Minggu, 31 Maret 2019

Pelatihan Life Skill bagi Perempuan

Sejauh ini, sudah seharusnya perempuan memiliki wadah khusus untuk belajar dan mengoptimalisasi peran mereka sebagai perempuan khususnya bagi para perempuan muda sebagai generasi penerus bangsa. Wadah yang dimaksud berbentuk kegiatan apa saja yang bersifat positif dan membangun sebagai tempat untuk menyalurkan minat dan bakat para perempuan agar lebih terampil dan berkualitas, contohnya pelatihan yang memiliki rencana tindak lanjut sehingga ilmu yang mereka dapatkan tidak hanya selesai pada saat pelatihan saja.

Sebuah langkah manis telah dilakukan pemerintah, melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang Pemberdayan Perempuan adalah sebuah bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para perempuan di wilayah Kabupaten Banjar, seperti halnya pelatihan life skill bagi perempuan yang dilaksanakan di desa Aranio Kecamatan Aranio.

Pelatihan life skill yang dilaksanakan dari hari kamis 28 sampai 31 Maret 2019, mengambil tema tata rias pengantin dengan Narasumber dari HARPI (Himpunan Ahli Tata Rias Pengantin) yakni Hj. Rusmila Wati selaku Ketua Harpi di Kab. Banjar dengan Sri Hanisa dan bertempat di Aula Kecamatan Aranio. Para peserta yang merupakan perwakilan dari desa masing-masing di wilayah Aranio. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Aranio, Taufiqurrahman M. Si, beliau menyampaikan kepada para peserta agar bisa focus untuk mendengarkan apa yang disampaikan narasumber, serta mempelajari dengan baik semua ilmu yang diberikan, agar nantinya bisa menjadi jembatan penghubung kembali untuk warga desanya.

Pelatihan life skill ini bertujuan untuk mewadahi para perempuan khususnya untuk mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu agar dapat mengaplikasikan apa yang mereka miliki dan dapat dijadikan bekal mereka dikemudian hari.

Hingga pada praktiknya, para peserta yang didampingi ibu camat tampak antusias mengikuti arahan narasumber, untuk memake up modelnya masing-masing.

Ir. Rusydah, sekalu kabid Pemberdayaan Perempuan berharap, dengan adanya pelatihan life skill tata rias para bisa menjadi peluang bagi mereka (perempuan) yang mempunyai bakat dibidang tata rias untuk mengembangkan kembali potensi yang sudah terbekali dengan pelatihan ini, agar kedepannya mempunyai keterampilan yang bisa menjadi sebuah penghasilan dan bisa meningkatkan ekonomi keluarga. Paling tidak dengan pelatihan ini kita bisa tampil lebih cantik dimata suami, tambahnya.

Kegiatan dihari pertama ditutup dengan foto bersama dengan para peserta yang sudah di rias. Salah seorang peserta mengaku senang, karena sudah diberikan pelatihan dan difasilitasi secara gratis. “untuk perempuan bisa make up itu bisa menjadi kepuasan tersendiri, karena bisa tampil cantik, kalau kursus kan mahal, jadi semoga pelatihan ini bisa bermanfaat untuk orang lain nantinya”, tambahnya.




0 komentar:

Posting Komentar