BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Minggu, 02 Agustus 2020

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Gelar Orientasi Lini Lapangan Tk. Kecamtan

Untuk mensukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tidak bisa dipisahkan dari upaya penggerakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana  (Bangga Kencana) di tingkat lini lapangan. Kegiatan lini lapangan bisa dikatakan sebagai ujung tombak keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Dimasa New Normal Covid 19 sekarang ini perlu peran aktif tenaga lini lapangan, guna mencegah terjadinya putus pakai kontrasepsi yang mengakibatkan unmeet need dan drop out, serta agar ibu, bayi, balita dan keluarga tetap sehat. Tenaga lini lapangan ini adalah  orang-orang yang memiliki kepedulian dalam pengelolaan dan pelaksanaan Program Bangga Kencana di lini lapangan yaitu PLKB/PKB, IMP (PPKBD dan Sub PPKBD, Kelompok KB KS, Kader Pokja).

Maka untuk meningkatkan peran petugas lini lapangan dalam pembangunan dan pembinaan kegiatan-kegiatan dimasyarakat, Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar melaksanakan Orientasi tenaga lini lapangan disemua Kecamatan  di Kabupaten Banjar  dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid 19. Kegiatan orientasi tenaga lapangan ini sendiri sudah dilaksanakan dibeberapa kecamatan dikabupaten Banjar. antara lain Kecamatan Sambung Makmur dan Kecamatan Pengaron yang mana kegiatan ini di hadiri langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar Ibu Dra. Hj. Siti Hamidah, M.Si beserta Kepala Bidang KB KS Ibu Alfisah, SKM, MM, pada hari Selasa, 28 Juli 2020 bertempat di Aula Kecamatan Sambung Makmur. Pada kesempatan tersebut juga hadir Camat Sambung Makmur, Bapak Sukasto.

Camat Sambung Makmur, Sukasto menyampaikan perlunya penyuluhan kepada masyarakat Kecamatan Sambung Makmur tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), dikarenakan masih banyak masyarakat yang menganut budaya menikah muda dan angka perceraian di Kabupaten Banjar yang masih tinggi dan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dalam berbagai kegiatan karena Kecamatan Sambung Makmur yang dulunya merupakan zona hijau kini terdapat 1 (satu) kasus Covid 19.

Dra. Hj. Siti Hamidah, M.Si, selaku Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar dalam sambutannya menjelaskan bahwa Keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) terletak pada mekanisme lini lapangan dimana Tenaga Lini Lapangan sangat penting karena mereka sebagai ujung tombak dalam keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). 
Sementara Kabid KB KS, Alfisah SKM, MM memaparkan beberapa hal terkait Pengelolaan data rutin dengan menggunakan format R/1 PUS / BOKB yang merupakan data dasar untuk melaksanakan KIE kepada calon akseptor dan pembinaan kepada akseptor KB, serta pembinaan peserta KB pasca pemakaian Alat Kontrasepsi berkaitan dengan kondisi pandemi covid 19 saat ini.
Di hari selanjutnya, yakni hari Rabu, 29 Juli 2020 bertempat di Aula Kecamatan Pengaron, kembali Dinas P2KBP3A Kab. Banjar melaksanakan kegiatan Kegiatan Orientasi Tenaga Lini Lapangan  yang dihadiri Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar Ibu Dra. Hj. Siti Hamidah, M.Si dan Kepala Bidang KB KS Ibu Alfisah, SKM,MM. yang mana juga sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.
Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Ibu Dra. Hj. Siti Hamidah, M.Si, dalam hal ini menjelaskan Peran PPKBD dan Sub PPKBD  sangat penting karena mereka sebagai ujung tombak dalam keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), beliau juga mengarahkan untuk mempersiapkan Kecamatan Pengaron sebagai Kecamatan dan Desa Ramah Anak.
Kabid KB KS, Alfisah SKM, MM juga menambahkan tentang Pengelolaan data rutin dengan menggunakan format R/1 PUS/BOKB serta pembinaan peserta KB pasca pemakaian Alat Kontrasepsi.
Diharapkan dengan dilaksanakannya Orientasi Tenaga Lini Lapangan ini dapat meningkatkan peran tenaga lini lapangan yang berdampak menurunkan unmeet need dan drop out serta meningkatkan akseptor KB MKJP dan meningkatkan peran aktif pengembangan kelompok  BKB, BKL, BKR, PIK R dan UPPKS dikabupaten Banjar.

Kamis, 16 Juli 2020

Desa Rantau Bujur gelar Pembuatan Masker dengan Pewarna Alami

14/7/2020 Desa Rantau Bujur Kecamatan Telaga Bauntung telah dilaksanakan kegiatan life skill dalam pelatihan keterampilan membuat masker serta cara pewarnaan dari bahan alami

Acara di buka oleh camat Telaga Bauntung Yuana Karta Abidin, SSTP didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan Ir.Rusydah serta Koordinator Penyuluh KB Kec.Telaga Bauntung H.Ahmad Munib.

Kegiatan life skill ini di ikuti sebanyak 10 peserta dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 14 s/d 15 Juli 2020,dengan materi 1. Pengenalan bahan pembuatan masker ; 2. Pengenalan bahan pewarnaan dari bahan alami ; 3. Praktek membuat masker dan pewarnaan alami.

Rabu, 15 Juli 2020

DP2KBP3A Kab.Banjar turut ramaikan TMMD ke-108 di desa Bi'ih Kec.Karang Intan

Melalui integrasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 1006 Martapura dan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) tahun 2020, melaksanakan Bakti Sosial Kesehatan yakni, Pelayanan KB, Pengobatan Gratis dan sunatan massal bertempat di Desa Bi’ih Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa 14 Juli 2020.
Dalam kegiatan tersebut Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar turut berpartisipasi untuk memberikan pelayanan KB gratis melalui Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) dalam rangkaian TMMD le-108 sekaligus Peringatan Hari Keluarga Nasional ke- 27.
Kepala Bidang KB KS Alfisah, SKM, MM mengatakan, pelaksanaan pelayanan KB ini merupakan kerjasama antara BKKBN dan TNI untuk memberikan pelayanan KB bagi masyarakat desa yang sulit dijangkau. “Kita manfaatkan momentum TMMD ini untuk melaksanakan bakti sosial pelayanan KB gratis bagi masyarakat terpencil,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Ir.H. Ramlan,MA, yang meninjau langsung pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Sementara Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Karang Intan Abd. Sahid mengatakan kegiatan Penyuluhan dan Pelayanan KB gratis yang digelar merupakan bentuk dukungan kita terhadap program TMMD yang ke-108, karena itu bersama para kader desa kami siap membantu dalam pelayanan kali ini”, ucapnya.
sedikitnya 39 akseptor dapat terlayani dengan baik, 36 dengan alat kontrasepsi berupa Implant dan 3 dengan alat kontrasepsi IUD, pemasangan alkon sendiri di lakukan di dua tempat yakni di MUYAN dan ditenda yang sudah disediakan.
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah daerah terpencil yang berada di Kabupaten Banjar.

Rabu, 08 Juli 2020

Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi TSP/CSR/PPM Kab. Banjar sekaligus Pengukuhan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Periode 2020 - 2023


Bertempat di Aula mahligai Pemda Kab.Banjar , KH. Khalilurrahman kukuhkan kepengurusan  Pengukuhan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia ( APSAI) sekaligus Forum Komunikasi TSP/ CSR/PPM Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar periode 2020 - 2023.

Bupati Banjar  “menyampaikan dalam perkembangan Kab. Banjar hak anak serta kesejahteraannya perlu mendapat perhatian khusus. Tidak hanya APSAI saja yang memiliki peran dalam hal itu, namun dibutuhkan juga kepedulian masyarakat terhadap masa depan anak, anak adalah generasi penerus bangsa. Sehingga perlu sejak dini diperhatikan agar tidak mempengaruhi tumbuh kembang anak yang mengarah pada perkara negatif” terangnya.

APSAI menjadi wadah sinergi dan percepatan upaya perlindungan anak, terutama untuk memastikan peran serta sektor swasta menjadi mitra pemerintah, untuk berkontribusi dalam pemenuhan hak-hak anak, Jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Banjar selaku penanggung jawab dalam kepengurusan ini dengan terbentuknya forum CSR atau pun kepengurusan APSAI Kab. Banjar yang baru saja dikukuhkan Kab.Banjar, peran Dunia Usaha dapat membantu Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan dan hak anak,  perhatian terhadap anak baik itu pemenuhan hak anak ataupun perlindungan terhadap anak itu sendiri, jika APSAI bisa menjalankan programnya dengan baik, bisa memberi nilai tambah untuk mempercepat atau mewujudkan Kabupaten Banjar menjadi Kota Layak Anak, tambahnya.

Senin, 29 Juni 2020

Pelayanan Sejuta Akseptor di Kabupaten Banjar, dalam rangka Peringatan Harganas ke-27

Dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tahun 2020 BKKBN dengan program pelayanan sejuta akseptor serentak diseluruh Indonesia, maka dengan ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan 
Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar juga turut menyelenggarakan Pelayanan KB gratis diberbagai kecamatan diKabupaten Banjar, dan berpusat di Pendopo Pemda Banjar, Senin 29 Juni 2020.
Sebelum dimulai terlebih dahulu dari pemerintah daerah melakukan live streaming dengan Perwakilan BKKBN Kal-Sel beserta Kabupaten lainnya untuk persiapan kegiatan tersebut.
Kegiatan pembukaan Harganas yang mengusung tema “Melalui Keluarga Kita Wujudkan Sumber daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Maju” dihadiri oleh Bupati Banjar, K.H. Khalilurrahman beserta Ketua tim Penggerak PKK Kab. Banjar Hj. Raudathul Wardiyah, Sekda Banjar, Dandim 1006 Martapura beserta istri, Kapolres Banjar, Para Asisten, Kepala SKPD, Penyuluh KB, dan para akseptor yang dilayani dalam kegiatan tersebut.
Dalam laporannya Dra. Hj. Siti Hamidah M,Si menyampaikan bahwa peningkatan peserta KB Aktif di kab. Banjar sudah mencapai target bahkan lebih, “Dinas P2KBP3A Kab. Banjar dalam hal ini terus bergerak sampai ke daerah pelosok untuk selalu melayani dan mengedukasi 
masyarakat melalui KB mobile’’, hal ini juga bentuk upaya kita untuk mencegah terjadinya fenomena Baby Boom dimasa New Normal Pandemi Covid 19, tambahnya.
Hal ini juga mendapat dukungan dari Bupati Banjar, dalam sambutannya dihalaman Pendopo Martapura.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada juara pertama PKB/PLKB non PNS terbaik Tk. Provinsi Kal-Sel tahun 2020 atas nama Fitriyani S.Sos dan juara 3 pemilihan kader institusi masyarakat pedesaan (IMP) terbaik Tk. Provinsi atas nama Lilis Setiawati S.Pd, 
serta pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak covid 19.
Sementara pelayanan KB gratis dilakukan melalui Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) dengan alkon berupa IUD dan Implant. Salah seorang akseptor mengatakan bahwa dimasa pandemi sangat sulit untuk ber-KB karena banyak faskes yang tidak bisa melakukan pelayanan, makanya dengan KB Mobile seperti ini sangat membantu sekali, ujarnya.

Link YouTube

Kamis, 25 Juni 2020

Pelayanan KB mobile antisipasi terjadinya Baby Boom di masa new normal di kecamatan mataraman

Pelayanan KB Mobile desa sei jati kec. mataraman
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar terus berupaya memastikan keberlangsungan penggunaan alat dan obat kontrasepsi selama masa pemulihan dari bencana Covid-19, seperti Pelayanan KB bergerak, kunjungan ke PUS yang memerlukan kontrasepsi. Menurunkan angka putus pakai alat dan obat kontrasepsi sehingga mencegah KTD dengan cara mengoptimalkan peran PKB/PLKB dan penggerakan Mobil Unit Pelayanan KB ke masyarakat untuk KIE Pencegahan Covid-19. kali ini bertempat di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman, sebanyak 53 akseptor telah berhadir untuk mendapatkan pelayanan KB secara gratis pada hari kamis, 25 Juni 2020.
Dalam kegiatan ini DP2KBP3A Kab. Banjar melalui bidang KB KS dan Pengendalian Penduduk bekerjasama dengan koordinator PLKB Kec. Mataraman, kepala puskesmas Kecamatan Mataraman beserta tim dan bidan desa, Kodim 1006 Martapura, serta para kader.
Dalam sambutannya Kabid KB KS, Alfisah SKM. MM menjelaskan tentang Pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan jumlah anak dapat dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuan ber KB untuk menghindari “empat terlalu”, yaitu terlalu sering melahirkan (lebih dari 2 anak), terlalu dekat jarak antarkehamilan (kurang dari 2 tahun), usia terlalu muda saat hamil (kurang dari 20 tahun), dan usia terlalu tua saat hamil (lebih dari 35 tahun), terangnya.
Sementara Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi bidang Pengendalian Penduduk H. M. Syairoji, SKM menekankan bahwa disaat Pandemi Covid-19 ini, sebaiknya masyarakat mulai mengatur perencanaan kehamilan. Setiap kehamilan seharusnya direncanakan dan diinginkan. Namun pada kenyataannya banyak pasangan suami istri yang tidak dapat memenuhi kondisi tersebut. Oleh karena itu penting untuk merencanakan kehamilan dan menentukan jumlah anak dari sejak awal pernikahan melalui program Keluarga Berencana (KB), Jelasnya.
Selama kegiatan juga diterapkan metode sosial distancing agar selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun, serta selalu memakai masker seperti yang ditekankan oleh Peltu Samsul Hadi dari Kodim 1006 martapura.
Pelayanan KB berlangsung cepat dan lancar yang dilaksanakan di dua tempat yakni di Mobil Unit Pelayanan KB dan di Sekretarian PKK desa Sungai Jati, dengan pemasangan alkon berupa implant maupun IUD.
Ahsanul Basri, selaku Koordinator PLKB Kecamatan Mataraman mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh pihak yang sudah membantu untuk kelancaran kegiatan ini, “dampak mewabahnya Covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap rentannya terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) yang dikarenakan adanya penurunan jumlah pelayanan KB secara nasional dari masing-masing jenis alat obat kontrasepsi (alkon). Hal ini dindikasi bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) yang memerlukan kontrasepsi tidak bisa mengakses layanan kontrasepsi di faskes dan menunda ke faskes selama Covid-19 jika tidak dalam kondisi gawat, karena adanya kekhawatiran PUS yang memerlukan kontrasepsi tertular Covid-19. Maka dari itu sistem pelayanan KB mobile adalah solusi yang tepat untuk kembali meningkatkan pelayanan KB dan mencegah terjadinya baby boom, tambahnya.

Link YouTube

Pelayanan KB Mobile dan Sosialisasi KIE Lapangan Tk.Kec. Telaga Bauntung

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebut, dibanding tahun 2019, terjadi penurunan lebih dari satu juta layanan Keluarga Berencana (KB) selama Januari – April 2020. Kondisi tersebut dapat membuat angka kehamilan yang tidak direncanakan meningkat sehingga terjadi ledakan penduduk.

Itu sebabnya, masa normal baru setelah meredanya pandemi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali pelayanan KB. “Pemerintah sudah berkomitmen menggencarkan kembali program KB untuk menurunkan angka kelahiran sehingga penduduk Indonesia tumbuh seimbang. Namun, selama pandemi kita melihat penurunan partisipasi KB cukup besar,” kata Kepala Bidang KB KS, Alfisah, SKM. MM dalam acara Pelayanan KB dan sosialisasi edukasi KIE pada Masa New Normal”  yang dilaksanakan di kecamatan Telaga Bauntung, Selasa 23 Juni 2020. Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap pelaksanaan program KB yang selama ini mengandalkan kegiatan tatap muka dalam sosialisasi, penyuluhan, dan pemberian layanan kontrasepsi, tambahnya.

Pada kegiatan tersebut sedikitnya 17 akseptor dapat dilayani di dua tempat, di balai penyuluhan KB kecamatan Telaga Bauntung dan di mobil unit pelayanan KB (MUYAN) dengan metode alat kontrasepsi berupa implant dan IUD. Dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bekerja sama dengan bidang pengendalian penduduk, Penyuluh KB, para kader dan bidan desa, juga turut dihadiri oleh Camat Telaga Bauntung.
Dalam sosialisasi yang disampaikan juga ditekankan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti sosial distancing (jaga jarak), selalu menggunakan masker, mengurangi sentuhan langsung dan selalu mencuci tangan.
link YouTube