kontrasepsi mereka berkeliling dulu untuk melihat kemeriahan acara penutupan tersebut, sehingga pada saat acara selesai barulah mereka mendatangi lokasi pelayanan KB, beruntung Mobil Unit pelayanan MUYAN masih setia menunggu sampai para akseptor datang minta pelayanan KB dengan media Implant.




Pelayanan KB Gratis dan Pembinaan Pokja Kampung KB di Desa Telaga Baru Kecamatan Telaga Bauntung

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar melalui Bidang KB dan KS melaksanakan Pembinaan POKJA Kampung KB didesa Telaga Baru Kecamatan Telaga Bauntung, Selasa (7/8/2018).

Pembinaan ini disertai dengan Pelayanan KB Mobile dengan media Mobil Unit Pelayanan (MUYAN), sementara pembinaan POKJA dilaksanakan di rumah Pembakal Telaga Baru. Kabid KB dan KS, Alfisah SKM, MM pada saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa “POKJA kampung KB yang sudah dibentuk ini dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, agar terhindar dari kemiskinan, kemiskinan ini sendiri mempunyai makna luas bukan hanya secara materi tapi juga pendidikan, sosial, kesehatan, agama dan lainnya. Karena itu diharapkan dengan adanya POKJA dikampung KB ini bisa berperan aktif dalam usaha bersama membangun desa dan masyarakatnya menjadi lebih baik lagi dimasa depan”. Ungkapnya.

Pembinaan POKJA diisi dengan diskusi perencanaan program kegiatan yang dipaparkan oleh setiap anggota POKJA dan dibahas bersama tim pembina dari DP2KBP3A Kab. Banjar.

Pembakal Desa Yamani, mengucapkan terimakasihnya atas terlaksananya kegiata pembinaan POKJA ini. “dengan kehadiran tim dari DP2KBP3A Kab. Banjar untuk membina POKJA didesa Telaga Baru diharapkan dapat merealisasikan program kerja mereka secara terarah dan tercapai nantinya”, ucapnya.

Sementara pembinaan POKJA berlangsung, Tim pelayanan KB juga melaksanakan pelayanan melalui MUYAN sedikitnya ada 6 akseptor yang dilayani dengan alat kontrasepsi berupa implant.

H. Ahmad Munib S. Sos selaku penyuluh KB Kecamatan Telaga Bauntung yang juga hadir diacara tersebut mengatakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi dengan kerja keras warga masyarakat itu sendiri untuk membangun desa mereka sendiri, sementara pemerintah hanya bersifat membantu membimbing, memfasilitasi, dan mesuport dalam proses pencapaiannya”, tambahnya.

Selanjutnya pembinaan akan dilaksanakan kembali dengan mendatangkan berbagai narasumber lintas sektor, seperti Disperindag, Dinas Pendidikan, Kesehatan dan instansi terkait lainnya untuk satu tujuan yang sama membangun banua yang sejahtera dan barokah.