BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Senin, 16 Oktober 2017

Pencanangan Kampung KB di Desa Simpang Warga Dalam Kecamatan Aluh-Aluh

Rabu 4 Oktober 2017,Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Kembali melaksanakan Pencanangan Kampung KB Berdasarkan Instruksi Presiden, Surat Edaran Mendagri Nomor: 440/70/SJ tanggal 11 Januari 2016 perihal Pembentukan dan Pencanangan Kampung KB, Dan Surat Edaran Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nomor. 475/430/2016 tanggal 10 Februari 2016 tentang Pembentukan dan Pencanangan Kampung KB. Kali ini Pencanangan Kampung KB dilaksanakan di Kecamatan Aluh-aluh, Pencanangan Kampung KB Kali ini di hadiri oleh Camat Aluh-Aluh, KUA, Polsek, Danramil, seluruh pambakal se-Kecamatan Aluh-Aluh, perwakilan instansi terkait dan masyarakat.

Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan laporan penyelenggara koordinator penyuluh KB Kecamatan Aluh-aluh H. Misbahul Munir, S.Ag, sambutan dari Kepala Dinas DP2KBP3A Kab. Banjar yang diwakili Oleh Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar Dra. Hj Masitah dan dibuka oleh Camat Aluh-Aluh Saaludin, dalam kegiatan kali ini juga diisi dengan motivator perwakilan KB Pria dari Koramil oleh Zakier sebagai akseptor yang sudah melakukan pemasangan alat kontrasepsi bagi pria, (Vasektomi).

Dalam kegiatan tersebut juga di adakan pemberian bantuan sarana dan prasarana berupa BKB Kit, IUD Kit, Impant Kit, Sarana dan PPKBD Kit. Selain itu dari DP2KBP3A kab. Banjar melaksanakan pelayanan gratis untuk warga setempat yang ingin melakukan pemasangan Alat Kontrasepsi, (Implant, Pil, Suntik).

Tujuan dari Pembentukan Kampung KB ini adalah membumikan total Program KB di kehidupan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing masing serta memberikan arah dan pedoman bagi para Penanggungjawab dan Pengelola Program KKB Tingkat Kecamatan dan Desa, dalam melakukan penggerakan di wilayah kerjanya untuk mempercepat pencapaian indikator output program KKB menuju keluarga bahagia dan sejahtera.

Dan dengan diadakannya kampung KB ini diharapkan dapat menjadi suatu inovasi strategis dalam penguatan Program KKBPK dan Pembangunan sektor terkait di seluruh tingkatan wilayah, terutama sebagai suatu langkah implementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan serta memperluas cakupan penggarapan Program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kemudian terkait dengan upaya perluasan cakupan/jangkauan kegiatan Kampung KB diperlukan dukungan mitra kerja/stakeholders serta program dan kegiatan lintas sektor juga harus dapat di integrasikan di Kampung KB.

Dan Program ini tidak akan terlaksana tanpa adanya sinergitas antara instansi terkait dan masyarakat dalam proses perwujudannya dan dukungan dari semua warga di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh.










Minggu, 15 Oktober 2017

SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TK KECAMATAN MATARAMAN

Permasalahan kependudukan pada dasarnya terkait dengan kuantitas, kualitas dan mobilitas penduduk. Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga telah mengamanatkan perlunya pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional. Salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan kependudukan adalah Program Keluarga Berencana yang bertujuan mengendalikan jumlah penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), maka dalam hal ini kembali Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar mengadakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Kampung KB juga masih menjadi sasaran tempat di adakannya sosialisasi ini, kali ini di Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman 27 September 2017 .

Bertempat dirumah Pambakal Desa Bawahan Seberang, 20 peserta dari lintas sektoral tingkat Kecamatan, Desa, Tokoh Masyarakat, KUA, Polisi, Danramil, dan Kader sudah berhadir untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi PUP dibuka oleh Camat Mataraman yang saat itu diwakili oleh Sekretaris Camat Mataraman.

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sendiri adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan kehamilan anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR).

Sementara Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan ini diperlukan karena dilatarbelakangi beberapa hal seperti Semakin banyaknya kasus pernikahan usia dini, Banyaknya kasus kehamilan tidak diinginkan, Banyaknya kasus pernikahan usia dini dan kehamilan tidak diinginkan yang menyebabkan pertambahan penduduk makin cepat, Karena pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan kualitas yang rendah, serta Menikah dalam usia muda yang menyebabkan keluarga sering tidak harmonis,sering cekcok, terjadi perselingkuhan, terjadi KDRT, dan rentan terhadap perceraian. Maka dengan ini diperlukannya beberapa persiapan saat menentukan untuk berkeluarga seperti Persiapan fisik, biologis, Persiapan mental, Persiapan sosial ekonomi, Persiapan Pendidikan dan ketrampilan serta Persiapan keyakinan dan atau agama, jelas Drs. H. Zainal Muttaqin selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk sekaligus mewakili sambutan Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar .

Para peserta pun terlihat antusias menyimak sajian yang dipaparkan narasumber, dan diharapkan adanya feedback dari peserta dengan narasumber untuk menangkap dan merespon apa yang sudah dijelaskan. Serta apa yang menjadi tujuan program pendewasaan usia perkawinan untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran dapat terealisasi dengan benar dan berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa. Menunda perkawinan dan kehamilan, Menjarangkan kehamilan dan Mencegah kehamilan.





SOSIALISASI PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN TK KECAMATAN MARTAPURA TIMUR

Dalam Rangka upaya untuk mendewasakan daya pikir remaja dalam melangkah menuju jenjang rumah tangga, serta meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar mengadakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Bagi Remaja pada hari selasa 26 September 2017. Terkait dengan arahan dari pemerintah bahwa setiap Kabupaten, Kecamatan sampai desa harus dibentuk kampung KB, maka kegiatan sosialisasi ini pun dilaksanakan di Desa Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur sebagai salah satu Kampung KB di Kab. Banjar tepatnya dibalai Desa Sungai Kitano. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran dan persyaratan bagi mereka yang akan melaksanakan perkawinan dengan sasaran lintas sektor dalam wilayah Kecamatan tersebut, desa, tokoh masyarakat, kader serta orang-orang yang bisa memberikan motivasi untuk menunda perkawinan usia muda.

Sedikitnya 30 orang dari lintas sektoral tingkat Kecamatan, desa tokoh masyarakat, KUA, Polisi, Danramil serta para Kader telah berhadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Kepala DP2KBP3A Kab. Banjar yang saat itu diwakilkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Drs. H. Zainal Muttaqin MM, dalam sambutanya mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat diperlukan dalam menjaga laju pertumbuhan penduduk agar pernikahan usia dini dapat ditekan/dihindari pada semua remaja, yang diawali dengan pergaulan bebas, aktivitas sex, dan narkoba. Apalagi dizaman modern dan di era globalisasi saat ini, Hp android yang banyak disalah gunakan dapat berakibat buruk pada remaja.

Kegiatan ini juga disambut dan di dukung oleh Sekretaris Kecamatan Martapura Timur yang mewakili Camat Martapura Timur, sebelum membuka kegiatan Sosialisasi ini beliau menambahkan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan bagi masyarakat, apalagi Desa Sungai Kitano sebgai Kampung KB.

Menurut Undang-undang perkawinan memang usia 16 Tahun untuk Wanita dan 19 Tahun untuk laki-laki sudah boleh melakukan perkawinan, namun di tinjau dari berbagai segi baik Kesehatan, Sosial, Ekonomi pada usia tersebut belum matang dalam membentuk suatu rumah tangga. Pemerintah pada umumnya, BKKBN khususnya Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar mempunyai program dan menyarankan bahwa Usia Ideal untuk melakukan Perkawinan Pertama bagi Remaja adalah 21 Tahun untuk Wanita dan 25 Tahun untuk Laki-laki. Perempuannya siap menjadi seorang ibu, laki-lakinya siap menjadi seorang bapak, dan siap untuk menjalankan 8 fungsi keluarga.

Para peserta pun antusias mendengarkan penjelasan dari Narasumber tentang pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan, untuk para remaja agar lebih berhati-hati dalam memilih dan memilah teman, gunakan masa remaja untuk menuntut ilmu mengembangkan pengetahuan demi masa depan sebagai Generasi Berencana.

Dari kegiatan Sosialisasi ini diharapkan adanya feedback dari peserta dengan narasumber terkait materi yang sudah disampaikan, sehingga peserta dapat menangkap dan merespon apa yang sudah dijelaskan tersebut.