BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Minggu, 12 November 2017

Workshop Tentang Potensi Organisasi yang Berperan dalam Bidang Perempuan di Kabupaten Banjar

Berdasarkan asas Kesetaraan gander yang berarti suatu keadaan dimana perempuan dan laki-laki menikmati status yang setara dan memiliki kondisi yang sama untuk mewujudkan secara penuh hak-hak asasi dan potensinya dalam semua bidang kehidupan. Keadilan gander berarti suatu kondisi adil untuk perempuan dan laki-laki melalui proses kultural dan struktural yang menghentikan hambatan-hambatan aktualisasi bagi pihak-pihak yang karena jenis kelaminnya mengalami hambatan-hambatan secara struktural maupun kultural.

Dan jika melihat keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan keterlibatannya sangat jauh sekali seperti contoh saat ini bila dilihat kaum perempuan sudah mampu menjadi kemudi ketika membawa perahu yang mana hal itu telah menggambarkan bahwa Kaum perempuan juga bisa menjadi kemudi atau pemimpin di tengah masyarakat karena telah memilki potensi. ketika kita melihat bapak-bapak yang kini duduk menjadi pejabat adalah merupakan hasil dari didikan kaum perempuan juga dan kaum ibu yang melahirkan pejabat-pejabat sekarang adalah ibu-ibu perkasa, ketika kita ingin melihat keberhasilan seorang ibu maka kita harus melihat anak-anak mereka, kalau anak-anaknya berhasil berarti ibu itu berhasil.

Maka untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi pada diri perempuan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar menggelar Kegiatan workshop Tentang Potensi organisasi yang berperan dalam bidang perempuan.

Adapun 400 peserta yang hadir terdiri dari berbagai organisasi dan kelompok perempuan yang ada di Kabupaten Banjar, antara lain PKK Kabupaten Banjar dan PKK Kecamatan, Gabungan Organisasi Wanita, Dharmawanita Persatuan, Bhayangkari Kabupaten Banjar, Persit Kodim 1006 dan Organisasi Kemasyarakatan yang berkiprah di Bidang Perempuan, Rabu 8 November 2017 di Wisma Yulia BKD , Martapura Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender di Daerah khususnya Kabupaten Banjar yang mana tingkat partisipasi perempuan masih lebih kecil persentasinya dibandingkan laki-laki. Dimana dalam hal perencanaan dan penganggaran pembangunan masih adanya kesenjangan antara Akses, Partisipasi, Kontrol, Manfaat sehingga Indeks Pemberdayaan Gender belum maksimum. Pada Acara ini juga dihadiri Ibu Bupati Banjar Hj. Raudatul Jannah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar beserta Skretaris Daerah Ir. H. Nasrunsyah MP .

Dilanjutkan sambutan oleh Ketua TIM Penggerak PKK Kab. Banjar, dalam sambutannya beliau menyambut baik kegiatan ini, “dimana 10 program pokok PKK yang selalu kita laksanakan melibatkan kaum perempuan yang tentu tak lepas dari dukungan kaum laki-laki. Kegiatan PKK yang antara lain bidang kesehatan , pendidikan, keterampilan, pola asuh, PKDRT, dan lain-lain. Dalam era modern sekarang peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan telah terbuka lebar, tinggal bagaimana kita perempuan untuk mengambil keputusan peran apa yang kota ambil misalnya sebagai guru, pekerja sosial, PNS, anggota dewan, pengusaha, Ibu Rumah Tangga sebagai pendamping suami dll” terang beliau.

Begitu pula Sekretaris Daerah Ir H. Nasrunsyah MP yang sekaligus memberi sambutan dan membuka kegiatan workshop tersebut, dalam hal ini pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini,” Saya berharap dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan, khususnya di Kabupaten Banjar menuju Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah akan terwujud” tambah beliau.

Kepala Dinas P2KBP3A Ir. Hj. Rosana Mardina MS menuturkan, tujuan lain acara ini yaitu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perempuan dalam pengambilan keputusan, dan menumbuhkan prilaku kepemimpinan yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender. “saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan potensi perempuan dalam berorganisasi dan dapat meningkatkan partisipasi sebagai tokoh penggerak dalam memperjuangkan aspirasi,” ucap beliau.

Dalam acara tersebut para peserta sangat antusias mendengarkan paparan dari Dr. Ir. Hidayatullah, SE, S.IP, MM, MP dan Hj. Masitah Umar selaku Narasumber pada workshop tersebut.

Sebelum penutupan para peserta dibagikan blanko tentang tujuan mereka dalam organisasi, yang nantinya akan dipilih untuk direalisasikan Bersama, dan kegiatan pun ditutup dengan laporan dari Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Ir. Rusydah, maka dengan diadakannya kegiatan woekshop tersebut diharapkan dapat memberikan informasi tentang kegiatan organisasi perempuan yang pada akhirnya bisa menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender di Kabupaten Banjar serta dapat mewujudkan perempuan dan anak Indonesia yang berkualitas, mandiri dan berkepribadian kedepannya.





Rapat Data Terpilah Gender dan Anak Kabupaten Banjar Th.2017

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Rapat Data Terpilah Gander dan Anak di Aula Kantor DP2KBP3A Kab. Banjar Kamis 2 November 2017 Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk Menyamakan persepsi dan komitmen bidang pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Meningkatkan koordinasi antar berbagai pihak terkait, serta Meningkatkan pemahaman dan kemampuan sumber daya manusia.

Rapat Data terpilah gander dan anak diikuti oleh berbagai instansi maupun organisasi terkait dikabupaten Banjar.

Sekretaris DP2KBP3A Ibu Ir. Rusmini dalam sambutannya beliau mengharapkan agar peserta Rapat Data, Terpilah Gender dan Anak dapat mengikuti Rapat dengan sungguh-sungguh mengingat pentingnya kegiatan ini dalam rangka percepatan pembangunan di daerah dengan memanfaatkan data, informasi gender dan anak sebagai salah satu instrumen dalam melaksanakan perencanaan maupun evaluasi program/kegiatan pembangunan di daerah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Andi Murni serta Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Ibu Ir. Rusydah .

Rapat Data terpilah gander dan anak ini dilaksanakan bertujuan untuk membuat wadah komunikasi antar SOPD dan lintas sectoral, yakni dalam penyediaan data terpilah gender dan anak yang berkualitas serta membangun jejaring antar SOPD untuk memperlancar ketersediaan data terpilah dan informasi yang diperlukan.




Peresmian Kampung KB di Desa Bawahan Seberang Kec. Mataraman

Sebagaimana kita ketahui, salah satu program prioritas BKKBN, yaitu pembentukan pengembangan dan intensifikasi Kampung KB yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Ir. Joko Widodo agar manfaat program KKBPK dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat utamanya.

Rabu, 8 November 2017 bertempat di Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman, Peresmian Kampung KB kembali di resmikan, turut hadir pada acara tersebut Bupati Banjar yang kali ini diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Pemasyarakatan dan SDM Bapak Drs. H. Masruri sekaligus meresmikan Kampung KB “Harapan Masa” Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman, turut berhadir Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel Bapak Drs. H. Akhmad Sajali, Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar, Camat Mataraman, Kapolsek Mataraman, KUA Mataraman, Kepala UPT Pendidikan, Kepala UPT Puskesmas Kec. Mataraman, Kepala Desa Bawahan Seberang, Tokoh Agam, Tokoh Masyarakat dan instansi terkait.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan laporan penyelenggara oleh Bapak Camat Mataraman Drs. H. Rubaini, dilanjutkan sambutan dari Bupati Banjar yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Pemasyarakatan dan SDM Bapak Drs. H. Masruri dalam sambutannya beliau berterimakasih yang setinggi-tingginya atas terciptanya Kampung KB khususnya kepada DP2KBP3A Kabupaten Banjar dan Kepada Camat Mataraman serta jajarannya dan semua SOPD Teknis yang terlibat untuk mendukung Program KB ini dan kepada para Pambakal khususnya Pambakal Bawahan Seberang Bapak Abd Muis.

Dilanjutkan penyerahan sarana kerja oleh Bapak Drs. H. Masruri yang didampingi oleh Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar Ibu Ir. Rusmini kepada PPKBD Bawahan Seberang Ibu Masria, PPKBD Bawahan Pasar Ibu Riana, PPKBD Tanah Abang Ibu Ellys Susanti Nova, dan PPKBD Simpang Tiga Ibu Henny Erwina kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar Kampung KB “Harapan Masa” oleh pengelola Kampung KB.






Senin, 16 Oktober 2017

Pencanangan Kampung KB di Desa Simpang Warga Dalam Kecamatan Aluh-Aluh

Rabu 4 Oktober 2017,Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Kembali melaksanakan Pencanangan Kampung KB Berdasarkan Instruksi Presiden, Surat Edaran Mendagri Nomor: 440/70/SJ tanggal 11 Januari 2016 perihal Pembentukan dan Pencanangan Kampung KB, Dan Surat Edaran Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nomor. 475/430/2016 tanggal 10 Februari 2016 tentang Pembentukan dan Pencanangan Kampung KB. Kali ini Pencanangan Kampung KB dilaksanakan di Kecamatan Aluh-aluh, Pencanangan Kampung KB Kali ini di hadiri oleh Camat Aluh-Aluh, KUA, Polsek, Danramil, seluruh pambakal se-Kecamatan Aluh-Aluh, perwakilan instansi terkait dan masyarakat.

Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan penyelenggara koordinator penyuluh KB Kecamatan Aluh-aluh H. Misbahul Munir, S.Ag, sambutan dari Kepala Dinas DP2KBP3A Kab. Banjar yang diwakili Oleh Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar Dra. Hj Masitah dan dibuka oleh Camat Aluh-Aluh Saaludin, dalam kegiatan kali ini juga diisi dengan motivator perwakilan KB Pria dari Koramil oleh Zakier sebagai akseptor yang sudah melakukan pemasangan alat kontrasepsi bagi pria, (Vasektomi).

Dalam kegiatan tersebut juga di adakan pemberian bantuan sarana dan prasarana berupa BKB Kit, IUD Kit, Impant Kit, Sarana dan PPKBD Kit. Selain itu dari DP2KBP3A kab. Banjar melaksanakan pelayanan gratis untuk warga setempat yang ingin melakukan pemasangan Alat Kontrasepsi, (Implant, Pil, Suntik).

Tujuan dari Pembentukan Kampung KB ini adalah membumikan total Program KB di kehidupan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing masing serta memberikan arah dan pedoman bagi para Penanggungjawab dan Pengelola Program KKB Tingkat Kecamatan dan Desa, dalam melakukan penggerakan di wilayah kerjanya untuk mempercepat pencapaian indikator output program KKB menuju keluarga bahagia dan sejahtera.

Dan dengan diadakannya kampung KB ini diharapkan dapat menjadi suatu inovasi strategis dalam penguatan Program KKBPK dan Pembangunan sektor terkait di seluruh tingkatan wilayah, terutama sebagai suatu langkah implementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan serta memperluas cakupan penggarapan Program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kemudian terkait dengan upaya perluasan cakupan/jangkauan kegiatan Kampung KB diperlukan dukungan mitra kerja/stakeholders serta program dan kegiatan lintas sektor juga harus dapat di integrasikan di Kampung KB.

Dan Program ini tidak akan terlaksana tanpa adanya sinergitas antara instansi terkait dan masyarakat dalam proses perwujudannya dan dukungan dari semua warga di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh.










Minggu, 15 Oktober 2017

SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TK KECAMATAN MATARAMAN

Permasalahan kependudukan pada dasarnya terkait dengan kuantitas, kualitas dan mobilitas penduduk. Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga telah mengamanatkan perlunya pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional. Salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan kependudukan adalah Program Keluarga Berencana yang bertujuan mengendalikan jumlah penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), maka dalam hal ini kembali Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar mengadakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kampung KB juga masih menjadi sasaran tempat di adakannya sosialisasi ini, kali ini di Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman 27 September 2017 .

Bertempat dirumah Pambakal Desa Bawahan Seberang, 20 peserta dari lintas sektoral tingkat Kecamatan, Desa, Tokoh Masyarakat, KUA, Polisi, Danramil, dan Kader sudah berhadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi PUP dibuka oleh Camat Mataraman yang saat itu diwakili oleh Sekretaris Camat Mataraman.

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sendiri adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan kehamilan anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR).

Sementara Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan ini diperlukan karena dilatarbelakangi beberapa hal seperti Semakin banyaknya kasus pernikahan usia dini, Banyaknya kasus kehamilan tidak diinginkan, Banyaknya kasus pernikahan usia dini dan kehamilan tidak diinginkan yang menyebabkan pertambahan penduduk makin cepat, Karena pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan kualitas yang rendah, serta Menikah dalam usia muda yang menyebabkan keluarga sering tidak harmonis,sering cekcok, terjadi perselingkuhan, terjadi KDRT, dan rentan terhadap perceraian. Maka dengan ini diperlukannya beberapa persiapan saat menentukan untuk berkeluarga seperti Persiapan fisik, biologis, Persiapan mental, Persiapan sosial ekonomi, Persiapan Pendidikan dan ketrampilan serta Persiapan keyakinan dan atau agama, jelas Drs. H. Zainal Muttaqin selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk sekaligus mewakili sambutan Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar .

Para peserta pun terlihat antusias menyimak sajian yang dipaparkan narasumber, dan diharapkan adanya feedback dari peserta dengan narasumber untuk menangkap dan merespon apa yang sudah dijelaskan. Serta apa yang menjadi tujuan program pendewasaan usia perkawinan untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran dapat terealisasi dengan benar dan berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa. Menunda perkawinan dan kehamilan, Menjarangkan kehamilan dan Mencegah kehamilan.





SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TK KECAMATAN MARTAPURA TIMUR

Dalam Rangka upaya untuk mendewasakan daya pikir remaja dalam melangkah menuju jenjang rumah tangga, serta meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar mengadakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Bagi Remaja pada hari selasa 26 September 2017. Terkait dengan arahan dari pemerintah bahwa setiap Kabupaten, Kecamatan sampai desa harus dibentuk kampung KB, maka kegiatan sosialisasi ini pun dilaksanakan di Desa Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur sebagai salah satu Kampung KB di Kab. Banjar tepatnya dibalai Desa Sungai Kitano. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran dan persyaratan bagi mereka yang akan melaksanakan perkawinan dengan sasaran lintas sektor dalam wilayah Kecamatan tersebut, desa, tokoh masyarakat, kader serta orang-orang yang bisa memberikan motivasi untuk menunda perkawinan usia muda.

Sedikitnya 30 orang dari lintas sektoral tingkat Kecamatan, desa tokoh masyarakat, KUA, Polisi, Danramil serta para Kader telah berhadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Kepala DP2KBP3A Kab. Banjar yang saat itu diwakilkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin MM, dalam sambutanya mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat diperlukan dalam menjaga laju pertumbuhan penduduk agar pernikahan usia dini dapat ditekan/dihindari pada semua remaja, yang diawali dengan pergaulan bebas, aktivitas sex, dan narkoba. Apalagi dizaman modern dan di era globalisasi saat ini, Hp android yang banyak disalah gunakan dapat berakibat buruk pada remaja.

Kegiatan ini juga disambut dan di dukung oleh Sekretaris Kecamatan Martapura Timur yang mewakili Camat Martapura Timur, sebelum membuka kegiatan Sosialisasi ini beliau menambahkan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan bagi masyarakat, apalagi Desa Sungai Kitano sebgai Kampung KB.

Menurut Undang-undang perkawinan memang usia 16 Tahun untuk Wanita dan 19 Tahun untuk laki-laki sudah boleh melakukan perkawinan, namun di tinjau dari berbagai segi baik Kesehatan, Sosial, Ekonomi pada usia tersebut belum matang dalam membentuk suatu rumah tangga. Pemerintah pada umumnya, BKKBN khususnya Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar mempunyai program dan menyarankan bahwa Usia Ideal untuk melakukan Perkawinan Pertama bagi Remaja adalah 21 Tahun untuk Wanita dan 25 Tahun untuk Laki-laki. Perempuannya siap menjadi seorang ibu, laki-lakinya siap menjadi seorang bapak, dan siap untuk menjalankan 8 fungsi keluarga.

Para peserta pun antusias mendengarkan penjelasan dari Narasumber tentang pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan, untuk para remaja agar lebih berhati-hati dalam memilih dan memilah teman, gunakan masa remaja untuk menuntut ilmu mengembangkan pengetahuan demi masa depan sebagai Generasi Berencana.

Dari kegiatan Sosialisasi ini diharapkan adanya feedback dari peserta dengan narasumber terkait materi yang sudah disampaikan, sehingga peserta dapat menangkap dan merespon apa yang sudah dijelaskan tersebut.




Minggu, 24 September 2017

Pencanangan Kampung KB Desa Tambak Danau Kecamatan Astambul

Pencanangan Kampung Keluarga Berancana (KB) di Desa-Desa Wilayah Kabupaten Banjar terus berlanjut. Kali ini pencanangan Kampung KB Tingkat Desa dilaksanakan di Desa Tambak Danau Kecamatan Astambul, Kegiatan Pencanangan Kampung KB ini sendiri dibuka oleh Wakil Bupati Banjar H.Saidi Mansyur bersama Wakil Ketua TP PKK Hj.Nur Gita Tiyas Saidi Mansyur, Selasa 19 September 2017.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Benrencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kabupaten Banjar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Camat Astambul beserta tamu undangan lainnya baik dari Camat, Kepala SKPD, Pambakal, Jajaran PLKB, PKK Desa dan Masyarakat Desa Tambak Danau.

Dalam sambutannya H. Saidi Mansyur menjelaskan, dengan ditetapkannya Kampung KB ditingkat Kecamatan ini, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah kepada seluruh masyarakat, khususnya warga desa Tambak Danau yang ditetapkan sebagai kampung KB, sehingga masyarakat semakin terpacu untuk berperan aktif dalam mendukung tercapainya seluruh tujuan pembangunan Pemerintah Pusat, Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar.

Beliau berharap “Kedepannya program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga serta program terkait lainnya di setiap kecamatan menjadi semakin baik dan sukses, sehingga mengantarkan masyarakat Kabupaten Banjar menuju keluarga yang sejahtera”. “Mari kita bersama-sama melaksanakan kegiatan di kampung KB secara berkualitas dan utuh, saling menjaga sinergtitas antar sektor ditingkat jajaran. Hanya dengan cara itu, tujuan utama kita bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan barokah tercapai” tambahnya.

Dalam laporannya Kepala Dinas Kepala Dinas P2KBP3A Hj. Rosana Mardina, MS menyampaikan kegiatan pencanangan Kampung Keluarga Berencana ini merupakan tidak lanjut dari program nasional yang telah dicanangkan oleh Bapak Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 di Cirebon Jawa Barat, dan harus pula diikuti oleh desa-desa di seluruh indonesia, tidak terkecuali Desa-Desa yang ada di Kabupaten Banjar. “Kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan, baik itu program KB maupun Pembangunan Keluarga secara utuh di lapangan. "Kampung KB merupakan salah satu bentuk / model miniature pelaksanaan total program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di lingkungan terendah," tambahnya.

Selain itu DP2KBP3A Kab. Banjar Bidang KB juga melaksanakan pelayanan gratis melalui Mobil Unit Pelayanan ditempat yang sama. pada rangkaian acara dilakukan penandatanganan deklarasi dukungan kampung KB oleh Camat Astambul, Pembakal Desa Tambak Danau dan Forkades Kecamatan Astambul yang disaksikan langsung Oleh Wakil Bupati Banjar, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sarana kerja petugas pembantu KB Desa, penyerahan Implan KIT kepada Bidan Desa dan penyerahan bantuan secara simbolis berupa peralatan bayi kepada tiga orang ibu hamil oleh wakil Bupati Banjar didampingi Wakil Ketua TP PKK dan Kepala Dinas P2KBP3A.

Wakil Bupati Banjar juga meresmikan PAUD Tunas Harapan, Sekretariat Kampung KB dan kelompok kegiatan desa tambak danau yang ditandai dengan pembukaan papan nama. Kampung KB sendiri, dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat. Dalam hal ini dilaksanakan guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, untuk memperoleh pelayanan total program KB. Dan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, agar mampu mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kehidupan keluarga yang berkualitas, tenteram dan sejahtera. Sehingga Program ini menjadi urgen dilakukan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah dari waktu ke waktu.