BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Minggu, 27 Mei 2018

Orientasi KB KR bagi Mitra Kerja Tk. Kecamatan Martapura Kota

Kamis 24 Mei 2018, Bertempat di Kantor Pambakal Tanjung Rema Kecamatan Martapura Kota Orientasi KIE KB/KR bagi Mitra Kerja Tk. Kecamatan, dihadiri oleh Pambakal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kader, Koordinator PKB Kecamatan Martapura Kota beserta Penyuluh Keluarga Berencana.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dalam sambutannya beliau mengatakan acara sosialisasi ini berisi tentang penyampian informasi ke masyarakat tentang pentingnya Program KB, penggunaan alat kontrasepsi yang mantap dan tepat, pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja serta penyalah gunaan obat-obatan. Kerjasama yang baik dilapangan dalam program KB dapat ditingkatkan dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya ber-KB, dan bertujuan memberikan informasi dan sosialisasi tentang kesehatan reprodukasi dan pendewasaan usia perkawinan bagi peserta Orientasi KB/KR bagi Mitra Kerja dan kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya terutama anak mereka yang sudah mulai menginjak usia remaja agar lebih berhati-hati.




Senin, 21 Mei 2018

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kec. Cintapuri Darussalam

Perkawinan di usia dewasa akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari. Perkawinan di usia dewasa juga akan memberikan keuntungan dalam hal kesiapan psikologis dan sosial ekonomi. Misalnya : 
1. Faktor Psikis Seseorang yang melakukan perkawinan di usia dewasa akan lebih siap untuk saling menjaga, saling merawat, menyayangi, dan mendidik anak dengan baik, dapat membagi pekerjaan rumah tangga dengan adil, serta memiliki kematangan emosi. 
2. Faktor Sosial dan Ekonomi Ketika kita memilih perkawinan di usia dewasa kita akan lebih mampu menjaga hubungan dengan mertua dan saudara ipar, mampu menghormati dan bersikap toleran dengan pasangan dan orang lain, punya penghasilan tetap, dan dapat mengatur uang dengan tepat .

Manfaat Pendewasaan Usia Perkawinan adalah kesempatan bagi kita untuk memperoleh pendidikan yang luas dan pekerjaan yang diidamkan, kesempatan mempersiapkan masa depan yang lebih baik karena persaingan hidup yang lebih berat, serta kita bisa aktif dalam kegiatan masyarakat dan berprestasi dalam bidang minat.

Kamis, 17 Mei 2018 bertempat di Kantor Pambakal Kecamatan Surian Hanyar dilaksanakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan, acara dikuti oleh Remaja Desa Surian Hanyar, Penyuluh KB, Kader Desa, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakilkan oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, M.AP dan selaku Narasumber Ir. Fakhruddin, beliau pun menghimbau kepada para remaja khususnya remaja desa surian hanyar agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran, serta pentingnya mendewasakan usia perkawinan.




Senin, 14 Mei 2018

Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan

Kiprah kaum perempuan dalam pembangunan sangatlah diperlukan. Karena Selain argumentasi normatif, yang memperlihatkan bahwa kaum perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama, terdapat suatu kenyataan bahwa "beban" yang kini dihadapi oleh kaum perempuan amatlah berat. Sebut saja kasus-kasus seperti angka kematian ibu melahirkan atau masalah akses terhadap layanan kesehatan yang baik, angka buta huruf atau keterbelakangan dalam pendidikan, masalah kemiskinan dan kelangkaan lapangan pekerjaan bagi perempuan, sampai dengan masalah kekerasan yang kerapkali menimpa kaum perempuan, baik kekerasan dalam rumah tangga ataupun kekerasan lain di luar rumah.

Kaum perempuan sudah saatnya memanfaatkan ruang yang telah terbuka dengan sebaik-baiknya. Beberapa kebijakan yang mulai memperlihatkan suatu kesadaran tentang kesetaraan dan keadilan gender, tentu perlu diperluas dan pada gilirannya arah dan seluruh gerak negara, berorientasi pada usaha membangun tata kehidupan yang setara dan berkeadilan. Peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender. Peranan wanita dalam pembangunan adalah hak dan kewajiban yang dijalankan oleh wanita pada status atau kedudukan tertentu dalam pembangunan, baik pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan, baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender, berarti peranan wanita dalam pembangunan Sesuai dengan konsep gender peran produktif, peran reproduktif dan peran sosial yang sifatnya dinamis. Dinamis dalam arti, dapat berubah atau diubah sesuai dengan perkembangan keadaan, dapat ditukarkan antara pria dengan wanita dan bisa berbeda lintas budaya.

Ada banyak hal yang bisa diupayakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan sehingga dapat berperan secara aktif dalam pembangunan, di antaranya adalah sosialisasi secara berkesinambungan, membangun kesepakatan pembangunan pemberdayaan perempuan antara pemerintah, swasta, dan yang terpenting adalah masyarakat itu sendiri, agar mewujudkan kesetaraan gender di segala bidang, meningkatkan akses informasi yang dapat diterima oleh kaum perempuan di segala hal, khususnya informasi pembangunan, serta berupaya untuk melibatkan kaum perempuan dalam proses dan pengambilan keputusan.

Maka dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Bidang Pemberdayaan Perempuan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan yang diikuti 50 (lima puluh) orang dan bertempat di aula DP2KBP3A Kab. Banjar, pada hari selasa 8 Mei 2018.

Dengan 2 orang Narasumber dari Bank BRI dan Kesbangpol, Ir. Rusydah selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan dalam laporannya sekaligus membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan tujuan Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan ini adalah memberikan informasi mengenai Pemberdayaan Perempuan serta mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, menurunkan angka kasus tindak kekerasan terhadap perempuan. Dan diharapkan Melalui kegiatan Sosialisasi ini dapat menambahkan wawasan dan pengetahuan mengenai Peran Perempuan Dalam Pembangunan, Perempuan dan anak juga memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya dimuka bumi ini, yakni hak yang dipahami sebagai hak-hak yang melekat (inherent) secara alamiah sejak ia dilahirkan, dan tanpa itu manusia (perempuan dan anak) tidak dapat hidup sebagai manusia secara wajar, Kesetaraan dan keadilan antara Perempuan dan Laki-laki (genderequality and equity), persamaan hak dan kesempatan serta perlakukan adil disegala bidang dalam semua kegiatan.







Minggu, 06 Mei 2018

Pelayanan KB Gratis di Halaman Kantor DP2KBP3A Kabupaten Banjar

Pelayanan KB Gratis oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bidang keluarga Berencana Kab. Banjar, kembali dilaksanakan pada hari jum’at, 27 April 2018, bertempat di halaman parkir DP2KBP3A Kab. Banjar, kali ini akseptor berasal dari Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.

Para akseptor sebanyak 8 orang, dijemput menggunakan mobil mini bus pengangkut akseptor DP2KBP3A kab. Banjar, pelayanan sendiri dilakukan dengan media mobil unit pelayanan DP2KBP3A.

Tajudinoor, selaku penyuluh KB Kecamatan Aranio mengatakan, bahwa sebenarnya masih banyak warga lain yang ingin menjadi akseptor, tetapi dikarenakan sebagian dari mereka sibuk dengan pekerjaan sehingga yang bisa hadir Cuma 8 orang, mungkin nanti akan menyusul beberapa orang di hari lain lanjutnya.

Untuk metode pelayanan sendiri, tim dari DP2KBP3A Kabupaten Banjar melaksanakan secara flexibel, selain mendatangi daerah dimana para akseptor meminta pelayanan, pelayanan juga bisa dilaksanakan di kantor DP2KBP3A Kab. Banjar, dengan cara menjemput dan mengantar kembali para akseptor menggunakan mobil pengangkut akseptor.

Salah seorang peserta pelayanan mengatakan, sekarang ber KB lebih mudah dan praktis, meski tempat tinggal jauh masih bisa ikut ber-KB ucapnya.


Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Perlindungan Anak (Anak Berhadapan dengan Hukum) Tahun 2018

Anak adalah bagian warga Negara yang harus dilindungi karena mereka merupakan generasi bangsa di masa yang akan datang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia. Setiap anak disamping wajib mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah, juga wajib mendapatkan pendidikan moral sehingga mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan Negara. Tidak kurang pentingnya, anak wajib pula mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum yang dipayungi oleh undang undang yang berlaku dan ditaati oleh seluruh bagian dari masyarakat di Republik Indonesia.

Perlindungan hukum bagi anak dapat dilakukan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak. Perlindungan terhadap anak ini juga mencakup kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. Perlindungan anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) merupakan tanggung jawab bersama aparat penegak hukum. Tidak hanya anak sebagai pelaku, namun mencakup juga anak yang sebagai korban dan saksi. Aparat penegak hukum yang terlibat dalam penanganan ABH agar tidak hanya mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang system system peradilan pidana anak atau peraturan perundang undangan lainnya yang berkaitan dengan ABH, namun lebih mengutamakan perdamaian daripada proses hukum formal yang dimulai diberlakukan 2 tahun setelah UU SPPA diundangkan pada 1 Agustus 2017 (Pasal 108 UU No. 11 Tahun 2012).

Berdasarkan pemikiran di atas, pada hari Kamis, 26 April 2018 DP2KBP3A Kabupaten Banjar melalui Bidang Perlindungan Anak melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang Undangan Perlindungan Anak (Anak Berhadapan Dengan Hukum) yang dilaksanakan di Aula Baiman Bapelitbang Kabupaten Banjar.

Dalam acara sosialisasi yang diikuti oleh peserta dari berbagai elemen masyarakat seperti para ASN dari Instansi terkait, Pelajar, Mitra Kerja dan Organisasi Masyarakat lainnya tersebut, dihadirkan empat orang narasumber dari DPPPA Provinsi Kalimantan Selatan, Polres Banjar, DP2KBP3A Kabupaten Banjar dan Bapelitbang Kabupaten Banjar.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar Ir. Hj. Rosana Mardina, MS. dalam sambutan tertulisnya mengharapkan “dengan adanya sosialisasi ini diharapkan agar baik peserta maupun Kejaksaan, Pengadilan, Tim P2TP2A, Polres (UPPA) Banjar dan seluruh yang hadir di ruangan ini agar saling bahu membahu membantu dan peduli pada anak-anak di sekitar kita. Karena mereka adalah generasi masa depan Kabupaten Banjar.

Sebagai salah satu bagian dari proses terwujudnya Kabupaten Banjar sebagai Kabuapten Layak Anak, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan langkah yang dipandang efektif dalam menyatukan persepsi, wawasan dan meningkatkan pemahaman masyarakat pada umumnya dan elemen pemangku kebijakan serta pelaksana kebijakan khususnya sehingga dapat tercipta kepastian pemenuhan hak hak anak termasuk di antaranya penanganan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).



Pembinaan P2WKSS dan KSI di Desa Surian Hanyar Kecamatan Cintapuri Darussalam

Pembinaan Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Merupakan kegiatan program terpadu lintas sektor sebagai salah satu bentuk Implementasi dari persamaan gender untuk meningkatkan peran dan kualitas kaum perempuan sehingga terwujud pemberdayaan perempuan yang berkeadilan gender. Tujuannya menetapkan desa/kelurahan yang berhasil melaksanakan secara terpadu P2WKSS sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, dan berdampak terhadap kesetaraan gender.

Pembinaan P2WKSS dan KSI ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengangkat citra wanita dan meningkatkan perannya dalam berbagai aktifitas pembangunan melalui program lintas sektoral.

Dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar Bidang Pemberdayaan Perempuan menjadi fasilitator dalam pelaksanaan Pembinaan P2WKSS dan KSI di desa Surian Hanyar Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar, pada hari kamis 26 April 2018.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang saat itu diwakili oleh Ir. Rusmini MM. Selaku Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar, Tim Evaluasi P2WKSS dan KSI Prov. Kal-Sel, Ketua TP PKK Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kepala Desa Surian Hanyar beserta ketua TP PKK desa Surian Hanyar, Penyuluh KB, para kader PKK dan warga masyarakat lainnya.

Sebelum acara dimulai terlebih dahulu diberikan sosialisasi PUP oleh Ir. Ir. Fakhruddin selaku Penyuluh KB Kec. Cintapuri Darusalam, dilanjutkan sambutan Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar, Ir. Rusmini MM, Sekaligus membuka acara tersebut. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kaum wanita tidak bisa di anggap remeh dan dipandang sebelah mata bahkan dianggap sebagai kaum rumahan, tetapi saat ini wanita semakin dituntut perannya untuk ikut mengisi dan berpartisipasi dalam pembangunan, Pemerintahan maupun kemasyarakatan. Termasuk upaya memberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga.

Karenanya pembangunan kedepan sangat membutuhkan aliansi, kerja sama, dukungan yang sejajar antar semua komponen masyarakat, tidak terkecuali bagi kaum perempuan, yang dimulai dari lingkungan keluarga, kewilayahan hingga Bangsa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kal- Sel menambahkan bahwa Pemerintah Kal-Sel terus berharap peran aktif seluruh lapisan masyarakat termasuk kaum perempuan dalam program pembangunan yang berlangsung di daerah, selain menyandarkan kepada seluruh aparatur pemerintah dan para pemangku kepentingan (Stake Holder) yang ada. Yang jelas Pemberdayaan Perempuan adalah sesuatu hal yang harus terus menerus dilakukan, ungkap beliau.

Program P2WKSS dan KSI dari tahun ke tahun dapat semakin bersinergi dengan beberapa program dari Instansi dan Lembaga yang lain. Harapannya kegiatan ini akan mempunyai daya ungkit yang lebih besar dengan motor penggeraknya yaitu kaum perempuan. Dengan demikian tujuan kemandirian keluarga bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan dan bidang lainnya dapat terwujud dengan baik.






Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan Mataraman

PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama-pun terjadi pada usia yang cukup dewasa.

Rabu 25 April 2018 bertempat di Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Mataraman dilaksanakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan, acara dikuti oleh siswa-siswi SMA 1 Mataraman serta guru BK, Penyuluh KB, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakilkan oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, M.AP.

Tujuan dari PUP ini sendiri adalah memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.