BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Rabu, 26 April 2017

CERAMAH UMUM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS BAGI SANTRIWATI PONDOK PESANTREAN DARUL HIJRAH PUTRI BERSAMA DR. SURYA CHANDRA SURAPATY, MPH, Ph.D

Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah sebagai generasi muda yang bakal menjadi orang dewasa dan berkeluarga sebelumnya harus mengetahui apa pentingnya membangun rumah tangga. Ingin hidup bermanfaat, maka pahami apa itu Keluarga Berencana (KB) yang selama ini di kampanyekan Pemerintah. “Kelak ikutilah program KB agar kesejahteraan anda membaik dan tidak merepotkan perekonomian keluarga. Dengan menikah di usia yang ideal 21 tahun bagi perempuan 25 tahun bagi laki-laki dan melahirkan cukup dua anak nantinya yang juga akan membantu demografi di Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi. Tegas Kepala BKKBN Pusat Dr. Surya Chandra Surapaty saat memberikan Kuliah Umum bagi para santriwati di Ponpes Darul Hijrah putri dalam Acara Ceramah Umum yang berjudul “Pendewasaan Usia Perkawinan dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas bagi Santriwati Pondok Pesantrean Darul Hijrah Putri bersama Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D.

Acara yang difasilitasi oleh BKKBN Provinsi Kal-Sel yang bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar pada hari jum’at 21 April 2017 di Ponpes Darul Hijrah Putri diawali dengan selayang pandang dari Pimpinan Ponpes Ustad Syahruddin Ramli, beliau mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan semacam ini, agar 1690 santriwati yang beliau pimpin bias mendapatkan pengetahuan dan informasi yang berguna sebagai bekal bagi mereka ketika sudah berkeluarga nantinya.

Dalam sambutan Bupati Banjar yang dibacakan oleh Dr. I Gusti Nyoman Yudiana, M.Si selaku Asisten I bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar yang saat itu mewakili Bupati Banjar yang berhalangan hadir juga menambahkan agar para santriwati benar benar menyimak dengan baik apa yang sudah disampaikan oleh Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D agar dapat menerapkan dengan baik ilmu yang di dapat nantinya.

Terkait hal tersebut, BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah yang mendapat mandat untuk mengelola isu kependudukan di Indonesia, mengusung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Menurut beliau, program ini berkaitan erat dengan 9 Agenda Prioritas Pembangunan Pemerintah “Nawa Cita”, khususnya agenda prioritas yang kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Menjalankan komitmennya, BKKBN berperan untuk mendorong revolusi mental berbasis keluarga melalui program KKBPK. Melalui kampanye Generasi Berencana, BKKBN menyasar kaum muda untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya perencanaan untuk menikah diusia yang ideal dengan jumlah anak bagi keluarga serta dampak negatif dari pernikahan dini, seks pranikah, dan obat-obatan terlarang. “Hasil yang diharapkan tentu saja kaum muda ini bisa menjadi generasi emas. Generasi yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, pola hidup sehat, aktif dalam kehidupan masyarakat, kompetitif dalam lingkungan pekerjaan, dan menikah secara terencana,” kata beliau. Meski tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang, namun beliau optimis bahwa mentalitas kaum muda harus dibangun dari sekarang agar positif menuju Indonesia yang lebih sejahtera dengan kualitas manusia yang unggul.

Untuk itu, BKKBN terus mengkampanyekan program Menghindari 4 T, yakni terlalu muda memiliki anak yang berkaitan erat dengan pendewasaan usia pernikahan, kemudian terlalu banyak memiliki anak (punya anak lebih dari dua), terlalu rapat jarak kelahiran antar anak (kurang dari tiga tahun), dan terlalu tua usia memiliki anak.






ORIENTASI/DISEMINASI PROGRAM KKBPK BAGI PPKBD/SUB PPKBD (KADER) KABUPATEN BANJAR TAHUN 2017

Untuk membantu melaksanakan dan mengelola Program Kependudukan Keluarga Berencana (KKB) Nasional diperlukan Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) untuk tingkat Desa/Kelurahan serta Sub Pembantu Pembina KB Desa (Sub PPKBD) untuk tingkat Dusun/RW yang aktif dan bertanggung jawab sebagai pembantu Pembina untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelayanan KB dan KS, membina kelompok kegiatan, mencatat dan melaporkan kegiatan yang dilakukan secara rutin. Maka untuk meningkatkan Pengetahuan, sikap dan keterampilan PPKBD/Sub PPKBD(kader) dalam memberikan KIE, agar memiliki pemahaman tentang program KKBPK dan peran IMP serta pengetahuan tentang penumbuhan, pembinaan, dan pengembangan peran IMP sesuai klasifikasinya, Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) melaksanakan Orientasi/Desiminasi Program KKBPK bagi PPKBD (kader) yang bertempat di aula Barakat Pemerintah Kabupaten Banjar, pada tanggal 20 April 2017.

Pelaksanaan Orientasi ini dihadiri 290 orang yang terdiri dari PPKBD/Sub PPKBD dan kader Se-Kabupaten Banjar, dan diawali sambutan panitia penyelenggara oleh Kepala DP2KBP3A yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kab. Banjar, Drs. Zainal Mutaqqin,MM, dilanjutkan sambutan dari Bupati Banjar yang diwakilkan oleh Dr. I Gusti Nyoman Yudiana, M.Si selaku Assisten I Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banjar dan sekaligus membuka acara tersebut, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa atas nama pemerintah Kabupaten Banjar sangat mengapresiasi dilaksanakannya Orientasi/Diseminasi Program KKBPK bagi kader PPKBD dan Sub PPKBD se-Kabupaten Banjar tahun 2017. Berdasarkan Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dalam Bab 10 pasal 58, disebutkan bahwa setiap penduduk mempunyai kesempatan untuk berperan serta dalam pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga. Karena itu pemerintah daerah melalui DP2KBP3A Kab. Banjar melaksanakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan Program KKBPK dan peran serta serta masyarakat untuk menumbuhkan, membina, dan mengembangkan peran kader PPKBD. Sehingga para kader bisa membina kelompok BKB, BKR, BKL dan usaha peningkatan pendapatan Keluarga Sejahtera, serta Mandiri. Pelaksanaan Program KKBPK di Desa/Kelurahan tidak mungkin dilaksanakan sepenuhnya oleh Penyuluh KB, karena itu beliau berharap dukungan dan peran serta para kader PPKB dan Sub PPKBD dalam membina Desa/Kelurahan semakin ditingkatkan.

Adapun materi yang disampaikan berupa kelembagaan Program KKBPK dan Pengendalian Kualitas Penduduk dan Pembangunan Keluarga yang disampaikan oleh Kabid Dalduk, Drs. Zainal Mutaqqin, MM. dilanjutkan materi kedua yang disampaikan oleh Kasi Kie, Agus Suprantio, M.P.H tentang Pengelolaan IMP dan Poktan. Serta Metode Kontrasepsi yang disampaikan oleh Kabid KB dan KS DP2KBP3A Kabupaten Banjar.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Orientasi/Diseminasi Program KKBPK bagi PPKBD/Sub PPKBD (Kader) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap positif dari PPKBD/Sub PPKBD (Kader) tentang Program KKBPK, serta tugas dan fungsi sebagai Pembina Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP),pemahaman tentang alat/cara KB, pemberian pelayanan ulang dan rujukan, juga Pengendalian Kuantitas Penduduk.






Senin, 24 April 2017

SEMINAR DALAM RANGKA HARI KARTINI

Dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April 2017, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar acara seminar dalam serangkaian kegiatan di Ballroom Hotel Grand Dafam Q mall Banjarbaru Kalsel, pada hari Kamis 13 April 2017, acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Banjar H.Saidi Mansur juga dihadiri oleh para perempuan hebat, diantaranya Ibu Wakil Bupati selaku Wakil Ketua 1 Tim penggerak PPK Kabupaten Banjar yang juga menjabat sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Banjar Noor Gita Tyas Saidi Mansur/Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Banjar, Ketua Persit KCK Cab. XXIX Dim 1006/Mtp Ibu Intan Andi Martopo, Ibu Sekretaris Daerah, Ibu-ibu pejabat dan 100 orang peserta yang berasal dari Gabungan Organisasi Wanita se Kabupaten Banjar.

Seminar yang di gelar mengangkat tema dengan semangat Kartini tingkatkan citra perempuan yang berbudi luhur/cerdas untuk membangun ketahanan keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Adapun tujuan dari digelarnya seminar tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan kepada Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan / dan juga memberikan pengetahuan kepada peserta seminar bagaimana menjadi perempuan tangguh dalam menghadapi era sekarang ini.

Wakil Bupati Banjar H.Saidi mansur dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasinya selaku pemerintah Kabupaten Banjar atas digelarnya seminar tersebut/beliau berharap dengan acara seminar ini menjadi momen kebangkitan kaum perempuan untuk meningkatkan citra perempuan yang berbudi luhur/cerdas untuk membangun ketahanan keluarga.

Kegiatan yang dilaksanakan diantaranya lomba make up tanpa melihat cermin yang diikuti oleh para peserta dan lomba make up yang diikuti oleh ibu-ibu pejabat yang dilakukan dengan mata tertutup. Setelah makan siang dan hiburan, dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan oleh wakil bupati banjar didampingi ketua GOW Kabupaten banjar Noor Gita tyas Saidi Mansyur kepada para perempuan perempuan inspiratif yang ada di Kabupaten Banjar.








Senin, 10 April 2017

DISEMINASI PENETAPAN PARAMETER KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN BANJAR

Kondisi kependudukan masih menjadi tantangan bagi pembangunan Inonesia dewasa ini. Berbagai temuan empiric menunjukkan bahwa tingkat kemajuan suatu bangsa sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia ( SDM ) dan bukan melimpahnya sumber daya alam ( SDA ). Jumlah penduduk yang besar akan bermanfaat jika kualitasnya tinggi. Sebaliknya, jika kualitasnya rendah, maka jumlah penduduk yang besar hanya akan menjadi beban pembangunan. Situasi kependudukan Indonesia saat ini dinilai masih kurang menguntungkan, baik yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas, administrasi kependudukan, maupun mobilitas/ persebarannya.

DP2KBP3A Kabupaten Banjar bekerjasama dengan BKKBN Prop Kalsel, Kamis tanggal 6 April 2017 bertempat di Ruang Sakura Aula BKD Kabupaten Banjar telah dilaksanakan Diseminasi Penetapan Parameter Kependudukan Tingkat Kabupaten. DP2KBP3A Kabupaten Banjar khususnya Bidang Pengendalian Penduduk.

Acara tersebut dihadiri sebanyak 100 peserta dari Penyuluh Keluarga Berencana se-kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan, Guru-guru SMP dan SMA, BPS, BAPPEDA, DUKCAPIL, Tokoh Masyarakat dan seluruh bidang yang terkait. Acara dibuka oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin, MM yang dilanjutkan sambutan dari Kepala BKKBN Prop. Kalsel yang diwakilkan oleh Ibu Dra. Ellya Rahmiati selaku Kabid Pengendalian Penduduk Prop Kalsel, dalam sambutannya beliau mengatakan Program Kependudukan dan KB merupakan program untuk mengendalikan kualitas laju pertumbuhan penduduk dan kendala yang sering dihadapi dalam program ini adalah belum adanya persamaan persepsi dan pemahaman tentang pentingnya program Kependudukan dan KB (KKB) bagi pembangunan berkelanjutan di daerah serta pemahaman yang keliru tentang program ini tentunya mengakibatkan kurangnya perhatian atau prioritas yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Dengan adanya kegiatan ini daharapkan dapat meningkatkan komitmen mitra kerja dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan serta terjalin kemitraan yang baik.

Kemudian dilanjutkan pemaparan materi yang dibawakan oleh narasumber yaitu dr. Adenan, M.Kes beliau sebagai Anggota Majelis Kehormatan Koalisi Kependudukan Prop Kalsel dengan materi Kebijakan Pembangunan Berwawasan Kependudukan dalam RPJMD dan Sekolah Siaga Kependudukan. Tujuan tersebut Mampu Melakukan langkah-langkah strategis yang berkaitan dengan pengendalian tingkat kelahiran, tingkat kematian dan persebaran penduduk yang lebih merata antar wilayah, khususnya di Kalimantan Selatan, “pangkas beliau.










PEMUTARAN FILEM DAN PELAYANAN KB GRATIS DALAM RANGKA BHAKTI SOSIAL KB KES TNI DAN UPACARA PEMBUKAAN TMMD KE-98

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa di Kecamatan Cintapuri, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diantaranya pemutaran film sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. Tepatnya Selasa malam, 4 april 2017 bertempat di Balai Desa Kecamatan Cintapuri, sedikitnya 50 warga berkumpul untuk menikmati hiburan yang disajikan oleh Tim dari DP2KBP3A, kesempatan ini juga diisi dengan selingan iklan KB, Bahaya Pernikahan Dini dll.

Masyarakat merasa terhibur dengan adanya pemutaran film ini, bahkan salah seorang warga mengatakan sudah bisa nonton film dapat informasi lagi, katanya. Sosialisasi Keluarga Berencana dengan media hiburan seperti ini masih sangat diminati masyarakat khususnya yang bermukim dipedesaan, dikarenakan minimnya hiburan yang mereka peroleh setelah seharian sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Masih dalam acara TMMD di Kecamatan Cintapuri, Rabu 5 April 2017 dihalaman Sekolah Dasar Kecamatan CIntapuri, pembukaan acara TMMD ke- 98 berlangsung meriah. Banyak instansi atau mitra kerja terkait yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diantaranya dari Dinas Kesehatan yang mengadakan sunatan gratis, PMI yang melaksanakan Donor darah gratis, dan DP2KBP3A Kab. Banjar yang tentunya juga melaksanakan pelayanan KB gratis bagi masyrarakat Kecamatan Cintapuri.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Banjar, KH. Khalilurrahman juga dihadiri diantaranya Polres Banjar, Satpol PP, Dishub, dan anak-anak sekolah.

Kegiatan TMMD ini sendiri dilaksanakan bertujuan agar Desa Cintapuri Kecamatan Cintapuri Darussalam dalam waktu dekat bulan depan akan memiliki akses jalan menuju menghubungkan desa Garis Binuang dengan garis panggang. Pengerjaan dan pelebaran sepanjang 3000 meter dan lebar 6 meter ini nantinya akan segera dikerjakan oleh Kodim 1006/Martapura melalui program pemerintah TMMD. Komandan Kodim 1006/ Martapura Letkol Arm Andi Martopo.SE, mengatakan program Tentara Manunggal Masuk Desa adalah program Komando atas Mabes TNI- AD yang merupakan program membantu rakyat yang bekerja secara bersama dengan pemerintah yang pada setiap tahun ada dalam pekerjaannya membantu masyarakat dalam membangun daerah.

Untuk sasaran dalam TMMD yang sudah direncanakan, Dandim mengatakan bahwa akses jalan lah yang pertama kita kerja , karena jalan ini adalah jalan utama menghubungkan desa sebagai sarana masyarakat dalam lalu lintas terlebih jalan usaha tani mereka. Pekerjaan tambah dengan membangun rehab tempat ibadah, jambanisasi untuk masyarakat, poskamling serta rehab rumah. Kita sudah melakukan peninjauan dan melakukan pemetaan lokasi tersebut bersama Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang Kab. Banjar dimana semua kita harus berdasarkan keadaan kondisi fisik dilapangan, ujarnya.

Ditambahkannya bukan hanya badan jalan saja yang kita bangunan, program sasaran fisik maupun non fisik akan kita kerjakan yaitu melaksankan Komsos kreatif dengan membantu anak- anak sekolah membina mereka dengan membimbing jiwa nilai juang NKRI. Kodim 1006/Mtp sendiri dalam waktu dekat sudah memulai pekerjaan ini dengan mengerahkan anggota melalui Pra TMMD, sehingga pekerjaan dan sasaran dapat dilaksanakan dengan baik.

Ditempat yang sama posko DP2KBP3A juga ramai didatangi para ibu-ibu, awalnya mereka hanya sekedar bertanya seputar pemasangan alat kontrasepsi, dan dijelaskan secara langsung oleh Kabid KB KS Alfisah SKM,MM tentang seperti apa alat kontrasepsi berupa implant yang dipasang ditangan dan fungsi alat kontrasepsi tersebut secara detail hingga akhirnya mereka berani memasang alat kontrasepsi berupa implant sedikitnya 13 orang akseptor sudah mengikuti pelayanan yang diberikan oleh DP2KBP3A Kab. Banjar. Alfisah SKM,MM menambahkan bahwa kapan pun dan dimanapun DP2KBP3A akan siap berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai mitra kerja kita harus memberikan yang terbaik untuk meningkatkan MKJP dan kelancaran seluruh acara, ujar beliau.

Dan dengan di adakannya kegiatan ini di harapkan terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan mandiri melalui Tentara Manunggal Masuk Desa Ke-98 Kodim 1006/ Kabupaten Banjar adalah pemberdayaan yang sinergis dan terpadu Misi Memantapkan keterpaduan program Masyarakat Desa dalam tahap Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian maupun tindak lanjut Pembangunan dan meningkatkan kembali kesejahteraan Desa/Kelurahan.