BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Senin, 16 September 2019

Kaji Tiru Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)

Pusat Pembelajaran Keluarga atau yang lebih dikenal dengan sebutan PUSPAGA merupakan salah satu program unggulan Kementrian PPPA yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga. Secara lebih spesifik, PUSPAGA berfungsi sebagai One stop service /layanan satu pintu keluarga, Holistik Integratif berbasis anak. Yakni, meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak serta terciptanya rujukan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, perlindungan bagi anak dan orang tua / keluarga guna menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. Konsep Puspaga sendiri dibuat seperti ruang keluarga yang nyaman dan dilengkapi dengan ruang bermain anak sehingga seluruh keluarga Indonesia tertarik untuk berkunjung ke Puspaga.

PUSPAGA sebagai tempat pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga profesional seperti tenaga konselor, baik psikolog atau sarjana profesi bidang psikologi, Bimbingan Konseling atau Pekerja Sosial yang telah memahami Konvensi Hak Anak, melalui peningkatan kapasitas orang tua/keluarga yang bertanggung jawab terhadap anak dalam mengasuh dan melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, dan penelantaran. Hal ini merupakan salah satu unsur prioritas dalam pelaksanaan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Sebagai Kabupaten dengan predikat Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Banjar melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serius untuk dapat mewujudkan terciptanya PUSPAGA di Kabupaten Banjar, dengan semangat inilah, pada tanggal 11-12 September 2019 Bidang Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Kabupaten Banjar melaksanakan Kaji Tiru mengenai PUSPAGA ke Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanah Bumbu yang sudah memiliki PUSPAGA Bersujud.

Dalam tatap muka dan diskusi yang dilaksanakan di aula DKBP3A, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Tanah Bumbu Hj. Narni, SKM. M.Kes serta jajaran eselon III dan IV tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP2KBP3A Kabupaten Banjar Ir. Rusydah memaparkan bahwa salah satu motivasi dalam pembentukan PUSPAGA di Kabupaten Banjar adalah untuk mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementrian PPPA, disamping adanya kebutuhan tempat pembelajaran keluarga sebagai salah satu metode pencegahan bahkan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dapat diwujudkan melalui berdirinya PUSPAGA. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan berbagai hal yang harus disiapkan untuk mewujudkan PUSPAGA, baik dari aspek legalitas hingga masalah operasional PUSPAGA di kemudian hari.

Dengan didapatnya data dan informasi mengenai PUSPAGA, Ir. Rusydah menyatakan semakin bersemangat dan semakin yakin dalam waktu dekat PUSPAGA akan dapat diwujudkan di Kabupaten Banjar yang tercinta ini.




Selasa, 03 September 2019

Puncak Hari Anak Nasional Kabupaten Banjar Tahun 2019

“Kita anak Indonesia, Kita Bahagia, Anak Indonesia Kabupaten Banjar, Kita Gembira, Kita Bahagia, Kita Bersenang-senang” merupakan Tema yang diusung pada Puncak Hari Anak Nasional di Kabupaten Banjar tahun 2019 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Agustus yang lalu dengan mengambil tempat di halaman kantor Bupati Banjar. Rangkaian kegiatan yang dimulai dari pagi hingga siang tersebut berjalan sukses dan meriah terlebih pada Puncak Hari Anak Nasional tahun ini Bupati Banjar H. Khalilurrahman berkenan hadir sekaligus membuka acara tersebut.

Dalam sambutan beliau yang disampaikan di hadapan para tamu undangan dan ratusan anak-anak peserta acara yang berasal dari sekolah-sekolah di Kabupaten Banjar, Bupati Banjar H. Khalilurrahman mengatakan bahwa Peringatan Hari Anak Nasional dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa, terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang tangguh, kreatif, jujur, cerdas, ceria, berprestasi, berakhlak mulia dan cinta tanah air. Pada peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Bupati Banjar juga melantik Forum Anak Daerah Kabupaten Banjar dan Agen Forum Anak Daerah tingkat kecamatan periode 2019-2020.

Selain kegiatan seremonial, puncak Hari Anak Nasional juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan yang diisi oleh para anak seperti Madihin, Kabaret, Karate, Flashmob dab senam. Acara juga semakin meriah dengan adanya penilaian Kembang Sarai yang dibuat dan dibawa oleh peserta acara di mana nantinya akan dipilih Kembang Sarai yang terbaik untuk mendapatkan doorprize.




Senin, 19 Agustus 2019

Pelayanan KB Mobile dan KIE Lapangan Tk. Kecamatan Martapura Barat

Dalam rangka mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Barokah di Kabupaten Banjar, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Banjar gencar menggelar Pelayanan KB mobile secara gratis berkualitas untuk warga Banjar. Kali ini bertempat di Kecamatan Martapura Barat Desa Keliling Benteng, Senin (19/08/2019). “Pelayanan ini bersifat mobile dengan turun langsung ke lapangan merupakan cara Pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan alat kontrasepsi jangka panjang berupa IUD dan Implan tanpa dipungut biaya karna lebih aman, efektif, efisien dan memiliki rentang waktu yang lama sehingga diharapkan minat masyarakat lebih tinggi,” kata Kepala Bidang KB dan KS DP2KBP3A, Dr. Erny Wahdini M. Pd .

Selain itu masyarakat yang berhadir juga diberikan sosialisasi KIE oleh Tim bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A, dalam hal ini juga disertai tanya jawab dengan ibu-ibu peserta, tentang alat kontrasepsi apa yang banyak diminati serta alasannya, hingga bagaimana mewujudkan keluarga sejahtera. Drs. Pusaro Riyanto M. Ap selaku Kabid Dalduk mengatakan bahwa dalam setiap pelayanan KB juga harus disertai dengan sosialisasi, agar masyarakat dapat memahami terlebih dahulu untuk apa mereka ber-KB, dengan informasi yang jelas maka akan memudahkan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, jadi bukan sekedar cuma ikut-ikutan, sambungnya .

Sedikitnya 11 orang akseptor telah dilayani dengan pemasangan alat kontrasepsi berupa implant melalui mobil unit pelayanan KB (MUYAN), penyuluh KB kecamatan menjelaskan sebenarnya pesertanya lebih dari itu, Cuma dikarenakan dilihat dari aspek kesehatan mereka tidak mendukung, jadi tidak dapat dikikut sertakan. “Diharapkan dengan kegiatan Pelayanan Mobile di sertai Sosialisasi KIE ini masyarakat dapat mengakses pelayanan gratis untuk meningkatkan akseptor metode jangka panjang agar dapat menekan laju pertumbuhan yang ada di Kabupaten Banjar.”




Selasa, 13 Agustus 2019

Rapat Koordinasi KLA Kab. Banjar

Sehubungan dengan terpilihnya Kab. Banjar sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat pratama, Kepala Dinas Pengengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Dra. Hj. Siti Hamidah M. Si meminta dukungan dan partisifasinya dari setiap Dinas maupun Instansi terkait dilingkup Kab. Banjar, saat pembukaan Rapat Koordinasi KLA Kab. Banjar pada hari kamis 8 Agustus 2019, yang bertempat di Aula Dinas P2KBP3A kab. Banjar.

Dalam kegiatan Rapat Koordinasi tersebut juga dihadiri Ibu Bupati Banjar selaku Ketua TP PKK Kab. Banjar, Hj. Raudathul Wardiyah beserta ibu Sekda Banjar, selain itu pada acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh Instansi maupun organisasi perangkat daerah se-Kab. Banjar.

Adapun tujuan dilaksanakannya rapat Koordinasi KLA adalah untuk meningkatkan kinerja mengenai tahapan KLA dan upaya-upaya strategis yang dapat dilakukan. Selain itu dalam rapat ini juga membahas persiapan dukungan Gugus Tugas dalam pengisian formulir evaluasi pengembangan KLA, dengan harapan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak untuk tujuan yang sama yaitu Kab. Banjar sebagai Kota Layak Anak dengan capaian dan prestasi yang lebih besar lagi kedepannya.

Link Video :
https://www.facebook.com/dptigaakb.kabupatenbanjar/posts/1194570640746353?notif_id=1565247424770344&notif_t=feedback_reaction_generic&ref=notif

Kamis, 11 Juli 2019

Verifikasi Lapangan KLA Tahun 2019

Kabupaten Banjar adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang pada tahun 2018 yang lalu mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Pratama. Dengan predikat tersebut, maka setiap tahunnya Kabupaten Banjar melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta SKPD terkait lainnya wajib mengikuti penilaian dan verifikasi lapangan Kabupaten/Kota Layak Anak yang dilaksanakan oleh Kementrian PPPA.

Pada tahun ini, kegiatan verifikasi lapangan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Juli 2019 di Ruang Rapat Aberani Sulaiman Komplek Perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas PPPA Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, Tim verifikasi dari Kementrian PPPA yang dipimpin oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin melaksanakan verifikasi langsung terhadap 7 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan yang telah memperoleh predikat Kabupaten/Kota Layak Anak, salah satunya adalah Kabupaten Banjar yang dihadiri langsung oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar, Dra. Hj. Siti Hamidah, M.Si dan Bidang PPPA serta SKPD terkait PPPA di Kabupaten Banjar.

Dengan 24 indicator Kabupaten/Kota Layak Anak yang harus dipenuhi oleh Kabupaten/Kota untuk mendapatkan dan mempertahankan atau meningkatkan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak, pada kegiatan verifikasi lapangan tersebut dipaparkan berbagai hal yang terbagi dalam 3 pokok verifikasi yaitu Kelembagaan (Kebijakan yang berpihak pada KLA), Forum Anak (Pengelolaan dan Pengorganisasian Forum Anak di daerah) serta Desa/Kelurahan Layak Anak yang ada di Kabupaten/Kota tersebut secara langsung di depan tim verifikasi dari Kementrian PPPA.

Diharapkan dengan semua upaya pemenuhan hak-hak anak yang telah dilaksanakan di Kabupaten Banjar melalui sinergi antara SKPD terkait PPPA dan seluruh stakeholder status Kabupaten/Kota Layak Anak Kabupaten Banjar dapat terus meningkat ke depannya yang tentunya akan menjadi suatu prestasi bagi Kabupaten Banjar.



Selasa, 09 Juli 2019

Peringatan HARGANAS XXVI Tahun 2019

Hari Keluarga Nasional merupakan ajang untuk menggelorakan dan mensosialisasikan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera. Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan Negara.

Pada tahun 2019 ini, Harganas XXVI dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan tepatnya di kota Banjarbaru dengan banyak rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKBN dari tanggal 3 Juli hingga puncak peringatan Harganas yaitu pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani dan Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor dan Istri serta para undangan dari seluruh Indonesia . Dengan mengambil tema ‘Hari Keluarga, Hari Kita Semua’ dan slogan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’ pelaksanaan rangkaian kegiatan Harganas selama 4 hari tersebut berlangsung meriah dan sukses.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar turut berperan serta secara aktif dalam rangkaian kegiatan Harganas tersebut, seperti mengikuti Pameran dan Gelanggang Dagang yang dipusatkan di lapangan Setda Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, berbagai Sosialisasi, Seminar dan workshop bertemakan kesehatan dan keluarga, Bhaksos Kesehatan dan KB (pelayanan KB gratis bagi masyarakat), GenRe Educamp yang dilaksanakan di Asrama Haji Banjarbaru, Jambore Kader Bina Keluarga Balita se-Kalimantan Selatan di Kawasan Wisata Kiram Park dan tentunya peringatan puncak Hari Keluarga Nasional pada Sabtu, 6 Juli 2019 yang dilaksanakan di halaman kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Pada hari puncak peringatan Harganas XXVI tersebut, Bupati Banjar H. Khalilurrahman beserta Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj. Raudatul Wardiyah turut berhadir dan berkunjung ke stand pameran DP2KBP3A Kabupaten Banjar yang menampilkan berbagai produk khas yang merupakan hasil dari UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) di Kabupaten Banjar seperti aneka kain sasirangan, kerajinan airguci dan makanan ringan.











Minggu, 30 Juni 2019

Sosialisasi KKBPK Bagi Mitra Kerja Tk. Kecamatan Pengaron

Kamis 27 Juni 2019, bertempat di Balai Penyuluh KB di Kecamatan Pengaron, Sosialisasi KKBPK bagi Mitra Kerja dilaksanakan, sambutan oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang kali ini di wakilkan oleh Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi H. M. Syairoji, SKM.

Mengingat pentingnya Program Keluarga Berencana (KB) bagi keluarga, dengan begitu akan melahirkan generasi yang berkualitas, karena saat ini program KB tidak hanya untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan, maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih, sehingga melahirkan generasi yang diharapkan.

Dukungan penuh dari masyarakat terutama mitra kerja terkait melalui Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar melakukan sosialisasi secara terarah dan tepat sasaran, karena hal itu merupakan salah satu kegiatan kunci merubah sikap, prilaku dan system nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat, pelaksana maupun para pengelola program. Program ini juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana, serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program KB, karena program ini dapat mengatur jarak ibu melahirkan, sehingga pengendalian jumlah penduduk bisa terwujud.


Video :
https://www.facebook.com/bptigaakb.kabupatenbanjar/videos/1167987216738029/

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan di Desa Thaibah Raya Kec. Tatah Makmur

Rabu 26 Juni 2019 bertempat di Desa Thaibah Raya Kecamatan Tatah Makmur, dilaksanakan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). PUP tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria.

Acara di buka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang di wakilkan oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, didampingi Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi serta Kasi Analisis Dampak dan parameter Kependudukan, H.M. Syairoji, SKM dan H. Abdul Bais, S.Pd.

Kasi Bina Kesertaan KB dan Kesehatan Reproduksi Hj. Nita Yuliana, S. Si. T. M. Kes selaku narasumber, memberikan arahan kepada peserta yang rata-rata adalah para remaja, beliau menekankan kesadaraan kepada remaja agar didalam merencanakan keluarga mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosial, Pendidikan, sosial ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran, tujuan PUP seperti ini berimplikasi pada perlunya peningkatan usia kawin yang lebih dewasa, kemudian bahaya nerkoba dan sex bebas yang sedang ramai tersebar dikalangan para remaja saat ini.


Video :

Kamis, 20 Juni 2019

Dinas P2KBP3A Kab Banjar Gelar Tata Rias Life Skil di Kecamatan Sambung Makmur

Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu proses kegiatan pembangunan dimana perempuan berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi. Posisi dan kedudukan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sudah sangat jelas yakni sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang memiliki sejumlah hak dan kewajiban. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

Selasa, 18 Juni 2019 bertempat di Aula Kecamatan Sambung Makmur, Kegiatan life skill berupa tata rias wajah dengan Narasumber Ade Puspawati dan Fitriani dari Make Over dan Wardah, acara di buka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar yang kali ini diwakilkan oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan Ir. Rusydah, dalam sambutanya beliau menyampaikan pemberdayaan perempuan dilakukan guna untuk meminimalisir tingkat pengangguran perempuan, yang berdampak pada terpuruknya kondisi sosial ekonomi perempuan. Dengan memberikan akses dan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri sehingga bisa menjadi lebih produktif dan bisa menopang dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga nya ataupun dirinya sendiri.

Ditambahkan lagi dari Camat Sambung Makmur Bapak Sukasto, SP, beliau menyampaikan kepada para peserta agar bisa focus untuk mendengarkan apa yang disampaikan narasumber, serta mempelajari dengan baik semua ilmu yang diberikan, agar nantinya bisa menjadi jembatan penghubung kembali untuk warga desanya dan mengaplikasikan apa yang mereka miliki serta dapat dijadikan bekal mereka dikemudian hari.

Pelaksanaan kegiatan program pelatihan kecakapan hidup (life skills) tata rias wajah dirasakan atas kebutuhan dari warga perempuan, sehingga dalam mengikuti proses pembelajaran warga sangat antusias serta mempunyai motivasi yang tinggi untuk mempelajari secara mendalam mengenai tatarias. Pada saat proses pembelajaran nara sumber memanfaatkan pengalaman-pengalaman warga sebagai sumber belajar untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanan, dan penilaian.

SOSIALISASI BPJS UNTUK PEGAWAI PEMERINTAH NON PEGAWAI NEGERI LINGKUP DP2KBP3A KABUPATEN BANJAR

Pada hari Rabu, 19 Juni 2019 bertempat di Aula Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar, dilaksanakan sosialisasi BPJS untuk Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri yang dihadiri oleh seluruh PTT dan PLKB Non PNS lingkup Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar.

Acara sosialisasi yang difasilitasi oleh Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar tersebut dibuka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar Dra. Hj. Siti Hamidah, M. Si. Tersebut bertujuan agar seluruh PTT dan PLKB Non PNS lingkup Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar dapat memahami hak dan kewajiban mereka sebagai peserta atau calon peserta BPJS Kesehatan melalui paparan materi yang dibawakan oleh Yupi Sadarma, perwakilan dari BPJS Martapura di mana secara garis besar, terdapat perbedaan antara peserta BPJS mandiri dengan peserta BPJS yang merupakan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri diantaranya dari mekanisme pembayaran iuran yang dikoordinir oleh instansi tempat mereka bekerja dengan sharing pembayaran iuran dai APBD dan ditambah pemotongan gaji mereka setiap bulannya.

Setelah paparan materi, acara dilajutkan dengan sesi tanya jawab yang meruapakn inti dari acara sosialisasi hari ini, dimana banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi berkenaan dengan hak dan kewajiban mereka sebagai peserta BPJS nantinya.

Video :

Minggu, 26 Mei 2019

RAPAT KOORDINASI PPRG KABUPATEN BANJAR

Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) adalah strategi percepatan pelaksanaan PUG yang berupa instrument untuk mengatasi adanya perbedaan atau kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan bagi perempuan dan laki-laki, untuk mewujudkan anggaran yang berkeadilan yang telah dikukuhkan melalui Surat Edaran Bersama Empat Menteri yaitu Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Bappenas tentang Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender.

KUntuk memperkuat koordinasi baik ditingkat teknis maupun kebijakan telah dibentuk Tim Pengerak PPRG, untuk meningkatkan pemahaman tugas masing-masing anggota maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan Rapat Koordinasi PPRG bertempat di Aula BAPPEDA, Kab. Banjar Kamis (23/5/2019).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, serta diikuti oleh Peserta sebanyak 50 org terdiri dari seluruh kasubbag perencanaan di SKPD Kab. Banjar.

Dengan narasumber yakni Drs. H. Masruri, MM staf ahli bidang kemasyarakatan & SDM dan Ismiyati Rukyaningsih, M.Pd Kasi KHPK Dinas PPPA Prov Kalsel.

Dalam sambutannya beliau berharap melalui rakor ini masing–masing Tim PPRG dapat memahami tugasnya masing-masing, sehingga implementasi dari kegiatan PUG semakin baik kedepannya.


Video :

Minggu, 19 Mei 2019

Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak

Kegiatan Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Kab. Banjar berlangsung lancar, 16 Mei 2019, kegiatan ini di selenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar, bidang Pemberdayaan Perempuan (PP).

Dalam Sambutannya Kepala Dinas P2KBP3A, Dra. Hj. Siti Hamidah M, Si Berharap,Seluruh pihak terkait dapat berperan aktif dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

“Dalam Kegiatan ini akan di pelajari tentang Penyusunan Data Terpilah Gender dan Anak, sehingga terkumpulnya data terpilah menurut jenis kelamin, status, kondisi perempuan dan laki-laki di seluruh bidang pembangunan yang meliputi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan ketenagakerjaan, bidang politik dan pengambilan keputusan, bidang hukum, sosial budaya & kekerasan.”

Strategi Pengaurusutamaan Gender ditetapkan dengan instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2000 tentang Pengaurusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional, Adanya instruksi kepada seluruh pimpinan di instansi Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk mengarusutamakan perspektif gender ke dalam setiap tahapan pembangunan, baik dalam perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Kegiatan Rapat Koordinasi Gender dan Anak ditutup oleh Kepala Bidang PP Ir. Rusydah berharap semoga kegiatan ini dapat memberikan gambaran gender dan anak secara menyeluruh disetiap tingkat administrasi dalam rangka penyusunan rencana kegiatan yang berbasis gender secara berhasil dan berdaya guna.

Untuk diketahui,Kegiatan ini di isi oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya serta di hadiri peserta dari SKPD Se-Kab. Banjar, kepolisian. Serta berbagai pihak terkait.

Rabu, 15 Mei 2019

Pendewasaan Usia Perkawinan Tk. Kecamatan

Rabu 15 Mei 2019, telah dilaksanakan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Tingkat Kecamatan, yang dilaksanakan di Desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk, sosialisasi ini bertujuan memberikan pengertian kepada peserta khususnya ibu-ibu rumah tangga agar lebih memperhatikan putera puterinya yang sedang menganjak dewasa, di zaman yang semakin berkembang ini para orang tua di harapkan lebih bijak lagi memberikan smartphone, dikarenakan dampak dari smartphone itu sendiri sangat berbahaya apabila digunakan tidak pada tempatnya. Penggunaan MKJP yang tepat terhadap ibu-ibu juga di tekankan terutama yang tidak mengandung hormone agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan mereka.




Sekolah Ramah Anak Kabupaten Banjar

Verifikasi Lapangan oleh Kementerian PP PA didampingi Tim PP PA Prop. Kalsel dan Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Bidang Perlindungan Anak di MAN 4 Banjar, yang mana sekolah tersebut terpilih dalam 5 (lima) terbaik sekolah ramah anak se-Indonesia.






Minggu, 05 Mei 2019

Sosialisasi Perlindungan Anak Berbasis Sekolah di Kab. Banjar

Sosialisasi tentang Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Sekolah telah dilaksanakan di Aula BKD Martapura, 2 Mei 2019. Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, Dra. Hj, Siti Hamidah, M. Si yang juga selaku Narasumber pada kegiatan tersebut beserta Narasumber lainnya dari Dinas PPPA provinsi Kal-Sel dan dari Polres Banjar, adapun peserta Sosialisasi ini adalah guru-guru BP, pelajar, dan penyuluh.

Kepala DP2KBP3A dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakkan dan melaksanakan berbagai program yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak seperti pengembangan kabupaten / kota layak anak (kla), sekolah ramah anak (sra), pembentukan forum anak, pengadilan ramah anak, dan lain-lain. Dimana semua program tersebut diratifikasi seluruh kabupate/kota se-Indonesia termasuk Kab. Banjar.

Melalui kegiatan Sosialisasi ini, seluruh pihak yang terkait diharapkan mampu mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada dilingkungannya sendiri. Pengertian dari Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Sekolah adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok pada tingkat Sekolah yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Selasa, 30 April 2019

Perempuan Kab. Banjar Mengikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Martapura, 30 April 2019 Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan TP PKK Kab. Banjar mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah bagi Perempuan melalui pemberian materi secara teori maupun praktek secara langsung di Aula Mahligai Sultan Adam Pemda Banjar.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas DP2KBP3A Kab. Banjar, Dra. Hj. Siti Hamidah, M. Si dan dihadiri Puluhan kader perwakilan dari tiap kecamatan di Kab Banjar yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias mendengarkan pelatihan yang disampaikan oleh Narasumber dari Muslimat NU Ibu Isnaniah, S. Pd dan Ibu Hj. Darsiah Sebagai Ketua Pokja I TP PKK Kab. Banjar.

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan tentang hal yang harus dilakukan terhadap jenazah setelah meninggal, seperti memejamkan kedua matanya, mengikat kedua bibirnya, menggerak-gerakkan dan melemaskan persendiannya, mengikat kedua kakinya agar tidak keluar kotoran, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya dan meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak kembung seperti pisau dan lainnya.

Adapun syarat memandikan bagi mayit antara lain beragama Islam, berakal, amanah, ‘Alim dan merahasiakan dengan tatacara memandikan yakni meletakkan mayit di atas pemandian, melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga dan menutup auratnya, mendudukkan dan menekan perut mayit dengan tangan kanan sambil diurut-urut tiga atau lima kali untuk mengeluarkan sisa kotoran yang ada, menggunakan sarung tangan atau kain untuk membersihkan mayit di bawah kain penutupnya.

“Cara pertama memandikan mayat adalah memulai dengan mewudhukan mayit seperti wudhunya sholat, Pemandian pertama dengan menggunakan air yang dicampur daun bidara hingga berbusa dan hendaknya Mulai dengan membasuh kepala, wajah, dada dan ketiak mayit tiga kali” papar narasumber pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya, juga menyampaikan upaya mengafani jenazah, hendaknya dengan sesuatu yang dapat menutup seluruh badannya meskipun dengan satu baju dan hukumnya adalah fardhu kifayah, serta harus memperhatikan seperti kain yang dipergunakan untuk mengafani mayat adalah kain yang bagus, suci dan bisa menutupi semua badan mayat, kain kafan hendaknya berwarna putih, diolesi dengan minyak atau wewangian, dengann kain kafan yang dipergunakan untuk laki-laki sebanyak 3 (tiga) lapis, dan untuk perempuan sebanyak 5 (lima) lapis .

Ir. Rusydah selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan menambahkan “Pemulasaran jenazah ini sangat penting dan wanita harus bisa supaya kalau ada keluarga kita yang meninggal banyak kader muslim yang bisa mengurus jenazah dengan baik dan benar ”ungkap beliau.

Selain itu, menurutnya ada hikmah yang dapat diambil dari tata cara pengurusan jenazah, seperti memperoleh pahala yang besar, menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi diantara sesama muslim, membantu meringankan beban kelurga jenazah dan sebagai ungkapan belasungkawa atas musibah yang dideritanya, mengingatkan dan menyadarkan manusia bahwa setiap manusia akan mati dan masing-masing supaya mempersiapkan bekal untuk hidup setelah mati, dan sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, sehingga apabila salah seorang manusia meninggal dihormati dan diurus dengan sebaik-baiknya menurut aturan Allah SWT dan RasulNya.


Minggu, 21 April 2019

Pelayanan KB Mobile dan KIE Lapangan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Aluh-Aluh

Selasa, 16 April 2019 salah satu rangkaian kegiatan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang KB dan Pengendalian Penduduk menggelar Pelayanan KB gratis disertai Sosialisasi KIE di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Aluh-Aluh.

Adapun kegiatan dimulai dengan sosialisasi KIE, oleh Kabid Pengendalian Penduduk Drs. Pusaro Riyanto, M.AP dan Kasi Pengendalian Penduduk Agus Suprantio S. ST MPH, dalam hal ini masyarakat terlihat antusias dan aktif pada bagian Tanya jawab seputar kesehatan reproduksi sampai dengan alat kontrasepsi jangka Panjang, serta pentingnya deteksi dini Kanker Serviks.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan pelayanan KB, dengan akseptor sebanyak 50 peserta baik bongkar maupun pasang. Adapun alat kontrasepsi yang menjadi pilihan adalah implant dan IUD yang mana alat kontrasepsi jenis ini adalah alat kontrasepsi jangka panjang serta tidak mempengaruhi hormone, seperti yang di informasikan melalui sosialisasi.

Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi mensukseskan program KB 2 anak cukup bahagia sejahtera sekaligus untuk melakukan advokasi KIE, Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari tingkat kecamatan.
Video :
https://www.facebook.com/bptigaakb.kabupatenbanjar/videos/1115394425330642/?__tn__=%2CdC-R-R&eid=ARDadhBmBUQVFFCgCzP9qziIEcMjpHCXqIT_TCn14DBBG5C-KgB76V7rcyfuOKDttg5KO7s8Kzbwwskp&hc_ref=ARRA_QXvgXgmS3typ8GsEoZ9Nn0hN6wE0lrgRv6KoV1qFyAEZSyD5RhFcp80i7Pbh8c&fref=nf

Selasa, 09 April 2019

Pelayanan KB Mobile dan Sosialisasi KIE Lapangan bersama Puskesmas Mataraman Desa Baru

DP2KBP3A Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Puskesmas Mataraman dan Bidan Desa bertempat di Desa Baru Kecamatan Mataraman, Pelayanan KB Mobile dan Kegiatan KIE lapangan lanjut dilaksanakan, Selasa 9 April 2019.

Sebanyak 59 Akseptor terlayani baik di mobil bus pelayanan dan di ruang posyandu Pandan Wangi Desa Baru berupa pemsangan implant.

Kepala Puskesmas Mataraman Akhmad Baidawi bersama Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi Agus Suprantio, MPH memberikan sosialisasi KIE tentang pentinggnya ber-KB terutama MKJP berupa sepiral (IUD) di karenakan non hormon, beliau mengatakan IUD menjadi alat pencegah kehamilan yang paling efektif dibandingkan alat kontrasepsi lainnya. Adapun kelebihan pemakaian alat kontrasepsi tersebut adalah aman digunakan untuk ibu menyusui, mengurangi risiko terkena kanker serviks dan kanker endometrium, dan tidak membuat gemuk seperti pil KB, “tambahnya.

Dengan rutin diadakannya kegiatan tersebut Dinas P2KBP3A Kabupaten Banjar bekerjasama dengan Puskesmas-Puskesmas di Kecamatan, diharapkan para masyarakat yang sudah mendapatkan sosialisasi dapat memahami semua informasi dan dapat mengaplikasikannya, serta mampu memberikan gambaran kepada masyarakat lainnya tentang pentingnya ber-KB untuk mewujudkan program 2 anak cukup keluarga sejahtera dan barokah.

Video : https://www.facebook.com/bptigaakb.kabupatenbanjar/videos/1111433309060087/?__tn__=%2CdC-R-R&eid=ARCW1vqrZohGfhBkEvs8UIbiA7-gwx_7pCJ0yzqzXy7ppuDr_z5leKNOLLsqt71zWFOJLwnFm1QYWM6i&hc_ref=ARQKuvm51Ly3MxtOS2UI8ecf_NZUPPgmLH6iDOx27J0HrffenvklN9I4wVff7d_OMyc&fref=nf








Minggu, 07 April 2019

Kunjungan Kerja KomisiI VIII DPR RI

Komisi VIII DPR RI, yang dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si beserta tim yang berjumlah 14 orang, melakukan kunjungan kerja ke provinsi Kalimantan Selatan pada hari senin 1 April 2019. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka masa reses DPR RI melakukan fungsi pengawasan, menggali dan menyerap aspirasi dari unsur pemerintah daerah maupun masyarakat yang menjadi bidang Komisi VIII yaitu di bidang agama dan sosial. Salah satu tujuan dari kunjungan mereka di Kalimantan Selatan adalah MAN 4 Kab. Banjar di Martapura yang mana sekolah ini masuk dalam kategori sekolah ramah anak dan telah meraih penghargaan Adiwiyata pada tahun 2015 yang lalu.

Pada pertemuan yang dilaksanakan di aula sekolah MAN 4 Kab. Banjar, dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kal-Sel, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar, kementrian Agama Provinsi Kal-Sel, Kemenag Kab. Banjar, Kepala Sekolah dan dewan guru Man 4 Kab. Banjar, serta Forum Anak Daerah Kab. Banjar. Dalam kunjungan tersebut Komisi VIII DPR RI menyampaikan secara langsung beberapa pertanyaan ke sejumlah instansi terkait, seperti Kepala Dinas PP dan PA, Kepala Sekolah sampai kepada Forum Anak Daerah Kab. Banjar.

Kepala Dinas PP dan PA memberikan pemaparan ataupun data dan informasi yang lengkap kepada Komisi VIII DPR RI baik kepada Ketua dan Anggota Komisi VII DPR RI seputar Kota Layak Anak dan sepenuhnya memberikan dukungan serta partisipasi sesuai tugas serta kewenangannya.

Dilanjutkan dengan diskusi bersama, seluruh pihak berharap data maupun informasi akurat yang diperoleh melalui kunjungan kerja ini, baik yang menyangkut aspirasi masyarakat maupun dari instansi terkait lainnya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan terutama yang berkaitan dengan bidang sosial dan agama.

Video : https://www.facebook.com/bptigaakb.kabupatenbanjar/videos/1106385022898249/?__tn__=%2CdC-R-R&eid=ARBomeg24k-rCTgg80U-i6NFQuX5HaVL6puHazFh0VZ-8nLXWXKDUWIiLzUd3dHext1dkJUaK8JYWqVn&hc_ref=ARTavDsP1WtfF8Yjm3I465sORCBJE9VWJZcwglmmcREuPxfFAL9GGpPGmddYNLDTM7E&fref=nf



Minggu, 31 Maret 2019

Pelatihan Life Skill bagi Perempuan

Sejauh ini, sudah seharusnya perempuan memiliki wadah khusus untuk belajar dan mengoptimalisasi peran mereka sebagai perempuan khususnya bagi para perempuan muda sebagai generasi penerus bangsa. Wadah yang dimaksud berbentuk kegiatan apa saja yang bersifat positif dan membangun sebagai tempat untuk menyalurkan minat dan bakat para perempuan agar lebih terampil dan berkualitas, contohnya pelatihan yang memiliki rencana tindak lanjut sehingga ilmu yang mereka dapatkan tidak hanya selesai pada saat pelatihan saja.

Sebuah langkah manis telah dilakukan pemerintah, melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang Pemberdayan Perempuan adalah sebuah bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para perempuan di wilayah Kabupaten Banjar, seperti halnya pelatihan life skill bagi perempuan yang dilaksanakan di desa Aranio Kecamatan Aranio.

Pelatihan life skill yang dilaksanakan dari hari kamis 28 sampai 31 Maret 2019, mengambil tema tata rias pengantin dengan Narasumber dari HARPI (Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin) yakni Hj. Rusmila Wati selaku Ketua Harpi di Kab. Banjar dengan Sri Hanisa dan bertempat di Aula Kecamatan Aranio. Para peserta yang merupakan perwakilan dari desa masing-masing di wilayah Aranio. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Aranio, Taufiqurrahman M. Si, beliau menyampaikan kepada para peserta agar bisa focus untuk mendengarkan apa yang disampaikan narasumber, serta mempelajari dengan baik semua ilmu yang diberikan, agar nantinya bisa menjadi jembatan penghubung kembali untuk warga desanya.

Pelatihan life skill ini bertujuan untuk mewadahi para perempuan khususnya untuk mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu agar dapat mengaplikasikan apa yang mereka miliki dan dapat dijadikan bekal mereka dikemudian hari.

Hingga pada praktiknya, para peserta yang didampingi ibu camat tampak antusias mengikuti arahan narasumber, untuk memake up modelnya masing-masing.

Ir. Rusydah, sekalu kabid Pemberdayaan Perempuan berharap, dengan adanya pelatihan life skill tata rias para bisa menjadi peluang bagi mereka (perempuan) yang mempunyai bakat dibidang tata rias untuk mengembangkan kembali potensi yang sudah terbekali dengan pelatihan ini, agar kedepannya mempunyai keterampilan yang bisa menjadi sebuah penghasilan dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Paling tidak dengan pelatihan ini kita bisa tampil lebih cantik dimata suami, tambahnya.

Kegiatan dihari pertama ditutup dengan foto bersama dengan para peserta yang sudah di rias. Salah seorang peserta mengaku senang, karena sudah diberikan pelatihan dan difasilitasi secara gratis. “untuk perempuan bisa make up itu bisa menjadi kepuasan tersendiri, karena bisa tampil cantik, kalau kursus kan mahal, jadi semoga pelatihan ini bisa bermanfaat untuk orang lain nantinya”, tambahnya.




Pelayanan KB Mobile dan Sosialisasi KIE di Kecamatan Martapura dan Karang Intan

Pelayanan KB Gratis masih terus diupayakan pemerintah, untuk menanggulangi kepadatan penduduk. Dengan metode jemput bola, pemerintah melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP2KBP3A) Kab. Banjar kembali menggelar pelayanan KB mobile yang dilaksanakan pada hari Rabu 27 Maret di Martapura, Kantor Dinas P2KBP3A Kab. Banjar. Pelayanan dilakukan di dua tempat, yaitu di Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) dan di ruangan Gedung Alkon. Pelayanan KB ini mengambil metode jangka panjang yaitu dengan Alat Kontrasepsi berupa Implant dan IUD.

Dilaksanakan kembali pada hari kamis 28 Maret 2019 di desa sungai asam kecamatan Karang Intan, dengan akseptor sebanyak 30 orang. Pelayanan KB berlangsung cepat dengan adanya bantuan dari bidan desa dan puskesmas Karang Intan.

Tak hanya itu, para peserta pun diberikan sosialisasi KIE dari Agus Suprantio, S, ST, MPH selaku Kasi Advokasi KIE dan Data Informasi.

Maka dalam hal ini, diharapkan para masyarakat yang sudah mendapatkan sosialisasi dapat memahami semua informasi dan mengaplikasikannya, serta mampu memberikan gambaran kepada masyarakat lainnya tentang pentingnya ber KB untuk mewujudkan program 2 anak cukup keluarga sejahtera dan barokah.

Abdul Sahid, selaku Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Karang Intan, mengatakan bahwa pihaknya beserta semua kader dan petugas lapangan akan selalu siap memberikan pelayanan terbaik berapa pun jumlah akseptor yang ingin berpartisipasi, untuk semua masyarakat daerah dilingkup Kab. Banjar yang ingin pelayanan KB, tinggal hubungi petugas dan kader kami dilapangan, maka kami akan datang, sambungnya.