Senin, 25 Februari 2019

ORIENTASI PUG MELALUI PPRG DI KABUPATEN BANJAR

Pembangunan pada dasarnya ditujukan untuk seluruh penduduk Indonesia tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama, baik sebagai pelaku atau pemanfaat pembangunan. UUD 1945 secara jelas telah memberikan dasar untuk persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek kehidupan. Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa perempuan jumlahnya hampir sama dengan laki-laki (data BPS 2016 : jumlah perempuan 47,6% sedangkan laki-laki 52,3%), keberadaannya belum menjadi pendukung keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar Dra. Hj. Siti Hamidah M.Si mengatakan dalam sambutannya untuk mewujudkan pembangunan yang responsif gender diperlukan dukungan dan komitmen berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha serta stakeholder lainnya. Untuk memperkuat dan mempercepat PUG melalui PPRG di Kabupaten Banjar. DP2KBP3A Kab. Banjar bidang PP yang berkaitan dengan program Prioritas KPPPA ( three end plus ) yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan, dan anak, akhiri perdagangan orang/trafficking, akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan dan akhiri kesenjangan perempuan di bidang politik, berupaya untuk meningkatkan PUG di Kabupaten Banjar yang dikuatkan melalui Strategi Nasional Percepatan PUG (STRANAS) melalui Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), lanjut beliau pada saat pembukaan Orientasi PUG melalui PPRG yang dilaksanakan oleh DP2KBP3A Kab. Banjar bidang Pemberdayaan Perempuan pada hari kamis 20 Februari 2019 di Wisma Sultan Sulaiman (BKD Martapura) .

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PP dan PA Provinsi Kal-Sel, Hj. Husnul Hatimah SH, MH, Kabid Sosial Budaya dan SDM Bappelitbang Kab. Banjar, H Syahruddin, beserta 50 orang peserta dari tiap-tiap SKPD se-Kab. Banjar, khususnya dibidang perencanaan. Para peserta antusias dengan paparan dari tiga narasumber yakni Hj. Husnul Hatimah SH, MH dan Ismiyati Rukianingsih dari DPPPA Provinsi Kal-Sel, serta H. Syharuddin dari Bappelitbang Kab. Banjar. Diharapkan dengan orientasi ini dapat memberikan pengetahuan yang memadai mengenai arti pentingnya penerapan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam segenap bidang kehidupan. Diharapkan dengan adanya kesetaraan gender ini maka tidak ada lagi bentuk diskriminasi dan marginalisasi terhadap perempuan dimasyarakat khususnya di Kabupaten Banjar .


0 komentar:

Posting Komentar