BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Minggu, 18 Maret 2018

Pembinaan Kampung KB di Desa Lumpangi Kecamatan Pengaron

Kampung KB merupakan salah satu program revolusi mental berbasis keluarga untuk membangun karakter bangsa Indonesia. Dengan adanya Kampung KB, diharapkan manfaat program KB dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di wilayah kategori miskin, padat penduduk, terpencil yang tersebar di Indonesia. Kampung Keluarga Berencana (KB) diperlukan di seluruh desa di Indonesia. Sebab, keberhasilan program KB akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik.

Tahun 2017 Desa Lumpangi Kecamatan Pengaron telah resmi di canangkan menjadi desa Kampung KB, kali ini desa tersebut menjadi salah satu desa yang dikunjungi TIM Pembinaan Kampung KB pada hari Kamis, 15 Maret 2018 bertempat di Kantor Pambakal Desa Lumpangi.

Turut berhadir dari Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar, Dinas PMD, dan BAPPELITBANG Kabupaten Banjar dan pihak yang terkait, Pembinaan Kampung KB kali ini adalah gerakan dari program-program KB yang mampu bersinergi dengan program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Antara lain dengan sosialisasi, komunikasi, edukasi tentang program KB kepada masyarakat, serta pelayanan KB di tingkat bawah serta pembinaan Desa Ramah Anak.

Dalam kampung KB ini telah disusun perencanaan pembangunan yang meliputi kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Untuk dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan tersebut, di kampung KB akan dilakukan optimalisasi semua perangkat dan institusi masyarakat yang ada. Selain pembangunan sarana dan prasaran, diberikan pelatihan yang lebih penting lagi adalah agar program pembinaan kampung KB dilakukan secara terus menerus.“Dengan menggandeng seluruh komponan yang ada. Harapannya adalah jika di wilayah tersebut ada permasalahan yang dihadapi warga, maka akan mudah dibantu oleh dinas instansi terkait.




Senin, 12 Maret 2018

Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banjar melakukan Kegiatan Sosialisasi peran perempuan dalam pembangunan di Kecamatan Martapura Timur pada hari hari Kamis tangal 8 Maret 2018. Kepada Bidang Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Kab. Banjar Ir. Rusydah dalam sambutannya mengatakan Peran dan tugas perempuan dalam keluarga secara garis besar dibagi menjadi peran wanita sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai anggota masyarakat. "Keberhasilan melakukan peran tersebut, tentunya bukan merupakan hal yang mudah, yang penting adalah kemauan dan usaha serta keinginan untuk selalu belajar," ujar beliau.

Dijelaskannya, Keluarga merupakan suatu lembaga sosial yang paling besar perannya bagi kesejahteraan dan keberlangsungan kehidupan anggota keluarga terutama anak-anak. Peserta kegiatan pelaksanaan Sosialisasi Tentang Peran Perempuan dalam Pembangunan sendiri diikuti 50 (lima puluh) juga dihadiri oleh Camat Martapura Timur Syaifullah Effendi S.AP.

Camat Martapura Timur Syaifullah Effendi S. AP menambahkan, keluarga mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan dan pembentukan pribadi anak serta merupakan wadah tempat bimbingan dan latihan anak sejak kecil, muda belia dan diharapkan tumbuh berkembang hingga dewasa. Sementara Dra. Hj. Nadiah M.H selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, 3 (tiga) tugas penting peran ibu didalam mendidik anak yaitu sebagai penanggung jawab pemenuhan kebutuhan anak, ibu sebagai model yang ditiru dan diteladani anak dan ibu sebagai pemberi stimulan perkembangan anak .

Ibu sebagai istri pendamping suami tentunya tidak lepas dari peranannya sebagai ibu rumah tangga, penasehat yang bijaksana serta pendorong suami. Sosialisasi ini juga menjelaskan peran perempuan dan keluarga dalam mencegah kekerasan terhadap anak merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam mencegah tindakan kekerasan dalam rumah tangga. Tindak kekerasan merupakan sikap yang sering dilakukan bukan hanya kekerasan terhadap fisik akan tetapi bisa dalam bentuk kekerasan ekonomi, seksual dan dan juga mental.

"Sikap tidak memberikan nafkah terhadap istri dalam rentang waktu yang lama merupakan salah satu contoh kekerasan ekonomi yang dilakukan seorang suami, maka dari itu yang perlu diperhatikan mengapa kekerasan tersebut kerap dialami perempuan dan anak meskipun tidak menutup kemungkinan akan dialami pula oleh kaum laki – laki, oleh karena perlu dilakukan upaya untuk menanggulangi segala. Melalui kegiatan Sosialisasi ini diharapkan dapat menambahkan wawasan dan pengetahuan mengenai Peran Perempuan Dalam Pembangunan.

Perempuan dan anak juga memiliki hak yang sama dengan manusia lainnya dimuka bumi ini, yakni hak yang dipahami sebagai hak-hak yang melekat (inherent) secara alamiah sejak ia dilahirkan, dan tanpa itu manusia (perempuan dan anak) tidak dapat hidup sebagai manusia secara wajar. Kesetaraan dan keadilan antara Perempuan dan Laki-laki (genderequality and equity), persamaan hak dan kesempatan serta perlakukan adil disegala bidang dalam semua kegiatan.





Minggu, 11 Maret 2018

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan Karang Intan

Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda usia tentu saja, tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi usia yang cukup dewasa. Bahkan harus diusahakan apabila sesorang gagal mendewasakan perkawinannya, maka penundaan kelahiran anak pertama harus dilakukan. Dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah “bulan madu” menjadi “tahun madu”.

Rabu 6 Maret 2018 bertempat di SMP Negeri 1 Karang Intan dilaksanakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan, acara dikuti seluruh siswa-siswi dan para guru, M. Rahman Fahrolly selaku narasumber menekankan kesadaraan kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosial, Pendidikan, sosial ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran, tujuan PUP seperti ini berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa, ditambahkan lagi oleh Bapak Agus Suprantio, MPH tentang bahaya nerkoba dan sex bebas yang sedang ramai tersebar dikalangan para remaja saat ini, sosialisasi kepada para remaja khususnya remaja di bawah umur untuk melakukan kegiatan positif seperti bermain bersama teman melakukan hobby yang menyenangkan belajar menjadi remaja yang TEGAR yang melindungi diri dari Triad KRR (Seksualitas, Napzah dan HIV/AIDS), tambah beliau.