BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Senin, 16 Maret 2020

Pelayanan KB Mobile di Desa Awang Bangkal Timur

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar kembali  menggelar Pelayanan KB mobile secara gratis berkualitas untuk masyarakat Kab. Banjar, masih dengan media Mobil Unit Pelayanan KB. Kali ini bertempat didesa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan, pelaksanaan dilakukan di dua tempat yakni di MUYAN dan di Balai desa pada hari Senin (16/03/2020).

Kegiatan ini tak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan, partisipasi dan kerja sama yang baik antar berbagai pihak, ucap Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Karang Intan, Abdul Sahid S.H.I.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dan bukti dari orientasi pelayanan publik dari DP2KBP3A Kab. Banjar yang bersinergi dengan berbagai pihak terkait, seperti bidan desa, puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, para kader dan lainnya. Dengan hadirnya tim pelayanan dari Kab. yang langsung terjun kelapangan guna memberikan kemudahan bagi para masyarakat untuk mendapatkan pelayanan serta informasi baik dari kesehatan reproduksi sampai dengan mengenali alat kontrasepsi MKJP yang baik dan efektif untuk mereka. Tambahnya.

Sebanyak 23 akseptor dapat dilayani dengan cepat dan baik dengan pemasangan alkon berupa implant serta 3 akseptor dengan pemasangan IUD.

Kasi Bina Kesertaan KB dan Kesehatan Reproduksi, Sukini mengatakan kegiatan pelayanan keliling ini masih akan terus berlanjut dibeberapa desa di tiap Kabupaten untuk kedepannya, jadi kami berharap kerja sama dari berbagai pihak untuk terus mempromosikan kepada masyrakat, semakin banyak masyarakat yang hadir maka semakin banyak pula mereka ikut berpartisipasi untuk mewujudkan keluarga sejahtera untuk Indonesia, tambahnya.

Kamis, 12 Maret 2020

Dinas P2KBP3A adakan pelayanan KB gratis di Kecamatan Aluh-Aluh

Kamis 12/3/2020, Bidang Keluarga Berencana bersama Bidang Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar bertempat di Balai Penyuluh KB Kecamatan Aluh-Aluh telah melaksanakan KB Mobile berupa Pelayanan KB Geratis dan Sosialisasi KIE tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi Mantab.

H. M. Syairoji, SKM selaku Seksi Advokasi KIE dan Data Informasi dan Sukini, SKM selaku Seksi Bina Kesertaan KB dan Kesehatan Reproduksi memberikan pengarahan tentang alat-alat kontrasepsi dan dampak bagi tubuh, tambahnya H.M. Syairoji tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan dampak serta pencegahan terhadap narkoba.

Acara ini di barengi dengan Pelayanan KB Gratis berupa pemasangan implant dan sebanyak 12 akseptor sudah terlayani dengan baik.

Selasa, 10 Maret 2020

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar kembali dorong perempuan mandiri

Rabu 11/3/2020 Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (DP2KBP3A) mendorong kaum perempuan, untuk bisa mengembangkan usaha peningkatan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari berupa industri rumahan.

Acara di buka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakilkan oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan Ir. Rusydah, dalam sambutannya beliau mengatakan kaum perempuan diharapkan memiliki daya saing serta bisa lebih mandiri dengan mengelola industri skala rumah tangga. Guna mencapai tujuan tersebut, DP2KBP3A Kabupaten Banjar menggelar rapat pendataan Kelompok Ekonomi Perempuan di aula kantor DP2KBP3A Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini di hadiri sebanyak 50 peserta, yang terdiri dari 5 Kecamatan di Kabupaten Banjar, mereka merupakan Sekretaris PKK Kecamatan, Anggota Pokja II TP PKK Kecamatan, Kasi Kesos, PLKB Non PNS dan Ketua UP2K.

Industri rumahan adalah suatu industri skala mikro dan umumnya memanfaatkan atau menghasilkan produk berupa barang jadi, yang memberikan nilai tambah yang dikerjakan di rumah, secara khusus atau pun sebagai kerja paruh waktu

Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi sebuah motivasi dan peningkatan kemampuan dan pengetahuan bagi para perempuan untuk bisa bersaing dan mandiri dengan kemampuannya sendiri.

Senin, 09 Maret 2020

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dinas PPPA Prop. Kalsel bersama 13 Kab/Kota se-Kalsel

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara dinas PPPA Prop. Kalsel  dan 13 kab/kota tentang program
1.percepatan pengarusutamaan gender
2.peningkatan kualitas keluarga
3.pelaksanaan kabupaten kota layak anak (kla)
Yang di hadiri oleh seluruh kepala dinas yang menangani PPPA se-kab/kota di kalsel dan disaksikan oleh bappeda prop dan bappeda perwakilan dari masing2 kab/kota se-kalsel dan biro pemerintahan prop kalsel.

Perjanjian kinerja (MOU) ini di tandatangani langsung oleh kepala dinas PPPA Prop. kalsel.

Kamis, 05 Maret 2020

Radio Sahabat Anak Banjar


Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bidang PA yang menaungi Forum Anak Daerah (FAD) Kab. Banjar bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika,Statistik dan Persandian Kab. Banjar melaksanakan Launching "Radio Sahabat Anak" pada hari Kamis 5 Maret 2020 yang bertempat di studio Radio Suara Banjar Martapura.
Radio Sahabat Anak Banjar dibuat bertujuan untuk menghadirkan acara siaran dari anak untuk anak, agar dapat memperkenalkan Forum Anak Daerah kepada masyarakat serta dapat memberikan informasi tentang hak-hak dan peran mereka dikabupaten Banjar.
Acara ini juga dihadiri kepala Dinas DP2KBP3A Hj. Siti Hamidah dengan Kepala Dinas Kominfo HM Aidil Basith, beserta tim masing-masing dan Anak-anak FAD Kab. Banjar.
Radio Sahabat Anak Banjar resmi dibuka dengan pengguntingan pita, dengan harapan mampu menjadi terobosan baru untuk anak agar mampu berperan dalam pembangunan Kab. Banjar yang Sejahtera dan Barokah.

Senin, 24 Februari 2020

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Gelar Orientasi UPPKS se-Kab. Banjar

Dalam rangka mengoptimalkan kualitas kegiatan kelompok UPPKS, diperlukan upaya pembinaan yang sistematis dengan memanfaatkan peluang yang tersedia dari berbagai sektor . Untuk meningkatkan kualitas usaha dasar menjadi tenaga terampil maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar melaksanakan kegiatan Orientasi UPPKS pada hari selasa, 25 februari 2020 di Aula DP2KBP3A yang dihadiri peserta dari anggota UPPKS tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, Hj, Siti Hamidah dalam sambutan pembuka kegiatan tersebut berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi dunia produktifitas nantinya.

Adapun yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini yakni Endraswari Kusuma Ardhani dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel, Siti Mardiah dari PKK Kab. Banjar dan Nanang Setyawan dari Rumah Kemasan, yang memberikan materi berupa 8 Langkah meningkatkan penghasilan keluarga, pembuatan kue dari bahan tradisional hingga cara pengemasannya.

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar gelar Sosialisasi PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) di SMAN 1 Martapura


Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Banjar terus mensosialisasikan dan menghimbau kepada masyarakat diKabupaten Banjar untuk tidak menikah di usia muda. Menurut perhitungan dan aturan, usia menikah yang ideal bagi kaum wanita 21 tahun, sedangkan Pria 25 tahun. Alasannya, jika menikah di usia muda akan menimbulkan banyak resiko dalam hubungan rumah tangga.
Demikian sampaikan Kasi. Advokasi KIE dan Informasi Data Bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kab. Banjar H. Muhammad Sayroji dalam kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Sekolah SMA Negeri 1 Martapura, Jum'at, 21 Februari 2020.
Ia menerangkan, Nikah di usia muda sangat beresiko terutama akan menyebabkan kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Karena fungsi-fungsi alat reproduksinya belum matang. Banyaknya kasus perceraian, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga dikarenakan tingkat emosionalnya masih tinggi. Lalu, ekonomi tidak menentu,” tegas Ia
Dengan demikian, pihaknya terus melakukan sosialisasi sekaligus menghimbau kepada para pelajar dan para orang tua untuk menunda pernikahan anaknya di masa muda.
Selain memberikan paparan informasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dengan para siswa dan ditutup dengan penandatanganan komitmen untuk lebih dahulu menggapai cita-cita mereka dan memilih untuk tidak menikah di usia muda yang dituliskan pada sebuah spanduk yang telah disediakan.