BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Selasa, 23 Mei 2017

PEMERIKSAAN KESEHATAN DITEKSI DINI KANKER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN PELAYANAN KB IMPLANT DAN IUD

BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan DP2AKBP3A Kab. Banjar, Dinkes Kab. Banjar , Puskesmas Kecamatan Sungai Pinang dan IBI kembali melaksanakan Sosialisasi IVA sekaligus Pemeriksaan deteksi dini terhadap kanker leher rahim atau serviks, kali ini bertempat di Puskesmas Kecamatan Sungai Pinang, sedikitnya sekitar 160 orang lebih akseptor berkumpul didepan halaman Puskesmas untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang mana selain sosialisasi dan pemeriksaan deteksi dini terhadap kanker Rahim, juga dilaksanakan pelayanan KB yang dilakukan di dua tempat yaitu di Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) DP2KBP3A dan di Puskesmas.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Sungai Pinang Anto Setyawan, dalam sambutannya beliau sangat berterimakasih atas kehadiran dan partisipasi dari berbagai pihak yang sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya di daerah terpencil seperti Sungai Pinang. Kepala Puskesmas Sungai Pinang Hari Setyanto menambahkan, bahwa dalam hal ini juga sebagai metode pembelajaran bagi pihak Puskesmas tentang pemeriksaan deteksi dini terhadap kanker leher Rahim atau serviks, dilanjutkan sambutan dari Kabid KB dan KS, Alfisah SKM,MM yang mengatakan terimakasih pula kepada Camat Sungai Pinang dan Pihak Puskesmas yang sudah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan tersebut di Sungai Pinang, juga melihat animo masyarakat yang begitu antusias untuk mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan di Sungai Pinang.

Dari pemasangan alat kontrasepsi yang dilaksanakan oleh DP2KBP3A sendiri di ikuti oleh 54 akseptor dengan jenis kontrasepsi Implant, baik bongkar maupun pasang, juga 4 orang akseptor dengan pemasangan alat kontrasepsi beru IUD.

Kegiatan berlangsung singkat dengan banyaknya partisipan yang turut andil dalam kegiatan itu, diantaranya Penyuluh KB Kecamatan Sungai Pinang dari DP2KBP3A Kab. Banjar Ahsanul Basri beserta Tim Sub PPKBD Kecamatan Sungai Pinang.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk memberikan pemahamaman kepada masyrakat tentang pentingnya pemeriksaan sedini mungkin kanker leher rahim melalui IVA.

sebagai bentuk pencegahan serta kewaspadaan terhadap penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi kaum perempuan.

Dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan bagi Masyarakat khususnya ibu-ibu, serta menumbuhkan kesadaran bagi mereka tentang pentingnya program Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga Sejahtera.






Senin, 15 Mei 2017

ORIENTASI KIE KB KR BAGI MITRA KERJA TK. KECAMATAN ARANIO

Senin 15 Mei 2017, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar bertempat dirumah Pambakal Aranio, dilaksanakan Orientasi KIE KB KR bagi Mitra Kerja, dihadiri sebanyak 30 peserta dari Kecamatan Aranio, Bidan Puskesmas, Kader Posyandu, SUB PPKBD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar dalam sambutan dan sekaligus membuka acara tersebut, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk berpesan agar orientasi bagi mitra kerja ini lebih diperluas lagi terutama bagi daerah yang jauh, sehingga penyampaian ini disampaikan oleh petugas yang mempunyai keahlian khusus, serta penyampian informasi ke masyarakat lebih jelas dan kerjasama yang baik dilapangan dalam program KB dapat ditingkatkan dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya ber-KB, dan bertujuan memberikan informasi dan sosialisasi tentang kesehatan reprodukasi dan pendewasaan usia perkawinan bagi peserta Orientasi KB/KR bagi Mitra Kerja.




SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TINGKAT KECAMATAN ALUH-ALUH

Rabu 10 Mei 2017, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar semakin gencar untuk mensosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang kali ini kembali dilaksanakan di Kecamatan Aluh-Aluh yang dihadiri sebanyak 20 orang peserta dari lintas sektor, diantaranya dari KUA, POLRI,TNI,Guru BP/BK, Ketua PKK serta Para Kader di lingkup Kecamatan Aluh-Aluh, baik dari Kesehatan Posyandu, sampai Kader KB di Kecamatan Aluh-Aluh.

Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran dan persyaratan bagi mereka yang akan melaksanakan perkawinan. Juga kemajuan teknologi dan informasi yang semakin cepat didapat kadang bisa disalah gunakan dalam penerapannya tanpa adanya pengetahuan dini yang didapat untuk informasi yang positif bagi semua peserta dalam wilayah Kecamatan Aluh-Aluh dan Sekitarnya.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar dalam sambutannya, sekaligus membuka acara tersebut yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Drs. Zainal Muttaqin, MM menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat diperlukan dalam menjaga laju pertumbuhan penduduk agar pernikahan dini dapat ditekan pada masa remaja, akibat pergaulan bebas, aktivitas seks dan narkoba di era globalisasi saat ini. Kabid Dalduk berpesan, keluarga yang kuat dalam rumah tangga diawali usia Perkawinan yang matang dan diharapkan semua peserta dapat menjadi corong bagi komunitasnya untuk mengedepankan pendidikan dari pada cepat menikah. Setidaknya angka usia kawin pertama perempuan usia di bawah 20 tahun bisa berkurang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal.




Rabu, 26 April 2017

CERAMAH UMUM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS BAGI SANTRIWATI PONDOK PESANTREAN DARUL HIJRAH PUTRI BERSAMA DR. SURYA CHANDRA SURAPATY, MPH, Ph.D

Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah sebagai generasi muda yang bakal menjadi orang dewasa dan berkeluarga sebelumnya harus mengetahui apa pentingnya membangun rumah tangga. Ingin hidup bermanfaat, maka pahami apa itu Keluarga Berencana (KB) yang selama ini di kampanyekan Pemerintah. “Kelak ikutilah program KB agar kesejahteraan anda membaik dan tidak merepotkan perekonomian keluarga. Dengan menikah di usia yang ideal 21 tahun bagi perempuan 25 tahun bagi laki-laki dan melahirkan cukup dua anak nantinya yang juga akan membantu demografi di Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi. Tegas Kepala BKKBN Pusat Dr. Surya Chandra Surapaty saat memberikan Kuliah Umum bagi para santriwati di Ponpes Darul Hijrah putri dalam Acara Ceramah Umum yang berjudul “Pendewasaan Usia Perkawinan dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas bagi Santriwati Pondok Pesantrean Darul Hijrah Putri bersama Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D.

Acara yang difasilitasi oleh BKKBN Provinsi Kal-Sel yang bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar pada hari jum’at 21 April 2017 di Ponpes Darul Hijrah Putri diawali dengan selayang pandang dari Pimpinan Ponpes Ustad Syahruddin Ramli, beliau mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan semacam ini, agar 1690 santriwati yang beliau pimpin bias mendapatkan pengetahuan dan informasi yang berguna sebagai bekal bagi mereka ketika sudah berkeluarga nantinya.

Dalam sambutan Bupati Banjar yang dibacakan oleh Dr. I Gusti Nyoman Yudiana, M.Si selaku Asisten I bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar yang saat itu mewakili Bupati Banjar yang berhalangan hadir juga menambahkan agar para santriwati benar benar menyimak dengan baik apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D agar dapat menerapkan dengan baik ilmu yang di dapat nantinya.

Terkait hal tersebut, BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah yang mendapat mandat untuk mengelola isu kependudukan di Indonesia, mengusung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Menurut beliau, program ini berkaitan erat dengan 9 Agenda Prioritas Pembangunan Pemerintah “Nawa Cita”, khususnya agenda prioritas yang kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menjalankan komitmennya, BKKBN berperan untuk mendorong revolusi mental berbasis keluarga melalui program KKBPK. Melalui kampanye Generasi Berencana, BKKBN menyasar kaum muda untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya perencanaan untuk menikah diusia yang ideal dengan jumlah anak bagi keluarga serta dampak negatif dari pernikahan dini, seks pranikah, dan obat-obatan terlarang. “Hasil yang diharapkan tentu saja kaum muda ini bisa menjadi generasi emas. Generasi yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, pola hidup sehat, aktif dalam kehidupan masyarakat, kompetitif dalam lingkungan pekerjaan, dan menikah secara terencana,” kata beliau. Meski tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang, namun beliau optimis bahwa mentalitas kaum muda harus dibangun dari sekarang agar positif menuju Indonesia yang lebih sejahtera dengan kualitas manusia yang unggul.

Untuk itu, BKKBN terus mengkampanyekan program Menghindari 4 T, yakni terlalu muda memiliki anak yang berkaitan erat dengan pendewasaan usia pernikahan, kemudian terlalu banyak memiliki anak (punya anak lebih dari dua), terlalu rapat jarak kelahiran antar anak (kurang dari tiga tahun), dan terlalu tua usia memiliki anak.






ORIENTASI/DISEMINASI PROGRAM KKBPK BAGI PPKBD/SUB PPKBD (KADER) KABUPATEN BANJAR TAHUN 2017

Untuk membantu melaksanakan dan mengelola Program Kependudukan Keluarga Berencana (KKB) Nasional diperlukan Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) untuk tingkat Desa/Kelurahan serta Sub Pembantu Pembina KB Desa (Sub PPKBD) untuk tingkat Dusun/RW yang aktif dan bertanggung jawab sebagai pembantu Pembina untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelayanan KB dan KS, membina kelompok kegiatan, mencatat dan melaporkan kegiatan yang dilakukan secara rutin. Maka untuk meningkatkan Pengetahuan, sikap dan keterampilan PPKBD/Sub PPKBD(kader) dalam memberikan KIE, agar memiliki pemahaman tentang program KKBPK dan peran IMP serta pengetahuan tentang penumbuhan, pembinaan, dan pengembangan peran IMP sesuai klasifikasinya, Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) melaksanakan Orientasi/Desiminasi Program KKBPK bagi PPKBD (kader) yang bertempat di aula Barakat Pemerintah Kabupaten Banjar, pada tanggal 20 April 2017.

Pelaksanaan Orientasi ini dihadiri 290 orang yang terdiri dari PPKBD/Sub PPKBD dan kader Se-Kabupaten Banjar, dan diawali sambutan panitia penyelenggara oleh Kepala DP2KBP3A yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kab. Banjar, Drs. Zainal Mutaqqin,MM, dilanjutkan sambutan dari Bupati Banjar yang diwakilkan oleh Dr. I Gusti Nyoman Yudiana, M.Si selaku Assisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banjar dan sekaligus membuka acara tersebut, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa atas nama pemerintah Kabupaten Banjar sangat mengapresiasi dilaksanakannya Orientasi/Diseminasi Program KKBPK bagi kader PPKBD dan Sub PPKBD se-Kabupaten Banjar tahun 2017. Berdasarkan Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dalam Bab 10 pasal 58, disebutkan bahwa setiap penduduk mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga. Karena itu pemerintah daerah melalui DP2KBP3A Kab. Banjar melaksanakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan Program KKBPK dan peran serta serta masyarakat untuk menumbuhkan, membina, dan mengembangkan peran kader PPKBD. Sehingga para kader bisa membina kelompok BKB, BKR, BKL dan usaha peningkatan pendapatan Keluarga Sejahtera, serta Mandiri. Pelaksanaan Program KKBPK di Desa/Kelurahan tidak mungkin dilaksanakan sepenuhnya oleh Penyuluh KB, karena itu beliau berharap dukungan dan peran serta para kader PPKB dan Sub PPKBD dalam membina Desa/Kelurahan semakin ditingkatkan.

Adapun materi yang disampaikan berupa kelembagaan Program KKBPK dan Pengendalian Kualitas Penduduk dan Pembangunan Keluarga yang disampaikan oleh Kabid Dalduk, Drs. Zainal Mutaqqin, MM. dilanjutkan materi kedua yang disampaikan oleh Kasi Kie, Agus Suprantio, M.P.H tentang Pengelolaan IMP dan Poktan. Serta Metode Kontrasepsi yang disampaikan oleh Kabid KB dan KS DP2KBP3A Kabupaten Banjar.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Orientasi/Diseminasi Program KKBPK bagi PPKBD/Sub PPKBD (Kader) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif dari PPKBD/Sub PPKBD (Kader) tentang Program KKBPK, serta tugas dan fungsi sebagai Pembina Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP),pemahaman tentang alat/cara KB, pemberian pelayanan ulang dan rujukan, juga Pengendalian Kuantitas Penduduk.






Senin, 24 April 2017

SEMINAR DALAM RANGKA HARI KARTINI

Dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April 2017, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar acara seminar dalam serangkaian kegiatan di Ballroom Hotel Grand Dafam Q mall Banjarbaru Kalsel, pada hari Kamis 13 April 2017, acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Banjar H.Saidi Mansur juga dihadiri oleh para perempuan hebat, diantaranya Ibu Wakil Bupati selaku Wakil Ketua 1 Tim penggerak PPK Kabupaten Banjar yang juga menjabat sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Banjar Noor Gita Tyas Saidi Mansur/Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Banjar, Ketua Persit KCK Cab. XXIX Dim 1006/Mtp Ibu Intan Andi Martopo, Ibu Sekretaris Daerah, Ibu-ibu pejabat dan 100 orang peserta yang berasal dari Gabungan Organisasi Wanita se Kabupaten Banjar.

Seminar yang di gelar mengangkat tema dengan semangat Kartini tingkatkan citra perempuan yang berbudi luhur/cerdas untuk membangun ketahanan keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Adapun tujuan dari digelarnya seminar tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan kepada Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan / dan juga memberikan pengetahuan kepada peserta seminar bagaimana menjadi perempuan tangguh dalam menghadapi era sekarang ini.

Wakil Bupati Banjar H.Saidi mansur dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasinya selaku pemerintah Kabupaten Banjar atas digelarnya seminar tersebut/beliau berharap dengan acara seminar ini menjadi momen kebangkitan kaum perempuan untuk meningkatkan citra perempuan yang berbudi luhur/cerdas untuk membangun ketahanan keluarga.

Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya lomba make up tanpa melihat cermin yang diikuti oleh para peserta dan lomba make up yang diikuti oleh ibu-ibu pejabat yang dilakukan dengan mata tertutup. Setelah makan siang dan hiburan, dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan oleh wakil bupati banjar didampingi ketua GOW Kabupaten banjar Noor Gita tyas Saidi Mansyur kepada para perempuan perempuan inspiratif yang ada di Kabupaten Banjar.








Senin, 10 April 2017

DISEMINASI PENETAPAN PARAMETER KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN BANJAR

Kondisi kependudukan masih menjadi tantangan bagi pembangunan Inonesia dewasa ini. Berbagai temuan empiric menunjukkan bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia ( SDM ) dan bukan melimpahnya sumber daya alam ( SDA ). Jumlah penduduk yang besar akan bermanfaat jika kualitasnya tinggi. Sebaliknya, jika kualitasnya rendah, maka jumlah penduduk yang besar hanya akan menjadi beban pembangunan. Situasi kependudukan Indonesia saat ini dinilai masih kurang menguntungkan, baik yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas, administrasi kependudukan, maupun mobilitas/ persebarannya.

DP2KBP3A Kabupaten Banjar bekerjasama dengan BKKBN Prop Kalsel, Kamis tanggal 6 April 2017 bertempat di Ruang Sakura Aula BKD Kabupaten Banjar telah dilaksanakan Diseminasi Penetapan Parameter Kependudukan Tingkat Kabupaten. DP2KBP3A Kabupaten Banjar khususnya Bidang Pengendalian Penduduk.

Acara tersebut dihadiri sebanyak 100 peserta dari Penyuluh Keluarga Berencana se-kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan, Guru-guru SMP dan SMA, BPS, BAPPEDA, DUKCAPIL, Tokoh Masyarakat dan seluruh bidang yang terkait. Acara dibuka oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM yang dilanjutkan sambutan dari Kepala BKKBN Prop. Kalsel yang diwakilkan oleh Ibu Dra. Ellya Rahmiati selaku Kabid Pengendalian Penduduk Prop Kalsel, dalam sambutannya beliau mengatakan Program Kependudukan dan KB merupakan program untuk mengendalikan kualitas laju pertumbuhan penduduk dan kendala yang sering dihadapi dalam program ini adalah belum adanya persamaan persepsi dan pemahaman tentang pentingnya program Kependudukan dan KB (KKB) bagi pembangunan berkelanjutan di daerah serta pemahaman yang keliru tentang program ini tentunya mengakibatkan kurangnya perhatian atau prioritas yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Dengan adanya kegiatan ini daharapkan dapat meningkatkan komitmen mitra kerja dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan serta terjalin kemitraan yang baik.

Kemudian dilanjutkan pemaparan materi yang dibawakan oleh narasumber yaitu dr. Adenan, M.Kes beliau sebagai Anggota Majelis Kehormatan Koalisi Kependudukan Prop Kalsel dengan materi Kebijakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan dalam RPJMD dan Sekolah Siaga Kependudukan. Tujuan tersebut Mampu Melakukan langkah-langkah strategis yang berkaitan dengan pengendalian tingkat kelahiran, tingkat kematian dan persebaran penduduk yang lebih merata antar wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan, “pangkas beliau.