BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Rabu, 22 November 2017

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan Simpang Empat

PUP adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama pun terjadi pada usia yang cukup dewasa, sehingga penceraian tidak terjadi.

Bertempat Paud Desa Tanah Intan Kecamatan Simpang Empat, acara yang dihadiri oleh Ka. KUA Kecamatan Simpang Empat, Pambakal Desa, Ibu-ibu Kader, Penyuluh KB, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Acara yang dibuka oleh Kabid Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Tanah Intan Kecamatan Simpang Empat Terutama Kepada Pambakal Desa Tanah Intan Bapak Burhani yang sangat mendukung terhadap acara sosialisasi ini. Dilanjutkan pengarahan dari Ka. Kua Kecamatan Simpang Empat, beliau menghimbau agar para remaja memikirkan lebih matang lagi sebelum menikah baik psikologis dan kebutuhan biologisnya sebelum menuju jenjang yang lebih serius agar terhindar dari penceraian.





Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan Telaga Bauntung

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sendiri adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama-pun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka penundaan kehamilan anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah bulan madu menjadi tahun madu. Pendewasaan usia perkawinan merupakan bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program PUP memberikan dampak pada peningkatan umur kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR).

Bertempat Paud Desa Rantau Bujur, peserta dari lintas sektoral tingkat Kecamatan Telaga Bauntung, dari Puskesmas Telaga Bauntung, para Ibu-Ibu kader, Penyuluh KB non PNS, Masyarakat Desa Rantau Bujur (PUS), acara dibuka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, M. AP dilajutkan Narasumber oleh Hj. Puji Irianti, SE. Beliau menghimbau akan pentingnya mendewasaan usia perkawinan terlebih dahulu sebelum para remaja melangkah kejenjang yang lebih serius, dampak buruk tentang pernikahan muda dan setelah menikah tentang pemilihan alat kontrasepsi yang tepat.

Para peserta pun antusias mendengarkan penjelasan dari Narasumber tentang pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan, untuk para remaja agar lebih berhati-hati dalam memilih, gunakan masa remaja untuk menuntut ilmu mengembangkan pengetahuan demi masa depan sebagai Generasi Berencana.




Orientasi KIE KB KR Bagi Mitra Kerja Tk. Kecamatan Sungai Tabuk

Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010 mengamanahkan bahwa masalah kependudukan merupakan tanggung jawab Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), maka kependudukan menjadi tugas Lembaga yang dulunya bernama Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional ini. Akan tetapi, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Khususnya Kabupaten Banjar tentu saja tidak dapat melaksanakan tugas itu sendiri. Perlu dijalin kerjasama yang baik dengan mitra kerja, khususnya mitra kerja kependudukan untuk membantu mempromosikan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) ke khalayak umum.

Rabu 15 November 2017, bertempat Kantor Pambakal Desa Keramat Kecamatan Sungai Tabuk, dilaksanakan Orientasi KIE KB KR bagi Mitra Kerja, dihadiri sebanyak 30 peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Camat, Koramil, Polsek, Puskesmas, Kader, Penyuluh KB, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Instansi Terkait di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dalam sambutannya beliau mengatakan pada dasarnya Program Kependudukan dan Keluarga Berencana yang penerapannya dilakukan melalui berbagai kegiatan termasuk orientasi peningkatan wawasan kependudukan bagi mitra kerja ini diarahkan untuk bisa membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karenanya melihat antusiasme peserta, perlu ada pelatihan lanjutan, khususnya mengenai Program KB dan kesehatan reproduksi, yang muaranya adalah tercapainya penduduk tumbuh seimbang tahun 2020, sebagaimana yang menjadi visi.




Peresmian Kampung KB di Desa Guntung Papuyu Kecamatan Gambut

Selasa, 14 November 2017 bertempat di Desa Guntung Papuyu Kecamatan Gambut, Peresmian Kampung KB di resmikan, turut hadir pada acara tersebut Bupati Banjar yang kali ini diwakilkan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Zainuddin sekaligus meresmikan Kampung KB “Barokah” Desa Guntung Papuyu Kecamatan Gambut, turut berhadir Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel Kepala Bidang KB dan KR Bapak Ir. H. Ramlan, MIP, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar Ir. Hj. Rosana Mardina, MS, Camat Gambut, Koramil, Kapolsek Gambut, KUA Gambut, Kepala UPT Pendidikan, Kepala UPT Puskesmas Kec. Gambut, Kepala Desa se-Kecamatan Gambut, Tokoh Agam, Tokoh Masyarakat dan instansi terkait.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan laporan penyelenggara oleh Bapak Camat Gambut, dilanjutkan sambutan dari Bupati Banjar yang diwakilkan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Zainuddin dalam sambutannya beliau berterimakasih yang setinggi-tingginya atas terciptanya Kampung KB khususnya kepada DP2KBP3A Kabupaten Banjar dan Kepada Camat Gambut serta jajarannya dan semua SOPD Teknis yang terlibat untuk mendukung Program KB ini dan kepada para Pambakal khususnya Pambakal Guntung Papuyu Bapak Asmara. Pembentukan Kampung KB ini adalah membumikan Program KB di kehidupan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing serta memberikan arah dan pedoman bagi para Penanggungjawab dan Pengelola Program KKB Tingkat Kecamatan dan Desa, dalam melakukan penggerakan di wilayah kerjanya untuk mempercepat pencapaian indikator output program KKB menuju keluarga bahagia dan sejahtera.

Dilanjutkan penyerahan sarana kerja oleh Bapak Drs. H. Zainuddin yang didampingi oleh Bapak Ir. H. Ramlan, MIP, dan Ibu Ir. Hj. Rosana Mardina, MS kepada PPKBD Malintang Ibu Hamdanah, PPKBD Tambak Sirang Baru Ibu Dwi Sartika, dan PPKBD Kayu Bawang Ibu Hamsiah kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar Kampung KB “Barokah” oleh pengelola Kampung KB.

Selain itu dari DP2KBP3A Kab. Banjar melaksanakan pelayanan gratis untuk warga setempat yang ingin melakukan pemasangan Alat Kontrasepsi, (Implant, Pil, Suntik).











Pelatihan Bagi Pelatih (TOT) Peningkatan SDM Pelayanan dan Pendampingan Korban KDRT di Kabupaten Banjar

Berdasarkan Undang undang nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga pasal 39 untuk kepentingan pemulihan, korban dapat memperoleh pelayanan dari Tenaga Kesehatan, Pekerja Sosial, Relawan Pendamping dan atau Pembimbing Rohani. Sesuai peraturan Pemerintah RI no. 4 tahun 2006 tentang penyelenggaraan dan kerjasama pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga pada pasal 1 ayat 1 yaitu “Segala Upaya Untuk Penguatan Korban Kekerasan Dalam rumah Tangga agar lebih berdaya fisik maupun psikis”.

Maka untuk itu perlu diciptakan suatu relasi yang harmonis antara satu sama lain, sehingga masing-masing pihak menghormati hak pihak lain dan melaksanakan kewajibannya. Karena itu keberadaaan manusia yang memiliki hak dan kewajibannya masing-masing tidak dipandang sebagai individu yang berdaulat, sehingga dapat mempertahankan hak dan kewajibannya secara mutlak, tetapi dipandang sebagai personal social, yaitu suatu individu social yang dibina oleh masyarakat, dan hidup terikat oleh tatanan hidup bermasyarakat, serta mengendalikan hak asasi dan hak-hak lainnya. Sementara pada kenyataannya masih banyak KDRT yang terjadi disekitar kita, karena itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap KDRT pada hari kamis tanggal 9 November 2017 Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar melaksanakan Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pelayanan dan Pendampingan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang bertempat di Ballroom hotel Q-Daffam Banjarbaru.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari Bidang Perlindungan Anak, Bidang DP2KBP3A, Penyuluh KB, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bapelitbang, Tim P2TP2A, Bagian Hukum, Perwakilan Guru Bp/BK, serta Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar. Acara dibuka oleh Bupati Banjar yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Pemasyarakatan & SDM Drs. H. Masruri dalam sambutannya Kepala Dinas P2KBP3A Ir. Hj. Rosana Mardina, MS berharap melalui Pusat Layanan Terpadu yang bersinergi dengan melibatkan semua lembaga layanan, lembaga masyarakat dan instansi terkait sehingga penanganan aduan bisa lebih komprehensif untuk pendampingan dan pemulihan korban serta dapat meningkatkan kualitas layanan KDRT serta permasalahan perempuan dan anak dikabupaten Banjar khususnya.

Sebelum acara dimulai peserta dihibur dengan menyanyikan bersama lagu Three ends, kemudian dilanjutkan dengan paparan narasumber dari Kepolisian oleh AKP Hj. Amalia Afifi, SH, Kepala Dinas PP dan PA Provinsi Kal-Sel serta Ketua Tim P2P2A Provinsi Kalsel.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada SOPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bagian Hukum Sekda, PKK, DP2KBP3A, Kementrian Agama, Puskesmas, DInas Pendidikan, Sekolah, Polres (UPPA), BAPAS Anak, dan kelompok lain yang merupakan pendampingan KDRT dan diharapkan bisa saling bersinergi untuk penanganan dan pendampingan KDRT.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya penyebarluasan informasi tentang KDRT sebagai upaya untuk menambah wawasan bagi kader pendamping tentang pencatatan dan pelaporan korban KDRT.








Minggu, 12 November 2017

Workshop Tentang Potensi Organisasi yang Berperan dalam Bidang Perempuan di Kabupaten Banjar

Berdasarkan asas Kesetaraan gander yang berarti suatu keadaan dimana perempuan dan laki-laki menikmati status yang setara dan memiliki kondisi yang sama untuk mewujudkan secara penuh hak-hak asasi dan potensinya dalam semua bidang kehidupan. Keadilan gander berarti suatu kondisi adil untuk perempuan dan laki-laki melalui proses kultural dan struktural yang menghentikan hambatan-hambatan aktualisasi bagi pihak-pihak yang karena jenis kelaminnya mengalami hambatan-hambatan secara struktural maupun kultural.

Dan jika melihat keterlibatan kaum perempuan dalam pembangunan keterlibatannya sangat jauh sekali seperti contoh saat ini bila dilihat kaum perempuan sudah mampu menjadi kemudi ketika membawa perahu yang mana hal itu telah menggambarkan bahwa Kaum perempuan juga bisa menjadi kemudi atau pemimpin di tengah masyarakat karena telah memilki potensi. ketika kita melihat bapak-bapak yang kini duduk menjadi pejabat adalah merupakan hasil dari didikan kaum perempuan juga dan kaum ibu yang melahirkan pejabat-pejabat sekarang adalah ibu-ibu perkasa, ketika kita ingin melihat keberhasilan seorang ibu maka kita harus melihat anak-anak mereka, kalau anak-anaknya berhasil berarti ibu itu berhasil.

Maka untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi pada diri perempuan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar menggelar Kegiatan workshop Tentang Potensi organisasi yang berperan dalam bidang perempuan.

Adapun 400 peserta yang hadir terdiri dari berbagai organisasi dan kelompok perempuan yang ada di Kabupaten Banjar, antara lain PKK Kabupaten Banjar dan PKK Kecamatan, Gabungan Organisasi Wanita, Dharmawanita Persatuan, Bhayangkari Kabupaten Banjar, Persit Kodim 1006 dan Organisasi Kemasyarakatan yang berkiprah di Bidang Perempuan, Rabu 8 November 2017 di Wisma Yulia BKD , Martapura Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini digelar dalam rangka Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender di Daerah khususnya Kabupaten Banjar yang mana tingkat partisipasi perempuan masih lebih kecil persentasinya dibandingkan laki-laki. Dimana dalam hal perencanaan dan penganggaran pembangunan masih adanya kesenjangan antara Akses, Partisipasi, Kontrol, Manfaat sehingga Indeks Pemberdayaan Gender belum maksimum. Pada Acara ini juga dihadiri Ibu Bupati Banjar Hj. Raudatul Jannah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar beserta Skretaris Daerah Ir. H. Nasrunsyah MP .

Dilanjutkan sambutan oleh Ketua TIM Penggerak PKK Kab. Banjar, dalam sambutannya beliau menyambut baik kegiatan ini, “dimana 10 program pokok PKK yang selalu kita laksanakan melibatkan kaum perempuan yang tentu tak lepas dari dukungan kaum laki-laki. Kegiatan PKK yang antara lain bidang kesehatan , pendidikan, keterampilan, pola asuh, PKDRT, dan lain-lain. Dalam era modern sekarang peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan telah terbuka lebar, tinggal bagaimana kita perempuan untuk mengambil keputusan peran apa yang kota ambil misalnya sebagai guru, pekerja sosial, PNS, anggota dewan, pengusaha, Ibu Rumah Tangga sebagai pendamping suami dll” terang beliau.

Begitu pula Sekretaris Daerah Ir H. Nasrunsyah MP yang sekaligus memberi sambutan dan membuka kegiatan workshop tersebut, dalam hal ini pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini,” Saya berharap dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan, khususnya di Kabupaten Banjar menuju Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah akan terwujud” tambah beliau.

Kepala Dinas P2KBP3A Ir. Hj. Rosana Mardina MS menuturkan, tujuan lain acara ini yaitu, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perempuan dalam pengambilan keputusan, dan menumbuhkan prilaku kepemimpinan yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender. “saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan potensi perempuan dalam berorganisasi dan dapat meningkatkan partisipasi sebagai tokoh penggerak dalam memperjuangkan aspirasi,” ucap beliau.

Dalam acara tersebut para peserta sangat antusias mendengarkan paparan dari Dr. Ir. Hidayatullah, SE, S.IP, MM, MP dan Hj. Masitah Umar selaku Narasumber pada workshop tersebut.

Sebelum penutupan para peserta dibagikan blanko tentang tujuan mereka dalam organisasi, yang nantinya akan dipilih untuk direalisasikan Bersama, dan kegiatan pun ditutup dengan laporan dari Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Ir. Rusydah, maka dengan diadakannya kegiatan woekshop tersebut diharapkan dapat memberikan informasi tentang kegiatan organisasi perempuan yang pada akhirnya bisa menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender di Kabupaten Banjar serta dapat mewujudkan perempuan dan anak Indonesia yang berkualitas, mandiri dan berkepribadian kedepannya.





Rapat Data Terpilah Gender dan Anak Kabupaten Banjar Th.2017

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Rapat Data Terpilah Gander dan Anak di Aula Kantor DP2KBP3A Kab. Banjar Kamis 2 November 2017 Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk Menyamakan persepsi dan komitmen bidang pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Meningkatkan koordinasi antar berbagai pihak terkait, serta Meningkatkan pemahaman dan kemampuan sumber daya manusia.

Rapat Data terpilah gander dan anak diikuti oleh berbagai instansi maupun organisasi terkait dikabupaten Banjar.

Sekretaris DP2KBP3A Ibu Ir. Rusmini dalam sambutannya beliau mengharapkan agar peserta Rapat Data, Terpilah Gender dan Anak dapat mengikuti Rapat dengan sungguh-sungguh mengingat pentingnya kegiatan ini dalam rangka percepatan pembangunan di daerah dengan memanfaatkan data, informasi gender dan anak sebagai salah satu instrumen dalam melaksanakan perencanaan maupun evaluasi program/kegiatan pembangunan di daerah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Andi Murni serta Kabid Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Ibu Ir. Rusydah .

Rapat Data terpilah gander dan anak ini dilaksanakan bertujuan untuk membuat wadah komunikasi antar SOPD dan lintas sectoral, yakni dalam penyediaan data terpilah gender dan anak yang berkualitas serta membangun jejaring antar SOPD untuk memperlancar ketersediaan data terpilah dan informasi yang diperlukan.




Peresmian Kampung KB di Desa Bawahan Seberang Kec. Mataraman

Sebagaimana kita ketahui, salah satu program prioritas BKKBN, yaitu pembentukan pengembangan dan intensifikasi Kampung KB yang merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Ir. Joko Widodo agar manfaat program KKBPK dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat utamanya.

Rabu, 8 November 2017 bertempat di Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman, Peresmian Kampung KB kembali di resmikan, turut hadir pada acara tersebut Bupati Banjar yang kali ini diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Pemasyarakatan dan SDM Bapak Drs. H. Masruri sekaligus meresmikan Kampung KB “Harapan Masa” Desa Bawahan Seberang Kecamatan Mataraman, turut berhadir Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel Bapak Drs. H. Akhmad Sajali, Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar, Camat Mataraman, Kapolsek Mataraman, KUA Mataraman, Kepala UPT Pendidikan, Kepala UPT Puskesmas Kec. Mataraman, Kepala Desa Bawahan Seberang, Tokoh Agam, Tokoh Masyarakat dan instansi terkait.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan laporan penyelenggara oleh Bapak Camat Mataraman Drs. H. Rubaini, dilanjutkan sambutan dari Bupati Banjar yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Pemasyarakatan dan SDM Bapak Drs. H. Masruri dalam sambutannya beliau berterimakasih yang setinggi-tingginya atas terciptanya Kampung KB khususnya kepada DP2KBP3A Kabupaten Banjar dan Kepada Camat Mataraman serta jajarannya dan semua SOPD Teknis yang terlibat untuk mendukung Program KB ini dan kepada para Pambakal khususnya Pambakal Bawahan Seberang Bapak Abd Muis.

Dilanjutkan penyerahan sarana kerja oleh Bapak Drs. H. Masruri yang didampingi oleh Sekretaris DP2KBP3A Kab. Banjar Ibu Ir. Rusmini kepada PPKBD Bawahan Seberang Ibu Masria, PPKBD Bawahan Pasar Ibu Riana, PPKBD Tanah Abang Ibu Ellys Susanti Nova, dan PPKBD Simpang Tiga Ibu Henny Erwina kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar Kampung KB “Harapan Masa” oleh pengelola Kampung KB.