BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Rabu, 20 Maret 2019

PELAYANAN KB MOBILE DAN SOSIALISASI KIE DI KECAMATAN SEI TABUK

Tim Pelayanan KB Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang KB dan melaksanakan program Pelayanan KB mobile gratis berkualitas, bertempat di kantor balai penyuluh KB desa Abunbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk, Rabu 20/03/19.

Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi keluarga, Hj. Puji Irianti SE. mengemukakan bahwa target akseptor baru yang aktif bisa tercapai dengan PLKB dan semua kader Kb aktif dalam menjalankan tugas, khususnya penggarapan pada Kampung KB yg sudah terbentuk.

Selain itu juga diadakan sosialisasi KIE dari bidang Dalduk, oleh Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi, Agus Suprantio S,ST, MPH seputar pemasangan alat kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Sedikitnya 24 akseptor dilayani di dua tempat, baik di balai penyuluhan dan mobil unit pelayanan KB (MUYAN) dengan metode alat kontrasepsi Implant.

Diharapkan, dengan kegiatan ini dapat mempermudah masyarakat untuk ikut berperan mewujudkan program KB dengan 2 anak cukup, keluarga sejahtera dan Barokah di Kabupaten Banjar.



Minggu, 03 Maret 2019

ORIENTASI UPPKS TK. KABUPATEN BANJAR

Jum’at, 1 Februrari 2019, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar menggelar Orientasi UPPKS yang bertempat di Aula kantor DP2KBP3A Kab. Banjar.

Kegiatan ini diikuti 15 orang peserta perwakilan dari tiap kecamatan di Kab. Banjar, dengan pembinaan dan pelatihan pembuatan kerajinan tangan berupa hiasan bunga dari sabun dan jajanan kue sempol Ayam.

Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, Dra. Hj. Siti Hamidah M. Si dalam pembukaan acara tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan dan meningkatkan minat, semangat serta keterampilan keluarga khususnya keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I untuk memanfaatkan peluang usaha yang ada dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga serta peningkatan penanggulangan kemiskinan.

Semoga dengan adanya kegiatan orientasi ini dapat meningkatkan keterampilan (life skill) kelompok UPPKS di Kab. Banjar serta meningkatkan pemahaman kelompok UPPKS mengenai manajemen usaha untuk mencapai Keluarga Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah, lanjutnya.

Dalam kegiatan ini para peserta antusias untuk mengikuti proses pembuatan sempol ayam dan bunga dari sabun yang dilakukan oleh dua narasumber Siti Mardiah dari Dinas Pendidikan dan Aprida Maila dari Dekranasda Kab. Banjar.

Para peserta tampak bersemangat untuk mempelajarinya, karena segala sesuatu yang mereka dapat akan disampaikan dan diajarkan kembali kepada seluruh anggota UPPKS di masing-masing Kecamatan nantinya.


Selasa, 26 Februari 2019

PELAYANAN KB MOBILE DI DESA PASAR JATI KECAMATAN ASTAMBUL

Pemerintah Kabupaten Banjar, melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang KB laksanakan Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Pelaksanaan tersebut dilaksanakan di desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Selasa 26 Februari 2019.

Sukini, SKM selaku kasi Bina Kesertaan KB dan Kesehatan Reproduksi menjelaskan untuk saat ini pelayanan khusus dilakukan baik itu Pelayanan KB maupun pemberian penyuluhan. Pelayanan mencakup beberapa desa di Kabupaten Banjar, “ Ini merupakan tempat kedua dibulan Februari Pelaksanaan pemberian pelayanan KB. Dimana sebelumnya, telah dilakukan di Desa Sumber Baru (kecamatan Sungai Pinang)” tuturnya. Lebih lanjut Sukini beberkan pelayanan KB ini dimana Pelayanan memasang alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) baik itu implant maupun alat IUD (Intra Uterin Devices).

Tidak hanya memberikan pelayanan KB saja tetapi juga memberikan penyuluhan dengan memberikan motivasi dan pengetahuan bagi ibu-ibu yang sudah terlalu lama mengkonsumsi hormon seperti pil ataupun suntik. Sebab hampir semua masyarakat tidak mengetahui bahwa semakin lama mengkonsumsi hormon dapat mempengaruhi kesehatan bagi ibu-ibu yang menggunakannya, jelasnya. Serta mengubah persepsi bahwa KB bukan berarti tidak boleh memiliki anak sama sekali, tetapi memberikan jarak lahir bagi anak demi keselamatan si ibu serta kesejahteraan keluarga, baik mampu fisik maupun finansialnya, bebernya.

Dari kegiatan ini disinggung seberapa penting KB, salah seorang akseptor menjawab pentingnya KB sangat besar sekali , dimana dengan kehidupan ekonomi yang makin meningkat, jika banyak anak akan kerepotan. Makanya, dengan adanya KB dapat menjaga jarak lahir dan menentukan jumlah anak ini demi masa depan kesejahteraan anak tersebut,” jelasnya. Dalam kegiatan ini sebanyak 26 akseptor yang hadir, dan antusias mendengarkan penyuluhan dari PLKB Kecamatan Astambul, serta pemasangan alat kontrasepsi berupa IUD sebanyak 4 orang dan Implant sebanyak 22 orang .

Dengan adanya penyuluhan dan Pelayanan KB Mobile ini, diharapkan dapat mempermudah warga masyarakat untuk mendapatkan pelayanan KB juga mendapatkan informasi dan pemahaman seputar KB. Tidak hanya ibu-ibu saja, tetapi juga bapak-bapak juga konsen atau peduli akan manfaat KB untuk keluarga.



PELAYANAN KB MOBILE DI DESA SUMBER BARU KECAMATAN SUNGAI PINANG

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar melalui BIdang KB dan KS terus berupaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB, Salah satunya melakukan pembinaan kesertaan KB jalur wilayah tertinggal, terpencil (Galciltas) dan daerah miskin perkotaan atau sasaran khusus sebagai salah satu kegiatan prioritas.

“Hal ini sejalan dengan Agenda Prioritas Pembangunan ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," ungkap Kasi Bina Kesertaan KB dan Kesehatan Reproduksi Sukini, SKM, saat kegiatan Pelayanan dan Penyuluhan KB Mobile di Desa Sumber Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar pada hari Senin 25 Februari 2019.

Melalui pembinaan kesertaan KB jalur wilayah khusus penting untuk dilakukan, baik di wilayah galciltas maupun miskin perkotaan Wilayah galciltas ini memiliki hambatan berupa terbatasnya akses terhadap pelayanan yang berkualitas karena terbatasnya sarana dan prasarana yang ada, terutama fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga medis.

“Sebaliknya, penduduk yang tinggal di wilayah kumuh perkotaan mungkin memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai tapi mereka tidak mampu mengakses pelayanan yang berkualitas karena masalah ekonomi,” lanjutnya.

Adapun bentuk dari pelayanan diantaranya pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang berupa implant dan IUD, untuk saat ini implant dan IUD masih menjadi pilihan dari masyarakat khususnya untuk mereka yang tinggal diwilayah galcitas, dikarenakan jangka panjang dan tidak dilakukan secara rutin seperti suntik dan pil.

Selain itu dilakukan juga penyuluhan kepada masyrakat seputar alat kontrasepsi yang cocok untuk mereka, sampai masalah kesehatan.

Dengan adanya pelayanan KB bergerak ini diharapkan dapat menjadi tumpuan harapan masyarakat di suatu daerah, khususnya wilayah galciltas dan miskin perkotaan, dalam memenuhi kebutuhan pelayanan KB kedepannya.

Pelayanan KB bergerak dapat menjadi pilihan alternatif bagi pemerintah dalam memenuhi kewajibannya untuk menyediakan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi kepada kelompok masyarakat sasaran, terutama yang kebutuhan ber-KB-nya belum terlayani.



Senin, 25 Februari 2019

ORIENTASI PUG MELALUI PPRG DI KABUPATEN BANJAR

Pembangunan pada dasarnya ditujukan untuk seluruh penduduk Indonesia tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama, baik sebagai pelaku atau pemanfaat pembangunan. UUD 1945 secara jelas telah memberikan dasar untuk persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek kehidupan. Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa perempuan jumlahnya hampir sama dengan laki-laki (data BPS 2016 : jumlah perempuan 47,6% sedangkan laki-laki 52,3%), keberadaannya belum menjadi pendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Dra. Hj. Siti Hamidah M.Si mengatakan dalam sambutannya untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender diperlukan dukungan dan komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta stakeholder lainnya. Untuk memperkuat dan mempercepat PUG melalui PPRG di Kabupaten Banjar. DP2KBP3A Kab. Banjar bidang PP yang berkaitan dengan program Prioritas KPPPA ( three end plus ) yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan, dan anak, akhiri perdagangan orang/trafficking, akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan dan akhiri kesenjangan perempuan di bidang politik, berupaya untuk meningkatkan PUG di Kabupaten Banjar yang dikuatkan melalui Strategi Nasional Percepatan PUG (STRANAS) melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), lanjut beliau pada saat pembukaan Orientasi PUG melalui PPRG yang dilaksanakan oleh DP2KBP3A Kab. Banjar bidang Pemberdayaan Perempuan pada hari kamis 20 Februari 2019 di Wisma Sultan Sulaiman (BKD Martapura) .

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PP dan PA Provinsi Kal-Sel, Hj. Husnul Hatimah SH, MH, Kabid Sosial Budaya dan SDM Bappelitbang Kab. Banjar, H Syahruddin, beserta 50 orang peserta dari tiap-tiap SKPD se-Kab. Banjar, khususnya dibidang perencanaan. Para peserta antusias dengan paparan dari tiga narasumber yakni Hj. Husnul Hatimah SH, MH dan Ismiyati Rukianingsih dari DPPPA Provinsi Kal-Sel, serta H. Syharuddin dari Bappelitbang Kab. Banjar. Diharapkan dengan orientasi ini dapat memberikan pengetahuan yang memadai mengenai arti pentingnya penerapan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam segenap bidang kehidupan. Diharapkan dengan adanya kesetaraan gender ini maka tidak ada lagi bentuk diskriminasi dan marginalisasi terhadap perempuan dimasyarakat khususnya di Kabupaten Banjar .


KUNJUNGAN KERJA KEPALA BKKBN PROVINSI KAL-SEL DALAM RANGKA PENINJAUAN KAMPUNG KB DI KAB. BANJAR TAHUN 2018

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel Dra. Ina Agustina, beserta tim melakukan kunjungan kerja di lingkup pemerintah Daerah Kab. Banjar, pada hari selasa, 19 Februari 2019. Sebagai acara pertama dari rangkaian kegiatan kunjungan tersebut, dilaksanakan audiensi di ruangan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar dimana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel disambut oleh Staff Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. H. Masruri MM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar, beserta seluruh Kepala Dinas di lingkup Kab. Banjar dan Polres Banjar.

Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan kerja tersebut untuk meninjau secara langsung realisasi pembangunan Kampung KB di Kabupaten Banjar. Berkenaan dengan tujuan tersebut, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. H. Masruri MM memaparkan tentang progress di salah satu kampong KB dikabupaten Banjar, Desa Tambak Anyar Ulu, Kecamatan Martapura Timur.

Lebih jauh lagi, dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan capaian KB ditahun 2018 di desa tersebut yaitu Pasangan Usia Subur (PUS) di KKB berjumlah 405 (338 Pus KB dan 67 Pus Non KB), Peserta Baru (PB) KB berjumlah 5 orang, Peserta Baru (PB) KB MKJP 3 orang (IUD) 2 orang (kondom), Peserta Aktif KB berjumlah 338 ( 13 MKJP, 70 Suntik, 252 Pil, 3 kondom), Peserta Aktif KB MKJP berjumlah 13 (13 MKJP).

Keberadaan Kampung KB di Kabupaten Banjar khususnya di Kampung KB Desa Tambak Anyar Ulu didukung dengan kegiatan intervensi lintas sector, seperti Pemanfaatan Lahan Pekarangan Lestari dari Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Peninggian dan Pelebaran Jalan, Pembongkaran Jamban Apung Dan Peresmian WC Individual dari Dinas Pekerjaan Umum, Pelayanan Imunisasi MR Serentak 9 bulan-15 thn dari Dinas Kesehatan, Pengolahan Telor Asin Herbal Kemangi dari Dinas Peternakan, Pelatihan Menjahit dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bedah Rumah Cinta dari Polres Banjar, serta Pelatihan Kader Perlindungan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP2KBP3A). Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pelatihan dan sosialisasi. Tak hanya itu di Kampung KB Desa Tambak Anyar Ulu juga dibangun dan diresmikan Rumah Dataku, Rumah Bibit Kader Wanita Tani, dan CoE BKL Assholihin.

Setelah pemaparan tersebut, rombongan kemudian melaksanakan peninjauan secara langsung Kampung KB Desa Tambak Anyar Ulu, dimana Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel di dampingi oleh Staf Ahli Bidang Kemsayarakatan dan SDM dan Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar dan disambut oleh Camat Martapura Timur, Pembakal, Para Kader, Aparat Desa serta masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Drs. Hj. Siti Hamidah M.Si menyampaikan harapan, dengan adanya peninjauan ini dapat menjadi acuan dan motivasi berbagai pihak untuk menjadikan kampong KB lebih baik lagi kedepannya, dalam hal pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.





Minggu, 17 Februari 2019

SOSIALISASI POLA ASUH ANAK KABUPATEN BANJAR

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar melalui bidang Perlindungan Anak menggelar kegiatan sosialisasi Pola Asuh Anak dilingkup Kabupaten Banjar. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang kemasyarakatan dan SDM Kab. Banjar, Ketua TP PKK Kab. Banjar, Ketua Dharma Wanita Kab. Banjar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Prov. Kal-Sel, Kepala SKPD se Kab. Banjar, PKK, Forum Anak Daerah, serta seluruh Guru BP/BK dari sekolah-sekolah se-kab. Banjar. Acara ini dilaksanakan di Guest House Sultan Sulaiman Martapura pada hari Kamis 14 Februari 2019.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas P2KBP3A, Drs. Hj. Siti Hamidah , M. Si menyampaikan bahwa pola asuh anak adlah suatu proses untuk meningkatkan dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan finansial seorang anak sejak bayi sampai dewasa. Maka dalam hal ini orang tua lah guru pertama untuk mengajarkan banyak hal kepada anak, karena itu setiap orang tua perlu mempunyai dasar pola asuh yg baik agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dimasyarakat, jelasnya.

Diakhir sambutannya beliau mengatakan bahwa Kab. Banjar sudah mendapatkan penghargaan kota layak anak tingkat pranata, dan diharapkan kedepannya bisa menjadi lebih meningkat lagi minimal mempertahankan yang ada, tegasnya.

Sebelum meresmikan kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, H. Masruri, MM menambahkan, orang tua perlu memberikan pendidikan agama bagi anak, mengingat dengan agama yang kuat akan memberikan benteng bagi anak agar terhindar dari pergaulan yang negatif. Beliau berharap agar kedepannya kita bisa lebih perduli terhadap pemenuhan hak-hak anak dalam hal pola asuh anak, sehingga apa yang dicita-citakan dapat menjadikan Kabupaten Banjar sebagai kota layak anak yang sejahtera dan barokah, tambahnya.

Setelah sesi foto bersama, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kal-Sel dan dari PGRI.

Semoga dengan ini kedepannya wawasan tentang pola mendidik anak dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, lebih inovatif tapi tetap teredukasi dengan baik.