BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Senin, 04 September 2017

SOSIALISASI SEKOLAH RAMAH ANAK KABUPATEN BANJAR

Pada hari Jum’at, 25 Agustus 2017, bertempat diwisma Sultan Sulaiman BKD Kab. Banjar, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang Perlindungan Anak menggelar sosialisasi mengenai Sekolah Ramah Anak, kegiatan ini dihadiri puluhan Kepala Sekolah maupun perwakilan SD, SMP dan SMA Kab. Banjar, Forum Anak Daerah, dan para undangan dari Instansi terkait lainnya.

Acara sosialisasi ini dibuka oleh Bupati Kab. Banjar yang saat itu di wakili oleh Sekretaris Daerah Kab. Banjar Ir. H. Nasrunsyah, MP. dalam sambutannya beliau mengatakan, Sosialisasi Sekolah Ramah Anak bermaksud menyamakan visi dan misi dalam tahapan pembentukan Sekolah Ramah Anak pada sekolah-sekolah yang diundang dalam rangka mendukung Kab. Banjar Menuju Kota Layak Anak.

"Tujuannya untuk menciptakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan di lingkungan sekolah sesuai dengan usia dan tingkat kematangan anak," katanya. Beliuu berujar, dengan sosialisasi ini dapat membangun kesadaran bersama bahwa Sekolah Ramah Anak adalah bagian penting dan tidak terpisahkan dalam pembangunan Kab. Banjar Menuju Kota Layak Anak.

Dilanjutkan sambutan dari Kepala DP2KBP3A Kab. Banjar, Ir. Hj. Rosana Mardina, MS. dan dalam sambutannya beliau berharap sosialisasi ini dapat menjadikan Kab. Banjar sebagai kota layak anak. Sosialisasi semacam ini sudah dilakukan pihaknya pada puskesmas ramah anak, dan sekolah ramah anak ini. "Ukuran ramah anak itu adalah pemenuhan hak dan perlindungan anak, untuk itulah pada acara ini diharapkan dapat mewujudkan sekolah ramah anak agar nantinya tercapainya kesepakatan bersama," seluruh instansi terkait dalam pencapaian Kabupaten layak anak.






Minggu, 27 Agustus 2017

PENCANANGAN KAMPUNG KB DI DESA BELAYUNG BARU KECAMATAN KERTAK HANYAR

Pencanangan kampung Keluarga Berancana (KB) di desa-desa Wilayah Kabupaten Banjar terus berlanjut. Kali ini pencanangan kampung KB Tingkat Desa dilaksanakan di Desa Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar pada hari Rabu 23 Agustus 2017.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB3A) Kabupaten Banjar yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM, Camat Kertak Hanyar Drs. H. Harun Al Rasyid, M. Si, Seluruh Lurah dan Pambakal Kertak Hanyar, Danramil, Kapolsek serta jajaran PLKB, Kader PKK Desa dan masyarakat Desa Belayung Baru. Selain itu juga di laksanakan pelayanan KB gratis dengan media Mobil Unit Pelayanan DP2KBP3A Kab. Banjar Mewakili Kepala DP2KBP3A Kab. Banjar, Kabid Dalduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM mengatakan kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan baik itu program KB maupun Pembangunan Keluarga secara utuh di lapangan.

Pencanangan kampung KB di Desa Belayung Baru Kecamatan Kertak Hanyar diawali dengan penandatanganan Prasati oleh Camat Kertak Hanyar Drs. H. Harun Al Rasyid, M. Si dan penandatanganan Deklarasi kampung KB oleh Lurah dan Pambakal se-Kecamatan Kertak Hanyar, dilanjutkan penyerahan bantuan sarana PPKBD berupa IUD KIT dan IMPLANT KIT serta pembacaan ikrar oleh PLKB, Kader PPKBD dan Bidan Desa.

"Kampung KB merupakan salah satu bentuk / model miniature pelaksanaan total program Kependudkan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di lingkungan terendah," terangnya. Kampung KB dikelola dan diselenggarakan dari dan untuk masyarakat, dalam hal ini dilaksanakan guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, untuk memperoleh pelayanan total program KB. “Itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, agar mampu mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kehidupan keluarga yang berkualitas, tenteram dan sejahtera. Sehingga Program ini menjadi urgen dilakukan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah dari waktu ke waktu," lanjut Beliau.

Dari Pencanangan kampung KB di Desa belayung Baru diharapkan menjadi motivasi semua elemen untuk bersama-sama menjadikan Desa tersebut sebagai keluarga yang lebih sejahtera di kemudian hari melalui program KB dan program lain yang terkait dengan peningkatan keluarga sejahtera.










BANJAR EXSPO 2017

Dalam Rangka memperingati hari jadi Kabupaten Banjar ke-67 dan HUT RI ke-72 Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menggelar acara tahunan yaitu Banjar Expo 2017, Banjar Expo tahun ini berlangsung dari tanggal 14 sampai 18 Agustus 2017 dan digelar di Alun-alun RTH Ratu Zalecha Martapura, pada acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar H.Khalilurrahman dan Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Ketua DPRD Banjar H.Rusli, Dandim 1006 Letkol Arm Andi Murtopo, Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete, Kajari Banjar H Slamet Siswanta, Sekda Banjar Ir. Nasrunsyah dan seluruh Kepala SKPD dilingkup Pemkab Banjar, pada hari pertama pembukaan pameran tersebut.

Puluhan stand pameran dari berbagai instansi dilingkup Pemkab Banjar mulai dibuka. Salah satunya adalah stand Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten yang menampilkan produk UPPKS yang di promosikan kepada masyarakat seperti Telur Asin, Tapai Beras dan Jajanan tradisional lainnya, selain itu DP2KBP3A juga menampilkan, berbagai macam alat kontrasepsi untuk mengenalkan kepada masyarakat, serta kuis berhadiah kepada para pengunjung yang datang ke stand tersebut, disamping itu para pengunjung juga bisa sekalian berkonsultasi kepada tim penjaga dari DP2KBP3A Kab. Banjar seputar keluarga sejahtera dan yang berhubungan dengan itu.

Diharapkan dari pameran ini dapat mempromosikan hasil UPPKS dan informasi kepada masyarakat untuk menjadi bagian dari keluarga berencana yang sejahtera.






Selasa, 22 Agustus 2017

SOSIALISASI PUSKESMAS RAMAH ANAK KABUPATEN BANJAR

Puskesmas memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak untuk mendapatkan kesehatan. Karena itu, penyelenggaraan Puskesmas yang memberikan pelayanan ramah pada anak, harus dilaksanakan secara pro aktif.

Puskesmas Layanan Ramah Anak itu lebih mengedepankan pelayanan yang ramah pada anak, baik pada anak yang sedang berobat maupun anak sehat yang sedang berkunjung ke Puskesmas, serta perlindungan dan penghargaan atas hak anak. kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Ir. Hj. Rosana Mardina dalam sambutannya Rabu 16 Agustus 2017 di Wisma Sultan Sulaiman BKD Kab. Banjar dalam rangka Sosialisasi Puskesmas Ramah Anak yang dilaksanakan DP2KBP3A Kab. Banjar Bidang Perlindungan Anak.

Indikator Puskesmas ramah anak itu tambahnya, diantaranya adalah tersedianya layanan kesehatan ibu dan anak, tersedianya tempat khusus untuk pemeriksaan anak, ada taman gizi, ruang laktasi, pojok oralit. Selain itu, Puskesmas juga harus memiliki tempat bermain, tersedia dokter anak, konseling untuk anak dan ruang tumbuh kembang anak.

Dalam kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Banjar yang saat itu diwakili oleh Sekretaris Daerah Ir. H. Nasrunsyah MP, beliau menambahkan Dengan diterbitkannya UU Nonor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal 21, UU Nomor 35 Tahun 2014. Undang-undang itu mengamanatkan kewajiban pemerintah daerah untuk menjamin terwujudnya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak dari aspek kelembagaan dan 5 (lima) klaster substansi Konvensi Hak Anak (KHA), Salah satunya yaitu tentang kesehatan dasar dan kesejehteraan, yang di ukur melalui sembilan indikator, salah satunya adalah Puskesmas Ramah Anak (PRA) .

Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdepan yang berbasis wilayah, selain memberikan pelayanan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan, puskesmas juga berperan dalam pemberdayaan orang tua/keluarga dan masyarakat agar paham dan mampu memenuhi hak kesehatan anak.

Puskesmas ramah anak juga mesti menyediakan tempat pelayanan korban kekerasan terhadap anak, menyediakan sanitasi lingkungan Puskesmas yang sesuai standar, serta merupakan kawasan tanpa asap rokok.

Kegiatan ini juga dihadiri seluruh kepala Puskesmas, Anak-anak dari Forum Anak Daerah binaan DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Bappeda, Penyuluh KB DP2KBP3A Kab. Banjar dan Instansi terkait. Dengan Narasumber dari P2TP2A Provinsi, dari Dinas Kesehatan, dan Bappeda Kab. Banjar.

Dengan kegiatan sosialisi ini diharapkan, dapat terpenuhinya hak anak atas kesehatannya, sehingga dapat meningkatkan jumlah anak sehat dan menurunkan permasalahan kesehatan pada anak, kepada semua puskesmas agar memberikan pelayanan yang ramah pada anak agar terwujudnya kabupaten layak anak.






Kamis, 17 Agustus 2017

SOSIALISASI PHBS (PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TINGKAT PROPINSI) TK. PROPINSI KALSEL DESA KIRAM

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat / Asuransi Kesehatan / JPKM.

Sosialisasi dalam rangka PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Jumat, 11 Agustus 2017 DP2KBP3A Kabupaten Banjar berkesempatan memberikan sosialisasi kepada ibu-ibu masyarakat di desa Kiram Kecamatan Karang Intan untuk memberikan Sosialisasi dalam rangka Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, bertempat di rumah sekretaris Desa Kiram Kecamatan Karang Intan Sosialisasi ini dilaksanakan dan dihadiri oleh ibu pambakal, bidan desa, ibu sekdes dan ibu-ibu masyarakat desa kiram, acara dibuka langsung oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM, dalam sambutannya beliau menghimbau kepada Ibu-Ibu yang hadir agar selalu berprilaku hidup sehat, mulai dari mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, mengonsumsi makan sehat, membuang sampah pada tempatnya, dan pendewasaan usia perkawinan bagi remaja yang idela serta dampak bagi masyarakat narkoba.

Kemudian dilanjutkan dengan materi tentang prilaku hidup bersih dan sehat, narkoba, kesehatan reproduksi remaja serta pendewasaan usia perkawinan yang ideal bagi remaja yang dibawakan oleh Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi Agus Suprantio, MPH. Beliau menghimbau kepada para ibu-ibu yang hadir selalu berprilaku sehat baik dalam kehidupan sehari-hari mulai mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, jauhi narkoba, dan pentingnya kesehatan reproduksi bagi ibu dan anak-anak mereka yang masih remaja serta pendewasaan usia perkawinan bagi anak-anak mereka.




Senin, 14 Agustus 2017

SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TINGKAT KECAMATAN

Kamis 10 Agustus 2017, di Balai Penyuluh KB Kecamatan Tatah Makmur yang dihadiri sebanyak 20 orang peserta dari lintas sektor, diantaranya dari Kantor Kecamatan Tatah Makmur, KUA, Koramil, Puskesmas, Pambakal, PLKB, PLKB Non PNS serta Para Kader di lingkup Kecamatan Tatah Makmur.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar dalam sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat diperlukan dalam menjaga laju pertumbuhan penduduk agar pernikahan dini dapat ditekan pada masa remaja, akibat pergaulan bebas, aktivitas seks dan narkoba di era globalisasi saat ini dan adanya penggunaan HP Android yang disalah gunakan, terutama anak-anak usia ramaja dan beliau.

PUP sendiri adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama pun terjadi pada usia yang cukup dewasa, sehingga penceraian tidak terjadi. Melalui kegiatan ini diharapkan semua peserta dapat menjadi corong bagi komunitasnya untuk mengedepankan pendidikan dar pada cepat menikah. Setidaknya angka usia kawin pertama perempuan usia di bawah 20 tahun bisa berkurang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal.




TEMU FORUM ANAK DAN PERAYAAN HARI ANAK NASIONAL

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2017, DP2KBP3A Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan melibatkan Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar menggelar rangkaian kegiatan selama 3 hari dari Sabtu hingga Senin (5 – 7 Agustus 2017).

Rangkaian kegiatan yang dimulai pada hari sabtu, tanggal 5 Agustus 2017 berupa Temu Forum Anak Kabupaten Banjar dilaksanakan di Aula Barakat dan dibuka oleh Bupati Banjar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir. Nasrunsyah. Temu Forum Anak Daerah tersebut dihadiri oleh 120 peserta anak-anak dari berbagai sekolah di Kabupaten Banjar dan para undangan dari SKPD Kabupaten Banjar.

Selaras dengan tema Hari Anak Nasional Tahun 2017 yaitu "Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga" dengan pesan utama 'Saya Anak Indonesia, Saya Gembira" maka acara Temu Forum Anak Daerah tersebut dikemas dengan suasana santai tetapi tidak menghilangkan kesan hikmat selama acara berlangsung. Sebagai hasil dari kegiatan Temu Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar tersebut, terdapat 10 kesepakatan suara anak yang akan diikrarkan di hadapan Bupati Banjar pada hari Senin, 7 Agustus 2017 pagi.

Kemeriahan perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2017 semakin terasa pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 ketika lebih dari 1.500 anak-anak memenuhi RTH Ratu Zalecha Martapura dalam berbagai kegiatan yang dipandu oleh Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar. Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Ir. Nasrunsyah, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Pendidikan dan undangan dari SKPD Kabupaten Banjar ikut aktif dalam berbagai kegiatan seperti senam pagi bersama dan lomba-lomba tradisional serpeti lomba enggrang, bakiak, balogo, asinan dan lain sebagainya. Ribuan anak-anak yang hadir di RTH Ratu Zalecha tersebut juga sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan Jalan Santai yang merupakan salah satu kegiatan di hari tersebut..

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2017 Kabupaten Banjar dilanjutkan pada hari Senin pagi, 7 Agustus 2017 dimana setelah Apel Pagi bersama di halaman Kantor Bupati Banjar, dilaksanakan pembacaan ikrar bersama 10 suara anak Kabupaten Banjar di hadapan Bupati Banjar dan seluruh peserta apel. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur berpesan agar Momentum Hari ANak Nasional ini dijadikan sebagai evaluasi, apakah kita sudah memenuhi hak-hak anak kita dalam pendidikan yang sesuai minat bakatnya, tetapi juga harus diperhatikan dalam pergaulannya. “kita harus selalu mewaspadai agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang justru merugikan masa depannya”kata Beliau. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan piala Juara 1 Forum Anak teraktif pada Jambore FAD Tingkat Provinsi Kalimantan Tahun 2017 dan Juara 2 Pentas Seni Jambore FAD Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Banjar H. Khalilurrahman kepada perwakilan FAD Kabupaten Banjar.