BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

BREAKING NEWS

DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Senin, 24 Februari 2020

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar Gelar Orientasi UPPKS se-Kab. Banjar

Dalam rangka mengoptimalkan kualitas kegiatan kelompok UPPKS, diperlukan upaya pembinaan yang sistematis dengan memanfaatkan peluang yang tersedia dari berbagai sektor . Untuk meningkatkan kualitas usaha dasar menjadi tenaga terampil maka Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar melaksanakan kegiatan Orientasi UPPKS pada hari selasa, 25 februari 2020 di Aula DP2KBP3A yang dihadiri peserta dari anggota UPPKS tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas P2KBP3A Kab. Banjar, Hj, Siti Hamidah dalam sambutan pembuka kegiatan tersebut berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi dunia produktifitas nantinya.

Adapun yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini yakni Endraswari Kusuma Ardhani dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kal-Sel, Siti Mardiah dari PKK Kab. Banjar dan Nanang Setyawan dari Rumah Kemasan, yang memberikan materi berupa 8 Langkah meningkatkan penghasilan keluarga, pembuatan kue dari bahan tradisional hingga cara pengemasannya.

Dinas P2KBP3A Kab. Banjar gelar Sosialisasi PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) di SMAN 1 Martapura


Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Banjar terus mensosialisasikan dan menghimbau kepada masyarakat diKabupaten Banjar untuk tidak menikah di usia muda. Menurut perhitungan dan aturan, usia menikah yang ideal bagi kaum wanita 21 tahun, sedangkan Pria 25 tahun. Alasannya, jika menikah di usia muda akan menimbulkan banyak resiko dalam hubungan rumah tangga.
Demikian sampaikan Kasi. Advokasi KIE dan Informasi Data Bidang Pengendalian Penduduk DP2KBP3A Kab. Banjar H. Muhammad Sayroji dalam kegiatan sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Sekolah SMA Negeri 1 Martapura, Jum'at, 21 Februari 2020.
Ia menerangkan, Nikah di usia muda sangat beresiko terutama akan menyebabkan kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Karena fungsi-fungsi alat reproduksinya belum matang. Banyaknya kasus perceraian, tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga dikarenakan tingkat emosionalnya masih tinggi. Lalu, ekonomi tidak menentu,” tegas Ia
Dengan demikian, pihaknya terus melakukan sosialisasi sekaligus menghimbau kepada para pelajar dan para orang tua untuk menunda pernikahan anaknya di masa muda.
Selain memberikan paparan informasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dengan para siswa dan ditutup dengan penandatanganan komitmen untuk lebih dahulu menggapai cita-cita mereka dan memilih untuk tidak menikah di usia muda yang dituliskan pada sebuah spanduk yang telah disediakan.

Rabu, 19 Februari 2020

Kunjungan Ponpes An Najah dalam rangka Sosialisasi perlindungan kekerasan terhadap anak dan perempuan

Maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan salah satu faktornya disebabkan masih adanya persepsi yang salah tentang anak dan perempuan. Diantaranya, perempuan dianggap lemah dan tak mampu mengerjakan apa-apa, perempuan selalu ada dikelas dua dibandingkan laki-laki begitupun dengan anak yang juga marak mendapatkan bullying.

Maka dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kab. Banjar bidang Perlindungan Anak bidang Perlindungan Anak mendapatkan Kunjungan dari anak-anak PonPes An Najah Cindai Alus dalam rangka untuk mendapatkan Sosialisasi Perlindungan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, Rabu 19 Februari 2019 yang dilaksanakan aula Dp2kbp3a.

Kegiatan ini disambut dan dibuka oleh sekretaris Dp2kbp3a Hj. Mahdalena, didampingi oleh Kabid PA, serta ketua FAD Kab. Banjar.

Selain mendapatkan paparan yang eduktif seputar kekerasan anak dan perempuan yang disampaikan oleh Rusmiati Agustina selaku Narasumber, tak hanya itu anak-anak PonPes juga berikan pembinaan singkat bagaimana menjadi Pelopor dan Pelapor di lingkungan pesantren dari Forum Anak Daerah.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan informasi kepada anak-anak pesantren bahwa mereka sebagai anak dan perempuan memiliki hak perlindungan yang dilindungi oleh undang-undang.