BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Minggu, 26 Mei 2019

RAPAT KOORDINASI PPRG KABUPATEN BANJAR

Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) adalah strategi percepatan pelaksanaan PUG yang berupa instrument untuk mengatasi adanya perbedaan atau kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan bagi perempuan dan laki-laki, untuk mewujudkan anggaran yang berkeadilan yang telah dikukuhkan melalui Surat Edaran Bersama Empat Menteri yaitu Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Bappenas tentang Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender.

KUntuk memperkuat koordinasi baik ditingkat teknis maupun kebijakan telah dibentuk Tim Pengerak PPRG, untuk meningkatkan pemahaman tugas masing-masing anggota maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan Rapat Koordinasi PPRG bertempat di Aula BAPPEDA, Kab. Banjar Kamis (23/5/2019).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, serta diikuti oleh Peserta sebanyak 50 org terdiri dari seluruh kasubbag perencanaan di SKPD Kab. Banjar.

Dengan narasumber yakni Drs. H. Masruri, MM staf ahli bidang kemasyarakatan & SDM dan Ismiyati Rukyaningsih, M.Pd Kasi KHPK Dinas PPPA Prov Kalsel.

Dalam sambutannya beliau berharap melalui rakor ini masing–masing Tim PPRG dapat memahami tugasnya masing-masing, sehingga implementasi dari kegiatan PUG semakin baik kedepannya.


Video :

Minggu, 19 Mei 2019

Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak

Kegiatan Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Kab. Banjar berlangsung lancar, 16 Mei 2019, kegiatan ini di selenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar, bidang Pemberdayaan Perempuan (PP).

Dalam Sambutannya Kepala Dinas P2KBP3A, Dra. Hj. Siti Hamidah M, Si Berharap,Seluruh pihak terkait dapat berperan aktif dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

“Dalam Kegiatan ini akan di pelajari tentang Penyusunan Data Terpilah Gender dan Anak, sehingga terkumpulnya data terpilah menurut jenis kelamin, status, kondisi perempuan dan laki-laki di seluruh bidang pembangunan yang meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan ketenagakerjaan, bidang politik dan pengambilan keputusan, bidang hukum, sosial budaya & kekerasan.”

Strategi Pengaurusutamaan Gender ditetapkan dengan instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2000 tentang Pengaurusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, Adanya instruksi kepada seluruh pimpinan di instansi Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengarusutamakan perspektif gender ke dalam setiap tahapan pembangunan, baik dalam perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Kegiatan Rapat Koordinasi Gender dan Anak ditutup oleh Kepala Bidang PP Ir. Rusydah berharap semoga kegiatan ini dapat memberikan gambaran gender dan anak secara menyeluruh disetiap tingkat administrasi dalam rangka penyusunan rencana kegiatan yang berbasis gender secara berhasil dan berdaya guna.

Untuk diketahui,Kegiatan ini di isi oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya serta di hadiri peserta dari SKPD Se-Kab. Banjar, kepolisian. Serta berbagai pihak terkait.

Rabu, 15 Mei 2019

Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan

Rabu 15 Mei 2019, telah dilaksanakan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Tingkat Kecamatan, yang dilaksanakan di Desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk, sosialisasi ini bertujuan memberikan pengertian kepada peserta khususnya ibu-ibu rumah tangga agar lebih memperhatikan putera puterinya yang sedang menganjak dewasa, di zaman yang semakin berkembang ini para orang tua di harapkan lebih bijak lagi memberikan smartphone, dikarenakan dampak dari smartphone itu sendiri sangat berbahaya apabila digunakan tidak pada tempatnya. Penggunaan MKJP yang tepat terhadap ibu-ibu juga di tekankan terutama yang tidak mengandung hormone agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan mereka.




Sekolah Ramah Anak Kabupaten Banjar

Verifikasi Lapangan oleh Kementerian PP PA didampingi Tim PP PA Prop. Kalsel dan Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Bidang Perlindungan Anak di MAN 4 Banjar, yang mana sekolah tersebut terpilih dalam 5 (lima) terbaik sekolah ramah anak se-Indonesia.






Minggu, 05 Mei 2019

Sosialisasi Perlindungan Anak Berbasis Sekolah di Kab. Banjar

Sosialisasi tentang Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Sekolah telah dilaksanakan di Aula BKD Martapura, 2 Mei 2019. Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, Dra. Hj, Siti Hamidah, M. Si yang juga selaku Narasumber pada kegiatan tersebut beserta Narasumber lainnya dari Dinas PPPA provinsi Kal-Sel dan dari Polres Banjar, adapun peserta Sosialisasi ini adalah guru-guru BP, pelajar, dan penyuluh.

Kepala DP2KBP3A dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakkan dan melaksanakan berbagai program yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak seperti pengembangan kabupaten / kota layak anak (kla), sekolah ramah anak (sra), pembentukan forum anak, pengadilan ramah anak, dan lain-lain. Dimana semua program tersebut diratifikasi seluruh kabupate/kota se-Indonesia termasuk Kab. Banjar.

Melalui kegiatan Sosialisasi ini, seluruh pihak yang terkait diharapkan mampu mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada dilingkungannya sendiri. Pengertian dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Sekolah adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok pada tingkat Sekolah yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Selasa, 30 April 2019

Perempuan Kab. Banjar Mengikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Martapura, 30 April 2019 Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan TP PKK Kab. Banjar mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah bagi Perempuan melalui pemberian materi secara teori maupun praktek secara langsung di Aula Mahligai Sultan Adam Pemda Banjar.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas DP2KBP3A Kab. Banjar, Dra. Hj. Siti Hamidah, M. Si dan dihadiri Puluhan kader perwakilan dari tiap kecamatan di Kab Banjar yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias mendengarkan pelatihan yang disampaikan oleh Narasumber dari Muslimat NU Ibu Isnaniah, S. Pd dan Ibu Hj. Darsiah Sebagai Ketua Pokja I TP PKK Kab. Banjar.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan tentang hal yang harus dilakukan terhadap jenazah setelah meninggal, seperti memejamkan kedua matanya, mengikat kedua bibirnya, menggerak-gerakkan dan melemaskan persendiannya, mengikat kedua kakinya agar tidak keluar kotoran, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya dan meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak kembung seperti pisau dan lainnya.

Adapun syarat memandikan bagi mayit antara lain beragama Islam, berakal, amanah, ‘Alim dan merahasiakan dengan tatacara memandikan yakni meletakkan mayit di atas pemandian, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga dan menutup auratnya, mendudukkan dan menekan perut mayit dengan tangan kanan sambil diurut-urut tiga atau lima kali untuk mengeluarkan sisa kotoran yang ada, menggunakan sarung tangan atau kain untuk membersihkan mayit di bawah kain penutupnya.

“Cara pertama memandikan mayat adalah memulai dengan mewudhukan mayit seperti wudhunya sholat, Pemandian pertama dengan menggunakan air yang dicampur daun bidara hingga berbusa dan hendaknya Mulai dengan membasuh kepala, wajah, dada dan ketiak mayit tiga kali” papar narasumber pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya, juga menyampaikan upaya mengafani jenazah, hendaknya dengan sesuatu yang dapat menutup seluruh badannya meskipun dengan satu baju dan hukumnya adalah fardhu kifayah, serta harus memperhatikan seperti kain yang dipergunakan untuk mengafani mayat adalah kain yang bagus, suci dan bisa menutupi semua badan mayat, kain kafan hendaknya berwarna putih, diolesi dengan minyak atau wewangian, dengann kain kafan yang dipergunakan untuk laki-laki sebanyak 3 (tiga) lapis, dan untuk perempuan sebanyak 5 (lima) lapis .

Ir. Rusydah selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan menambahkan “Pemulasaran jenazah ini sangat penting dan wanita harus bisa supaya kalau ada keluarga kita yang meninggal banyak kader muslim yang bisa mengurus jenazah dengan baik dan benar ”ungkap beliau.

Selain itu, menurutnya ada hikmah yang dapat diambil dari tata cara pengurusan jenazah, seperti memperoleh pahala yang besar, menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi diantara sesama muslim, membantu meringankan beban kelurga jenazah dan sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dideritanya, mengingatkan dan menyadarkan manusia bahwa setiap manusia akan mati dan masing-masing supaya mempersiapkan bekal untuk hidup setelah mati, dan sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, sehingga apabila salah seorang manusia meninggal dihormati dan diurus dengan sebaik-baiknya menurut aturan Allah SWT dan RasulNya.


Minggu, 21 April 2019

Pelayanan KB Mobile dan KIE Lapangan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Aluh-Aluh

Selasa, 16 April 2019 salah satu rangkaian kegiatan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang KB dan Pengendalian Penduduk menggelar Pelayanan KB gratis disertai Sosialisasi KIE di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Aluh-Aluh.

Adapun kegiatan dimulai dengan sosialisasi KIE, oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, M.AP dan Kasi Pengendalian Penduduk Agus Suprantio S. ST MPH, dalam hal ini masyarakat terlihat antusias dan aktif pada bagian Tanya jawab seputar kesehatan reproduksi sampai dengan alat kontrasepsi jangka Panjang, serta pentingnya deteksi dini Kanker Serviks.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan pelayanan KB, dengan akseptor sebanyak 50 peserta baik bongkar maupun pasang. Adapun alat kontrasepsi yang menjadi pilihan adalah implant dan IUD yang mana alat kontrasepsi jenis ini adalah alat kontrasepsi jangka panjang serta tidak mempengaruhi hormone, seperti yang di informasikan melalui sosialisasi.

Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi mensukseskan program KB 2 anak cukup bahagia sejahtera sekaligus untuk melakukan advokasi KIE, Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari tingkat kecamatan.
Video :
https://www.facebook.com/bptigaakb.kabupatenbanjar/videos/1115394425330642/?__tn__=%2CdC-R-R&eid=ARDadhBmBUQVFFCgCzP9qziIEcMjpHCXqIT_TCn14DBBG5C-KgB76V7rcyfuOKDttg5KO7s8Kzbwwskp&hc_ref=ARRA_QXvgXgmS3typ8GsEoZ9Nn0hN6wE0lrgRv6KoV1qFyAEZSyD5RhFcp80i7Pbh8c&fref=nf